Identifikasi Kapasitas Komunitas Lokal daalam Pemanfaatan Potensi Ekowisata Bagi Pengembangan Ekowisata di Kawah Cibuni

Andelissa Nur Imran

Abstract


Ekowisata merupakan bagian dari kegiatan wisata yang bertujuan untuk mengagumi keindahan alam dan budaya dengan tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan (konservasi) dan memberikan keuntungan terhadap komunitas lokal secara ekonomi. Kawah Cibuni yang terletak di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung, merupakan salah satu objek wisata yang memiliki keindahan alam dan budaya yang masih asli, didukung dengan kondisi alamnya yang hijau, alami, dan terdapat penduduk asli yang menempati daerah tersebut. Kawah Cibuni dikenal karena memiliki sumber air panas dan kawah-kawah kecil yang masih aktif di sekitarnya. Kawah Cibuni memiliki kriteria sebagai lokasi ekowisata yang ikut melibatkan peran komunitas lokal dalam pengembangannya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas komunitas lokal dalam pemanfaatan potensi ekowisata bagi pengembangan ekowisata di Kawah Cibuni. pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai komunitas lokal di Kawah Cibuni. Artikel ini menggunakan metode analisis kualitatif dimana ada 3 tahap yang harus dilalui, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kawah Cibuni layak untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata karena hampir memenuhi kriteria ekowisata, yaitu konservasi, edukasi, dan sustainability.

Kata Kunci: Pengembangan Ekowisata, Kapasitas Komunitas, Komunitas Lokal

 

Ecotourism is part of the tourism activities that aim to admire the beauty of nature and culture with no negative impact on the environment (conservation) and provide economic benefits to local communities. Cibuni crater that located in Ciwidey, Bandung regency is one attraction that has a natural beauty and pristine culture, supported by the landscape of green, natural, and the natives who occupied the area. Cibuni crater known for the hot springs and small craters are still active in the vicinity. Crater Cibuni has criteria as ecotourism sites that involving the participation of local communities in development. This article aims to identify the capacity of local communities in ecotourism potential use for the development of ecotourism in the crater Cibuni. Data was collected by interviewing local communities at Crater Cibuni.This article uses qualitative methods of analysis, there are 3 stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The analysis showed that the crater Cibuni deserve to be developed into an ecotourism area, because it meets ecotourism criteria, which is conservation, education, and sustainability.

Keywords: Ecotourism Development, Community Capacity, Local Communities

Full Text:

PDF

References


Adi, Isbandi Rukminto. 2008. Intervensi Komunitas: Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Press.

Chaskin, Robert J., et al. 2001. Building Community Capacity. New York: Walter de Gruyter Inc.

Drake, S. 1991. Development of a Local Particitpation Plan for Ecotourism Projects.

In: J. Kusler (ed), Ecotourism and Resource Conservation. Selected Paper from the 2nd International Symposium: Ecotourism and Resource Conservation, Madison: Omnipress.

Hakim, Luchman. 2004. Dasar-Dasar Ekowisata. Malang: Bayumedia Publishing.

Lestari, Puji. 2004. Sebuah Pendekatan Partisipatif dalam Perencanaan Kota by Edmund M. Burke, Ph.D. Bandung: Yayasan Sugijanto Soegijoko.

Mastny, L. 2002. Redirection International Tourism. Dalam C. Flavin, H. French dan G. Gardner (eds). The State of the World 2002.

Washington: Worldwatch Institute, hal 101-126.

Mitsch W J, Gossilink J G, 2000. The Value of Wetlands: Importance of Scale and Landscape Setting. New York: Ecological Economics 35(1), 25-33.

Pink, Brian dan Martin Matthews. 2003. A Measure of Culture: Cultural Experiences and Cultural Spending in New Zealand.

Wellington: Statistics New Zealand and Ministry of Culture and Heritage.

Warpani, Suwardjoko P. Dan Indira P. Warpani. 2007. Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung: Penerbit ITB.

Wang, Hongshu & Min Tong. 2009. Research on Community Participation in Environmental Management of Ecotourism. China: School of Economics & Management, Northeast Forestry University.

Wade, Derek J., B.C. Mwasaga, Paul F.J. Eagles. 2001. A History and Market Analysis of Tourism in Tanzania. Tourism Management 22. Elsevier Science.

“Wisata Bumi Cekungan Bandung” oleh Asep

Suryana.

http://www.scribd.com/doc/24449797/Prese ntasi-Modal-Sosial (Diakses Maret 27, 2011)

Kajian Pengembangan Ekowisata di Indonesia. 2002. Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning