Analisis Dampak Perubahan Standar Perancangan Struktur Gedung Tahan Gempa terhadap Harga Satuan Bangunan Gedung Negara

https://doi.org/10.5614/jts.2021.28.2.12

Authors

  • Deyza Achrizt Arisintani Institut Teknologi Bandung
  • Khrisna Suryanto Pribadi Institut Teknologi Bandung

Keywords:

Bangunan Tahan Gempa, Gedung Negara, Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN), Standar Perancangan Struktur

Abstract

Abstrak

Saat ini Indonesia telah membuat Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) berdasarkan perbedaan harga satuan dan upah pekerja di berbagai kota di Indonesia. Namun, HSBGN ini belum memperhatikan kebutuhan struktur tahan gempa yang disesuaikan dengan lokasi bangunan dan standar perancangan struktur tahan gempa yang segera akan dirilis pembaharuannya. Maka dari itu, dari penelitian ini penulis membuat dan membandingan Model 1 (HSBGN 2018), Model 2 (HSBGN berdasarkan standar perancangan struktur yang berlaku saat ini), dan Model 3 (HSBGN berdasarkan pembaharuan standar perancangan struktur yang akan segera diluncurkan). Pada Model 2 dan Model 3 dikelompokan menjadi tiga daerah yaitu Daerah A (daerah dengan beban gempa tinggi), Daerah B (daerah dengan beban gempa sedang), dan Daerah C (daerah dengan beban gempa rendah). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai HSBGN pada Model 2 dan Model 3 pada setiap daerah lebih tinggi dari Model 1 (HSBGN 2018) yang menunjukkan pembuatan Model 1 belum memperhitungkan pembebanan gempa dengan baik. Perbedaan nilai dari Daerah A, Daerah B, dan Daerah C juga menunjukkan kebutuhan struktur yang berbeda-beda di Indonesia sehingga tidak bisa disamaratakan volume pekerjaannya, terutama pada pekerjaan penulangan. Nilai pada Model 3 menunjukkan peningkatan dari Model 2 maka perubahan standar perancangan struktur membuat biaya meningkat dari standar sebelumnya.

Kata-kata kunci: Bangunan tahan gempa, standar bangunan tahan gempa, gedung negara, harga satuan bangunan gedung negara (HSBGN), standar perancangan struktur.

Abstract

Currently Indonesia has made Unit Price Standard of State Building (HSBGN) based on differences in unit prices and workers' wages in various cities in Indonesia. However, it has not been adjusted to the needs of structures based on the location and structural design standards that will be released soon. Therefore, from this study the authors make and compare Model 1 (2018 HSBGN), Model 2 (HSBGN based on current structural design standards), and Model 3 (HSBGN based on renewal of structural design standards). In Model 2 and Model 3 grouped into three regions namely Region A (areas with high earthquake loads), Region B (areas with moderate earthquake loads), and Regions C (areas with low earthquake loads). The results of this study indicate that the HSBGN value in Model 2 and Model 3 in each area is higher than Model 1 (HSBGN 2018) which shows that the Model 1 has not taken into account earthquake loading properly. The difference in scores from Region A, Region B, and Region C also shows different structural needs in Indonesia so that the volume of work cannot be generalized, especially in the reinforcement work. The value in Model 3 shows an increase from Model 2, so changes to the structural design standards make costs increase from the previous standard.

Keywords: Earthquake resistant building, earthquake resistant building standard, state building, structural design standard, unit price standard of state building.

 

References

Abduh,M., dan Kurniawan,B., 2008, Model Perhitungan Harga Satuan Tertinggi Bangunan Gedung Negara, Prosiding dari Konferensi Nasional Teknik Sipil 2 - Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia, Juni 6-7.

Fauzan, Kurniawan, R., Mashelvia, R., 2018, Pengaruh Beban Gempa Berdasarkan Peta Sumber Dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 Terhadap Respon Struktur Gedung Rusunawa Universitas Andalas, Prosiding PIT Ke-5 Riset Kebencanaan IABI - Universitas Andalas, Padang, Indonesia, Mei 2-4.

Imran, I., dan Hendrik, F., 2016 Perencanaan Lanjut Struktur Beton Bertulang, ITBPress, Bandung

Indarto, H., Hermawan, F., 2017, Mekanisme Kebijakan Standar Ketahanan Gempa Baru Pada Bangunan, Jurnal Teknik, 38 (2), 2017, 103-112

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara

Rainayana, S., 2018, Perancangan Struktur Tahan Gempa Proyek Gedung Graha Gatsu di Jakarta Selatan, Thesis, Indonesia : Institut Teknologi Bandung.

RSNI 2847-201X, Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung dan Penjelasannya

RSNI 1726-201X, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung

RSNI 1727-201X, Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain

SNI 2847-2013, Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung

SNI 1726-2012, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung

SNI 1727-2013, Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain

Sutjipto, S., dan Sumeru, I., 2018, Perbandingan Spektrum Respons Desain RSNI 1726:2018 dan SNI 1726:2012 Pada 17 Kota Besar di Indonesia, Prosiding dari Konferensi Nasional Teknik Sipil 12, Batam, Indonesia, September 18-19.

Published

2021-09-03