Preferensi Pemilihan Moda dalam Pergerakan Penglaju Koridor Bogor-Jakarta Terkait dengan Pemilihan Tempat Tinggal (Studi Kasus: Moda Bus AC Dan Moda KRL Ekspress)

Rizky Pratama Adhi

Abstract


Interaksi pergerakan antara Kota Bogor-Jakarta dipengaruhi oleh pemilihan tempat tinggal di Kota Bogor yang melakukan aktivitas di Jakarta. Kelengkapan karakteristik lingkungan fisik sosial dan ketersediaan fasilitas pelayanan lingkungan tempat tinggal para penglaju/komuter di Kota Bogor menandakan lingkungan tempat tinggal cukup layak. Hal ini mengakibatkan penambahan beban dan permasalahan transportasi, sehingga, alasan pemilihan tempat tinggal dan karakteristik lainnya ke kawasan pinggiran (Kota Bogor) akan mempengaruhi preferensi pemilihan moda masyarakat Kota Bogor ke Jakarta. Moda transportasi umum yang diamati pada studi ini adalah bus AC dan KRL ekspress dengan asumsi bahwa karakteristik dari kedua moda tersebut berkompetisi. Setelah dilakukan uji signifikansi dan analisis sensitivitas, maka atribut yang paling sensitif dari perbandingan antara moda bus AC dan KRL ekspress adalah biaya total perjalanan, waktu tempuh total, kemudahan memperoleh tiket, dan kenyamanan tempat duduk. Selain itu, terdapat pula hubungan pemilihan moda dengan karakteristik lain, yaitu karakteristik sosial ekonomi (pendapatan kotor dan kepemilikan kendaraan pribadi), karakteristik pergerakan (frekuensi penggunaan moda, kendaraan/moda yang digunakan menujut tempat keberangkatan, lokasi tempat kerja, dan kendaraan/moda yang digunakan menuju tempat kerja dari tempat kedatangan), dan karakteristik tempat tinggal (harga lahan dan lama tinggal).

Kata Kunci: pemilihan tempat tinggal, pergerakan, dan pemilihan moda

 

Interaction between the movement of the Bogor - Jakarta influenced by the selection of places to stay in Bogor who perform activities in Jakarta. Completeness of the physical characteristics of the social environment and the availability of service facilities neighborhoods thecommuters / commuter in the city of Bogor indicates a fairly decentneighborhood . This resulted in the addition of load and transport problems.Thus , the reason for the selection of residence and other characteristics to the suburbs ( Bogor ) will affect the modal choice preferences of society Bogor toJakarta . Public transport modes observed in this study are express buses AC and KRL assuming that the characteristics of the two modes compete. After the test of significance and sensitivityanalysis , the most sensitive attributes of a comparison between AC mode and KRL express bus is the total cost oftravel , total traveltime , ease of gettingtickets , and seatingcomfort . Inaddition , there are also relationships with other characteristics selectionmode , namely socio-economic characteristics ( income and gross private vehicleownership ) , the movement characteristics ( frequency of usagemodes ,vehicles / modes are usedmenujut place ofdeparture ,the location of the workplace, and vehicle / modes used to the work of the place of arrival ) , and dwelling characteristics ( land price and length of stay ) .

Keywords: election of residence , movement , and modal choice

 


Full Text:

PDF

References


Budiharjo, Eko. 1984. Sejumlah Masalah Permukiman Kota. Bandung: Penerbit Alumni.

Tamin, O.Z. 2008. Perencanaan, Pemodelan, dan Rekayasa Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.

Kanafani, Adib. 1983. Transportation Demand Analysis. New York: Mc Graw-Hill Book Company.

Morlok, Edward K. 1984. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kusbiantoro, B.S. 2009. Memanusiakan Perencanaan Sistem Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.

Anggraeni, Ratna Dewi. 2009. Preferensi Pilihan Moda Dengan Kajian Intermodality Pada Pergerakan Penumpang Angkutan Umum Jurusan Bandung-Jakarta (Studi Kasus: Moda Kereta Api dan Travel). Tesis. Bandung : Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota ITB.

Manheim, Marvin L. 1979. Fundamentals of Transportation System Analysis. Masachussets : The MIT Press.

Naim, M. 1979. Merantau: pola migrasi suku Minangkabau [Out-migration: migration pattern of Minangkabau community, West Sumatra]. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Turner, John, F.C. 1976. Housing by People, Towards Autonomy in Building Environments. London : Marion Boyars.

Data Statistik Stasiun KA Kota Bogor 2010. Stasiun KA Kota Bogor

Data Statistik Terminal Bus Baranang Siang Kota Bogor 2010. Terminal Bus Baranang Siang Kota Bogor.

Kota Bogor Dalam Angka 2010, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat.

Migrasi Penduduk Jabotabek 2001. Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Profil Penglaju Bodetabek – DKI Jakarta 2001. Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2010. Badan

Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat.

Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2010. Badan

Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning