Analysis of Changes in Land Cover to Support The Management of Gunung Leuser National Park

Ernest Pandiangan, Muhammad Ardiansyah, Omo Rusdiana

Abstract


Gunung Leuser National Park (GLNP) in Aceh and North Sumatra, Indonesia was allocated to protect and preserve its local biodiversity. GLNP implements a national park management policy that adopts a zoning system which includes core, wilderness, rehabilitation, traditional use, utilization and other zones. Population growth causes land cover changes in GLNP and in its buffer zone. One of the approaches to assessing rapid land cover changes is by employing a remote sensing approach. The purposes of this study are: (1) to analyze land cover change between the periods of 1996, 2005 and 2014; (2) to analyze the relationship between the population pressure index and land cover changes; and (3) to propose a guidance and recommendations for a better management of land cover changes in GLNP.  The results showed that the main land cover classes at GLNP and its buffer zone in the period between 1996 and 2014 were forests, grass/shrubs, and cropland. Compared with the proposed zoning and the provincial master plan, there were land cover mismatches in 2014, especially in Southeast Aceh Regency. The land cover changes analysis indicated a significant decrease of forest land cover from 1996 to 2014. In the period between 1996 and 2005, the analysis showed the highest increase for cropland whilst in the period between 2005 and 2014, the highest increase was observed for plantations.

Keywords: Gunung Leuser National Park, land use/land cover change, population pressure index.

Fungsi utama dari Taman Nasional Gunung Leuser (GLNP), sebagai salah satu dari kawasan konservasi yang ada di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara, adalah untuk melindungi dan melestarikan sumberdaya keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya. Sebagai Taman Nasional, GLNP memiliki kebijakan pengelolaan yang harus didasarkan pada sistem zonasi yang terdiri dari zona inti, rimba, rehabilitasi, penggunaan tradisional, pemanfaatan dan zona- zona lainnya. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan perubahan  penutupan lahan di kawasan GLNP dan zona penyangganya. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan secara cepat adalah menggunakan teknik penginderaan jauh. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis perubahan penutupan lahan pada tahun 1996, 2005 dan 2014; (2) Untuk menganalisis hubungan antara indeks tekanan penduduk dengan perubahan penutupan lahan; dan (3) Untuk menyusun arahan dan rekomendasi pengendalian perubahan penutupan lahan yang mendukung pengelolaan GLNP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penutupan lahan paling besar di GLNP dan zona penyangga pada periode 1996-2014 adalah hutan, rumput/semak belukar dan pertanian lahan kering. Terdapat ketidaksesuaian penutupan lahan tahun 2014 dengan peta zonasi yang telah dibuat dan juga ketidaksesuaian penutupan lahan tahun 2014 dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Aceh dan Sumatera Utara terutama di Kabupaten Aceh Tenggara. Hasil analisis perubahan penutupan lahan menunjukkan penyusutan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada hutan pada periode tahun 1996-2005 dan periode 2005-2014. Pada periode tahun 1996-2005 peningkatan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada pertanian lahan kering sedangkan untuk periode tahun 2005-2014 peningkatan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada perkebunan.

Kata kunci: indeks tekanan penduduk, perubahan penutupan lahan, Taman Nasional Gunung Leuser.

Full Text:

PDF

References


Beukering, P.J.H.V., H.S.J. Cesar & M.A. Janssen (2003) Economic Valuation of the Leuser National Park on Sumatra, Indonesia. Journal Ecological Economics 44(1), 43-62.

Direktorat Analisis Dampak Kependudukan BKKBN (2011) Kajian Indeks Tekanan Penduduk Agraris. Jakarta: Direktorat Analisis Dampak Kependudukan BKKBN.

Departemen Kehutanan (1990) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jakarta.

Kementerian Kehutanan (1997) Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 276 Tahun 1997 tentang Penunjukan GLNP seluas 1.094.692 hektar yang terletak di Provinsi Daerah Instimewa Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Jakarta.

Liu, M., Y. Hu, Y. Chang, X. He, and W. Zhang (2009) Land Use and Land Cover Change Analysis and Prediction in the Upper Reaches of the Minjiang River, China. Journal Environmental Management 43, 899-907.

Rustiadi, E., S. Saefulhakim, and D.R. Panuju (2011) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crestpent dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Soemarwoto, O. (1985) A Qualitative of Population Pressure and It‘s Potential Use in Development Planning. Majalah Demografi Indonesia XII (24), 1-15.

Subhan (2010) Analisis Kerusakan Hutan di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah VI Besitang. Tesis, Sekolah Pascasarjana. Universitas Sumatera Utara.

[UML] Unit Manajemen Leuser (2005) Arahan Penyusunan Ruang DAS Bahorok. Medan.

Verburg, P.H., Soepboer, W., Veldkamp, A., Limpiada, R., Espaldon, V., Mastura, S.S.A. (2002) Modelling the spatial dynamics of regional land uses: The CLUE-S Model. Environmental Management 30(3), 391-405.

Warlina (2007) Model perubahan penggunaan lahan untuk penataan ruang dalam kerangka pembangunan wilayah berkelanjutan (studi kasus Kabupaten Bandung). Disertasi, Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Wiratno (2007) Kembalikan Pengelolaan Taman Nasional ke Lapangan. Paper presented at Lokakarya Dalam Rangka Mengurangi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi (REDD), Banda Aceh, 1-2 Oktober.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjrcp.2017.28.2.1

Copyright © 2016 Journal of Regional and City Planning

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter