OPTIMALISASI PENGUSAHAAN HIDROELEKTRIK RIAM KANAN DALAM RANGKA MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BAKU SPAM KAWASAN REGIONAL BANJARBARU

Melisa Triandini Maulani, Arwin Sabar

Abstract


Abstrak : Meningkatnya kebutuhan air minum seiring dengan pertumbuhan penduduk Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, provinsi Kalimantan Selatan serta komponen hidrologi yang stokastik mengakibatkan adanya ketidakpastian masa depan dalam pola pengelolaan PLTA Ir.P.M. Noor Waduk Riam Kanan sehingga dengan fungsi utilitas energi listrik harga konstan seperti saat ini, pemenuhan kebutuhan air baku di downstream kurang optimal. Waduk PLTA Riam Kanan di jadikan sebagai alternatif sumber air baku. Alokasi air minum menggunakan debit andalan kering R10-R20 yang bernilai 19,3-27,5 m3/detik. Korelasi debit hasil prakiraan kontinyu dengan debit historis sebesar 0,72 sedangkan korelasi debit prakiraan diskrit markov dengan debit historis sebesar 0,62 sehingga debit prakiraan kontinu dianggap lebih adaptif terhadap debit historisnya. Pengelolaan waduk optimal menggunakan model kontinu memiliki koefisien korelasi sebesar 0,852 terhadap lintasan aktualnya sedangkan menggunakan model diskrit markov sebesar 0,846 sehingga model kontinu terpilih menjadi model pola pengusahaan waduk yang paling optimal untuk untuk kebutuhan air di downstream. Pengelolaan waduk optimal diperhitungkan dengan pengelolaan optimal berdasarkan ketidakpastian masa depan, sedangkan utilitas harga berubah dihitung dengan metode program dinamik Bellman dengan iterasi “Du Coloir”. Untuk diskritisasi volume sebesar 70, 35 dan 10 juta m3 didapatkan gain sebesar 1462,2525, 1207,6640 dan 990,1395; 1463,9817, 1209,8065 dan 996,2856; 1470,1043, 1238,1262 dan 1002,3623. Adapun korelasi untuk diskritisasi 70, 35 dan 10 juta m3 adalah 0,3810; 0,3822 dan 0,4700,membuktikan bahwa semakin besardiskritisasi, semakin besar korelasi yang didapatkan antara St pedoman dan St aktual..

 

Kata kunci : air baku, pengelolaan waduk, deterministik, optimal, program dinamik Bellman

 

Abstract : The increased demand for drinking water along with the population growth of Banjar Regency and Banjarbaru City, South Kalimantan province and stochastical hydrology component resulted in future uncertainty in the management pattern of Riam Kanan Reservoir Ir. P. M. Noor hydropower plant so that with the electric utility function of constant price such as the present, fulfillment of raw water demand in downstream is less than optimal. The Riam Kanan reservoir hydropower plant is used as an alternative source of raw water. Allocation of drinking water uses dry R10-R20 mainstay discharge which is worth 19.3-27.5 m3/second. The discharge correlation results from continuous forecasts with historical debit of 0.72 while the discrete markov forecast debit correlation with historical discharge is 0.62 so that continuous forecasting debits are considered more adaptive to historical debit. Optimal reservoir management using a continuous model has a correlation coefficient of 0.988 on the actual trajectory while using the markov discrete model of 0.902 so that the continuous model is chosen to be the most optimal model of reservoir designation for downstream water needs. Optimal reservoir management is calculated by optimal management based on future uncertainties, while utility price changes are calculated by the Bellman dynamic program method and “Du Coloir iteration. For the discretization of the volume of 70, 35 and 10 Mm3 the gain obtained are 1462,2525, 1207,6640 and 990,1395; 1463,9817, 1209,8065 and 996,2856; 1470,1043, 1238,1262 and 1002,3623. Correlation for discretization of 70, 35, and 10 Mm3 are 0,3810, 0,3822 dan 0,4700, proving that the larger discretization is, the larger correlation between St trajectory dan St actual.

 

Keyword : raw water, reservoir management, deterministic, optimal, Bellman’s dynamic program


Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A. V., & Oginawati, K. (2019). Residue of Organophosphate Insecticide in Strawberry. Research of environmental science and engineering, 1(1), 14-18.

Aprillia, R., & Sabar, A. (2014). Kajian Rezim Hidrologi dan Salinitas DAS Landak-Kapuas dalam Rangka Pengembangan Sumber Air Baku Spam Regional Pontianak-Zona Hujan Equatorial. Jurnal Teknik Lingkungan, 20(2), 183-193.

Blokhin, Andriy (2015): What Is The Utility Function And How Is It Calculated?, data diperoleh melalui situs internet:http://www.investopedia.com/ask/answers/072915/what-utility-function-and-how-it-calculated.asp. Diunduh pada tanggal 17 Mei 2016

Chen, Zhuliang, Peter A. Forsyth (2008): Pricing Hydroelectric Power Plants with/without Operational Restrictions: a Stochastic Control Approach, University of Waterloo.

Dinahkandy, Irma (2015): Optimalisasi Pengelolaan Waduk PLTA Riam Kanan Memenuhi Laju Permintaan Sumber Air SPAM Banjar Bakula – PDAM Intan Banjar Kalimantan Selatan (2010-2030), Tesis Program Magister, Institut Teknologi Bandung.

Etkin, Derek (2009): Utilizing Seasonal Forecasts to Improve Reservoir Operations in the Comoé River Basin, Thesis of Environmental and Water Resources Engineering, TUFTS University.

Kamiana, I.M. (2011): Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan Air, Yogyakarta, Graha Ilmu.

Kamila, N., Wardhana, I. W., & Sutrisno, E. (2016). Perencanaan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan (Ecodrainage) Di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Jurnal Teknik Lingkungan, 22(2), 63-72.

Marselina, Mariana, Arwin Sabar, Indah R.S. Salami, Dyah Marganingrum. (2016): Management Optimization of Saguling Reservoir with Dynamic Programming Bellman and “Du Couloir” Iterative Method, Forum Geografi, 30 (I), 14-23

Pradiko, H., Sabar, A., Soewondo, P., Suryadi, Y., & Jatikusuma, I. (2017). Model Penerapan Drainase Berwawasan Lingkungan Skala Individu di Lahan Permukiman Kawasan Bandung Utara. Jurnal Teknik Sipil, 24(1), 83-90.

Sabar, Arwin (2002): Tren Global Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air yang Berkelanjutan dalam Rangka Diskusi Pakar Perumusan Kebijakan Eco-Efficient Water Infrastructure Indonesia, Direktorat Pengairan dan Irigasi – Bappenas, 2-35.

Sabar, Arwin (2009): Perubahan Iklim, Konversi Lahan dan Ancaman Banjir dan Kekeringan di Kawasan Terbangun. Pidato Ilmiah Guru Besar, ITB Bandung.

Sudradjat, A. (2016). Kajian Awal Penetapan Teknologi Low Impact Development/Green Infrastructure Pada Pengelolaan Limpasan Hujan Menggunakan Sistem Informasi Geografi (Studi Kasus: Das Citarum Hulu Bukan Kota). Jurnal Teknik Lingkungan, 22(2), 92-103.

Triane, D., & Suharyanto, S. (2015). PEMODELAN KUALITAS AIR MENGGUNAKAN MODEL QUAL2K (Studi Kasus: DAS Ciliwung). Jurnal Teknik Lingkungan, 21(2), 190-200.

Villazón, Mauricio F., Patrick Willems (2010): Filling gaps and Daily Disaccumulation of Precipitation Data for Rainfall-runoff model, Procceding at: 4th International Scientific Conference on Water Observation and Information Systems for Decision Support, Ohrid, Republic of Macedonia, BALWOIS, 1-9

Hutagalung, S. E. M., & Sabar, A. (2015). MODEL PRAKIRAAN DEBIT AIR DALAM RANGKA OPTIMALISASI PENGELOLAAN WADUK KEDUNG OMBO. Jurnal Teknik Lingkungan, 21(1), 77-86.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fj.tl.2020.26.1.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.