Adaptasi Konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) Di Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Semarang

Aurora Dias Lokita

Abstract


Keberadaan Kota Lama Semarang sebagai cagar budaya di Kota Semarang semakin mengkhawatirkan karena adanya persoalan banjir yang disebabkan oleh air pasang maupun curah hujan yang tinggi. Konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) merupakan suatu pendekatan rancang kota dan merupakan bagian dari konsep infrastruktur hijau yang diidentifikasi dapat mengurangi persoalan banjir. Penelitian ini bertujuan mengkaji peluang dan prinsip penerapan konsep WSUD untuk kawasan cagar budaya Kota Lama Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep WSUD dapat diterapkan pada Kota Lama Semarang dengan prinsip-prinsip penerapan yang terbatas. Dalam penerapan WSUD, harus dipertimbangkan komponen rancang kota yang meliputi internal dan eksternal kapling, kondisi fisik kawasan meliputi kapabilitas lahan, tata guna lahan dan ketentuan serta perundangan yang terkait preservasi Kota Lama Semarang. Prinsip utama untuk Kota Lama Semarang yaitu penerapan konsep WSUD tidak boleh merusak fasade bangunan, mengintegrasikan komponen internal dan eksternal kapling untuk menahan air, menambah luas lahan yang tidak diperkeras, mengurangi penggunaan material perkerasan, merancang ulang ruang terbuka agar dapat menampung air dan menggunakan wadah-wadah penampungan air.

Kata kunci: Kota Lama Semarang, WSUD, manajemen air

 

The existence of the Kota Lama Semarang as a culture heritage in Semarang City is increasingly worrisome because of the problems caused by tidal flooding and heavy rainfall. The concept of Water Sensitive Urban Design (WSUD) is an approach to urban design and is part of the concept of green infrastructure that can lessen the problem of flooding identified. This study aims to assess the opportunities and the principles of WSUD for application of the concept of cultural heritage of the Kota Lama Semarang. The results showed that the concept of WSUD can be applied to the Kota Lama Semarang with the principles of limited applicability. In the application of WSUD, should be considered components of urban design which includes internal and external plots, including the physical condition of the land capability, land use laws and regulations related to Kota Lama Semarang preservation. The main principles for Kota Lama Semarang is the application of WSUD concept should not damage the building fasade, integrating internal and external components plot of land to retain water, increase the area of land that is not paved, reducing the use of paving materials, redesign of open space that can hold water and using water storage containers.

Keywords: Old City of Semarang, WSUD, water management

Full Text:

PDF

References


Budihardjo, Eko. 1994. Arsitektur & Kota di Indonesia. Bandung: Penerbit Alumni

Committee on Reducing Stormwater Discharge Contributions to Water Pollution National Research Council. 2009. Urban Stormwater Management in the United States. National Academies Press.

Howard, Ebenezer. 1989. To-Morrow: A Peaceful Path to Real Reform. London: Faber and Faber.

Roychansyah, M.Sani. 2007. Water Sensitive Urban Design. (http://saniroy.archiplan.ugm.ac.id/?p=335 diakses pada 20 Oktober 2009)

Kolam Tawang Tidak Berfungsi Optimal. Semarang: Suara Merdeka (http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/ 24/kot07.htm diakses pada 3 Februari 2010)

Keputusan Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-pulau Kecil No. SK.64A/P3K/IX/2004 tentang Pedoman Mitigasi Bencana Alam di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Undang-undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya

Peraturan Daerah Kota Semarang No. 8 Tahun 2002 Tentang Rencana Tata Bangunan Lingkungan Kota Lama Semarang Tahun 2003

Peraturan Daerah Kota Semarang No. 5 Tahun 2009 tentang Bangunan Gedung

Rachmiyati, Irma. 2006. Arahan Fungsi dan Kegiatan Bangunan Tua/Bersejarah di Kawasan Pusat Kota Bandung. Tugas Akhir Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITB, Bandung

Syarief, Tantowi. 2000. Pengkajian Elemen Rancang Kota Dalam Peningkatan Citra Kawasan Bernilai Sejarah (Studi Kasus : Kawasan Benteng Kuto Besak Palembang). Tesis Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITB, Bandung




Copyright © 2016 Journal of Regional and City Planning

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter