Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kepulauan (Kasus: Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu)

Ruhut Mangaradja Lubis

Abstract


Pulau Pramuka sebagai Ibu Kota Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mulai diminati sebagai destinasi wisata karena daya tarik wisata baharinya. Aksesibilitas serta fasilitas pendukung pariwisata yang baik juga menjadi faktor penarik wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Pramuka. Artikel ini mencoba menilai dampak pariwisata di Pulau Pramuka secara langsung pada ekonomi penduduk setempat. Metode analisis yang digunakan dalam artikel ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha – usaha pariwisata di Pulau Pramuka berkembang pesat dengan adanya pengembangan pariwisata. Hal tersebut terjadi karena adanya permintaan yang besar dari wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pramuka. Responden pada survei primer sebagian besar menyatakan bahwa dengan adanya pengembangan pariwisata di Pulau Pramuka memberi dampak positif bagi ekonomi mereka. Dampak positif tersebut dinyatakan responden dengan timbulnya peluang kerja dan pendapatan yang meningkat. Untuk harga dan tarif yang berlaku di Pulau Pramuka tidak jauh berbeda dengan yang berlaku di darat.

Kata kunci: Pulau Pramuka, Pengembangan Pariwisata, Ekonomi Penduduk

 

Pulau Pramuka as the District Capital of Kepulauan Seribu is a tourist’s destination because of its marine tourist’s attraction. A good Accessibility and supporting facilities is also tourism pull factor of tourists to visit the Pulau Pramuka. This article attempts to assess the impact of tourism on Kepulauan Seribu local economy. The method of analysis used in this article is a descriptive analysis method with quantitative and qualitative approaches. Results showed that the business of Kepulauan Seribu tourism growing rapidly with the expansion of tourism. This is due to the great demand of the tourists visiting Kepulauan Seribu. Respondents of primer survey stated that with the development of tourism in Kepulauan Seribu made positive impact on their economies. The respondents expressed a positive impact with the onset of employment opportunities and increased revenues. For the price and the prevailing rate at Kepulauan Seribu is not much different from those prevailing in the land.

Keywords: Scout Island, Tourism Development, Economic Population


Full Text:

PDF

References


Aryunda, Hanny. 2010. Identifikasi Dampak Ekonomi Pengembangan Kawasan Ekowisata Kepulauan Seribu. Tugas Akhir. Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung.

Cohen, Erik. 1984. The Sociology of Tourism: Approaches, Issues, and Findings. Annual Revie of Sociology Vol 10 hal. 373-392.

Damanik J, Weber HF. 2006. Perncanaan Ekowisata dari Teori ke Aplikasi. Yoyakarta: Andi

Ismayanti. 2010. Pengantar Pariwisata Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Jamal, T.B., Stein, S.M. & Harper, T.L. 2002.

Beyond Labels Pragmatic Planning in Multistakeholder Tourism-Environmental Conflicts. Journal of Planning Education and Research, Vol. 22, pp.164-177

Kodyat. 1998. Sejarah Lahirnya Ekowisata di Indonesia, Beda antara Konsep Ekowisata dan Pariwisata. Di Dalam Workshop Pelatihan Ekowisata Bali 25 JUni-2 Juli 1998. Di Dalam Workshop Pelatihan Ekowisata Bali 25 Juni-2 Juli 1998. Yayasan Kehati. (tidak dipublikasikan)

Lembaga Penelitian Institut Teknologi Bandung. 2001. Pemantapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Bandung : Lembaga Penelitian Institut Teknologi Bandung.

Mathieson, A. and Wall, G. 1982. Tourism Economic, Physical and Social Impacts. Longman, Harlow. 95

Mill, R. C. dan Morrison, A. M. 1985. The Tourism System. New Jersey: Prentice Hall.

National Geographic. 2002. About Geotourism. http://travel.nationalgeographic.com/travel/s ustainable/about_geotourism.html. Diakses pada 20 Juli2011.

Panduan Penyusunan Rencana Kawasan Wisata Bahari Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2007.

Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: KM.67 / UM.001 / MKP / 2004 Tentang Pedoman Umum Pengembangan Pariwisata di Pulau – Pulau Kecil.

Petunjuk Teknis Perencanaan Tata Ruang Pulau – Pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2007.

Piagam Pariwisata Berkelanjutan. 1985.

Ritchie, J. R. B. 1987. Tourism, Marketing, ang the Quality of Life in Travel, Tourism, and Hospitality Research: A Handbok for Managers and Researchers. New York: Wiley Publishing.

Undang – Undang No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan

UN-WTO. 2004. Indicators of Sustainable Development for Tourism Destinations A Guidebook. Madrid: World Tourism Organization.

Warpani, Suwardjoko. dan Warpani, Indra. 2006. Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung : Institut Teknologi Bandung.

Zonasi Taman Nasional Kepulauan Seribu. http://www.pulauseribu.net/modules/news/ar ticle.php?storyid=279/ diakses 18 Agustus 2011.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning