Pengembangan Masyarakat Untuk Pariwisata di Kampung Wisata Toddabojo Provinsi Sulawesi Selatan

Andi Maya Purnamasari

Abstract


Keberadaan Kampung Toddabojo di jalur wisata Makassar-Tana Toraja di Km 175 dan berjarak 25 Km dari pelabuhan laut Pare Pare merupakan alternatif bagi wisatawan karena memiliki potensi agro wisata dan sekaligus potensi desa wisata. Tantangan utama adalah belum adanya kapasitas yang cukup pada masyarakat untuk secara mandiri dapat mengelola pembangunan di daerahnya termasuk pembangunan Pariwisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Toddabojo melalui konsep pemberdayaan masyarakat pada umumnya. Dengan produk wisata yang ditawarkan, maka arahan yang paling tepat adalah mengangkat karakter asli Kampung Toddabojo dalam strategi pengembangan produk wisatanya, dan kemudian disusun kerangka pengembangannya, sehingga kegiatan pariwisata di Kampung Toddabojo dapat menjadi bentuk pariwisata yang berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut peningkatan kualitas masyarakat harus menjadi perhatian utama, agar masyarakat mampu menciptakan produk-produk kepariwisataan yang mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif di pasar internasional sehingga mampu meningkatkan dan mewadahi potensi masyarakat dan potensi pariwisata di Kampung Toddabojo untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang selama ini mengandalkan pendapatan dari sektor pertanian.

Kata kunci: pariwisata, pengembangan masyarakat, Kampung Toddabojo

 

The existence of Kampung Toddabojo in Makassar-Tana Toraja tourist route at Km 175 and within 25 Km from the sea port of Pare Pare is an alternative for tourists because it has the potential of agro-tourism and rural tourism potential as well. The main challenge is the absences of sufficient capacity in the community to be able to independently manage the development in the area, include the development of tourism. This study aims to identify ways of improving the welfare of society through the concept of empowerment Toddabojo village society in general. With the tourism products on offer, then the most appropriate referrals are the original character of the village raised Toddabojo in tourism product development strategy, and then compiled development framework, so that tourism activities in Kampung Toddabojo can be a form of sustainable tourism. To support this public improvement should be a major concern, so that people are able to create tourism products that have competitive and comparative advantage in international markets so as to enhance and facilitate the potential for community and tourism potential in Kampung Toddabojo to improving the welfare of the community that has relied income from agriculture.

Keywords: tourism, society development, Kampung Toddabojo


Full Text:

PDF

References


Ardika, I Wayan. 2004. Pariwisata Bali: Membangun Pariwisata-Budaya dan Mengendalikan Budaya Pariwisata. Bali Menuju Jagadhita: Aneka Perspektif. Denpasar: Pustaka Bali Post halaman 20-33.

BPS Kabupaten Sidrap. 2009. Sidenreng Rappang dalam Angka 2008.

Damanik, Janianton dan Weber, Helmut F. 2006. Perencanaan Ekowisata: dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI. 1999 Undang-Undang RI No.10 Tahun 2009 mengenai Kepariwisataan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. 2005. Inventarisasi Objek Wisata Potensial di Sulawesi Selatan.

Goodwin, H. 1996. In Pursuit of Ecotourism, Biodiversityand Conservation. Netherland:Springer.

Hausler, Nicole dan Strasdas, Wolfgang. 2003. Training Manual For Community Based Tourism. InWEnt, Zschoutau.

Inskeep, Edward. 1991. Tourism Planning: An Integrated and Sustaniable Development Approach. New York : Van Nostrand Reinhold.

Kelompok Tani Satria. 2008. Laporan Tahunan Kelompok Tani Satria.Sidrap

Kelompok Tani Satria.2008. Proposal Kegiatan Kelompok Tani Satria.Sidrap

Kelurahan Bangkae, 2009. Data Monografi.

Lea, John. 1995. Tourism and Development in Third World. London & New York : Routledge

Murphy,Peter. E. 1998. Tourism : A Community Approach. London : Methven.

Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang. RTRW Kabupaten Sidrap 2007 - 2016.

Pemerintah Kelurahan Bangkae. 2008. Data

Pusat Studi Pariwisata UGM dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI. 2005. Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pariwisata. Yogyakarta: Kepel Press

Soekadijo, R.G. 1995. Anatomi Pariwisata: Memahami Pariwisata Sebagai System Linkage. Bandung : Angkasa.

Tampubolon. 1977. Perencanaan Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: Kelompok Penelitian Sosial dan Politik.

World Tourism Organization. 2000. WTO News Issue 2. Madrid.




Copyright © 2016 Journal of Regional and City Planning

Creative Commons License
This work is licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter