Prospek Migrasi ke Kota-Kota Menengah dan Kecil

Hastu Prabatmodjo

Abstract


Desentralisasi dan otonomi yang Iebih besar kepada daerah-daarah, diperkirakan akan semakin memperkuat fungsi dan peranan kota-kota menengah dan kecil, termasuk dalarn proses migrasi. Dari hasil penetitian di Kabupalen Tasikmafaya disimpulkan bahwa kota—kata menengah cukup berarti sebagai tujuan migrasi yang berasal dari dalam kabupaten. Disamping itu juga terdapat petunjuk bahwa kota-kara tersebut sudah berfungsi dengan baik sebagai ruang kehidupan. Hal ini nampaknya mempengaruhi orang untuk bermigrasi keluar, lebih jauh lagi investasi untuk memperluas kesempatan ekonomi yang lebih besar ke kota-kota tersebut, nampaknya memiliki peluang untuk membiaskan arah migrasi yang selama ini banyak menuju kota-kota besar.


Full Text:

PDF

References


Firman, T, (1991):Pengembangan Kota-kota Menengah Dalam Pembangunan Jangka Panjang Ke Dua. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kola, Nomor 2, April: 8-11.

Hugo, G.J., T.H. Hull, VJ. Hull and G.W. Jones. (1987'): The Demographic Dimension in Indonesian Development Oxford: Oxford University Press.

Rondineili. DA. and KRuddle. (1978): Urbanization and Rural Development: A Spatial Policy for Equitable Growth. New York: Praeger.

_____, (1983): National Secondary Cities in Developing Countries: Policy for Diffusing Urbanization. Sage: Beverly Hill.

United Nations Centre tor Human Settlements (Habitat), (1985):

The Role of Small and intermediate Settlements in National Development. Nairobi.

Lembaga Penelitian Perencanaan Wilayah dan Kota-ITB. 1985.

Urban System and Structure. Main Report of NUDS Proiect. Bandung.

____ (199i): Peranan Pusat-pusat Perkembangan Wilayah Dalam Persebaran Penduduk. Laporan Akhir Penelitian Bersama Kantor

Menteri Negara KLH. Bandung.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning