Sistem Informasi Perkotaan: Bagian Dari Manajemen Perkotaan

Roos Akbar

Abstract


Pada saat ini, peran komputer dalam perencanaan kota relatif kurang dibandingkan dengan penggunaannya pada disiplin lain seperti pada bussiness dan engineering (TAJ. Kim, L.L. Wiggins, J.R. Wright, 1990). Lebih banyak buku mengenai sistem informasi untuk akuntansi dibandingkan untuk perencanaan perkotaan. Sebagai salah satu kemungkinan penjelasannya, Dueker (1982) mengutip bahwa the distinctive nature of data used in urban planning-public goods and services- is that they are indivisibie and therefore more difficult to describe discretely for computer processing (Sang Yun Han, Tschangho John Kim, 1990).

Namun dengan perkembangan Sistem informasi Geografis yang berbasiskan komputer lebih dari 25 tahun yang lalu yang kemudian lebih berkembang pesat pada 10 tahun terakhir ini (Roos Akbar, 1993) menyebabkan penggunaan komputer dalam perencanaan menjadi semakin penting dan juga semakin mendesak. Bukan hanya paket-paket analisis numerical (kuantitatif) seperti SPSS, Alloc, Statgraf dan sebagainya, namun penggunaan komputer untuk pemetaan dan analisis keruangan menjadi mutlak. Bukan hanya karena kecepatan dalam proses perhitungan dan analisis, tetapi juga karena konsistensi data yang tersimpan dapat terjaga, proses monitoring dan updating yang mudah dan juga karena kemampuannya dalam menggabungkan dan mengolah data dalam jumlah yang besar.

Perencanaan kota yang pada dasawarsa 70-80-an lebih menitikberatkan pada perencanaan yang 2 dimensi, pada dasawarsa 5363-an ini dihadapkan pada masalah pengembangan atau manajemen perkotaan. Perencanaan yang dulu lebih dititikberatkan pada aspek fisik semata dirasakan kurang dapat memecahkan masalah yang dihadapi secara spesifik oleh suatu kota, termasuk didalamnya kekurangmampuan dalam menggali dan mengembangkan produktivitas perkotaan. Pertumbuhan kota-kota besar yang cenderung semakin meluas bukan lagi merupakan isyu terhadap besaran kota yang optimum, tetapi lebih bergeser pada aspek manajemen perkotaan.

Salah satu bagian terpenting dalam manajemen perkotaan adalah data atau informasi yang dapat menggambarkan keseluruhan kinerja dari suatu perkotaan, sehingga keputusan yang diambil atau kebijaksanaan yang akan diterapkan pada kota tersebut sudah memperhitungkan semua informasi yang ada dan benar. Sistem informasi Perkotaan kemudian. menjadi suatu solusi yang dapat diandalkan untuk menggabungkan antara kecepatan perkembangan kemampuan komputer dalam perencanaan kota baik dari segi analisis numerik maupun analisis keruangan dengan tuntutan untuk dapat melihat aspek perkotaan secara utuh dan lengkap dalam manajemen perkotaan.


Full Text:

PDF

References


Lee, C., Models in Planning. Pergamon Press, 1971

Bourne, Larry S., nternal Structure of the City. Oxford University Press, 1982




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning