Studi Sistem Penyediaan Air Baku di Kawasan Industri Park Kabupaten Morowali

https://doi.org/10.5614/jts.2021.28.2.7

Authors

  • I Wayan Sutapa University Tadulako
  • M. Galib Ishak University Tadulako

Keywords:

Air Baku, FJ. Mock, Epanet, Neraca Air

Abstract

Abstrak

Dengan adanya kawasan industri di Kabupaten Morowali maka diperlukan penyediaan air untuk mendukung industri tersebut dan masyarakat sekitarnya. Studi ini bertujuan untuk membuat sistem penyediaan air baku dengan kajian hidrologi dan hidrolika sehingga air bisa mengalir dari intake dan sampai ke daerah layanan secara gravitasi. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan seperti: data hidroklimatologi, peta DAS, peta topografi, dan kependudukan. Analisis yang dilakukan meliputi: proyeksi jumlah penduduk dengan Metode Geometrik, kebutuhan air dari pedoman kriteria penyediaan air bersih, ketersediaan air dengan Metode FJ. Mock dan simulasi pipa dengan Epanet. Hasil dari studi ini berupa debit andalan 830 lt/dt (terkecil) dan 6607 lt/dt (terbesar), sedangkan kebutuhan airnya terbesar 57,51 lt/dt. Ini mengindikasikan air tercukupi sepanjang tahun. Hasil simulasi Epanet didapatkan pada WTP/(Reservoir) Makarti terdapat tinggi tekan 6,56 m; Reservoir rusunawa 9,0 m dan Reservoir Bete-Bete 5,29 m dari elevasi tanah masing-masing. Artinya air dapat mengalir secara gravitasi ke daerah layanan. Panjang dan diameter pipa yang digunakan adalah: dari intake-WTP: Ø400 mm, L = 2530 m; WTP-patok A49: Ø400 mm, L = 2765 m; patok A49-Rusunawa: Ø250 mm, L = 4805 m; patok A49-Bete-Bete: Ø150 mm, L = 2569 m; WTP-Makarti: Ø150 mm, L = 168 m.        

Kata kunci: Air baku, FJ. mock, epanet, neraca air.

Abstract

With the existence of an industrial area in Morowali Regency, it is necessary to provide water to support the industry and the surrounding community. This study aims to create a raw water supply system with hydrological and hydraulic studies so that water can flow from the intake and reach the service area by gravity. The methods used include data collection such as: hydro-climatological data, watershed maps, topographic maps, and population. The analysis includes: population projection using the Geometric Method, water needs from the guidelines for clean water supply criteria, water availability using the FJ Mock method and simulations with Epanet. The results of this study are the dependable discharge of 830 l/s (smallest) and 6607 l/s (largest), while the largest water requirement is 57.51 l/s. This indicates sufficient water throughout the year. Based on the epanet simulation results, it is obtained that at the WTP / Makarti Reservoir there is a pressure height of 6.56 m; Reservoir Rusunawa 9.0 m and Reservoir Bete-Bete 5.29 m from the ground elevation respectively. This means that water can flow gravity into the service area. The length and diameter of the pipe used are: from the intake-WTP: Ø400 mm, L = 2530 m; WTP- A49: Ø400 mm, L = 2765 m;  A49-Rusunawa: Ø250 mm, L = 4805 m; A49-Bete-Bete: Ø150 mm, L = 2569 m; WTP-Makarti: Ø150 mm, L = 168m.

Key words: Raw water, FJ. mock, epanet, water balance.

 

References

Asta, 2018. Analisis Kebutuhan Air Bersih Dan Distribusi Jaringan PDAM Persemaian Kota Tarakan (Studi Kasus Kecamatan Tarakan Barat). Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 2(1), pp. 61-68.

DPU, 1996. Kriteria Perencanaan Air Baku, Jakarta: Dirjen Cipta Karya.

Gupta, R. S., 1989. Hydrology and Hydraulic Systerm. London: Frentice Hall.

Hadisusanto, N., 2011. Aplikasi Hidrologi. Malang(Jawa Timur): Jogja Mediautama.

Lily Montarcih Limantara, 2009. Hidrologi Teknik Sumber Daya Air. Malang: Citra.

Lily Montarcih Limantara & Whima Regianto Putra, 2016. Analisa Keandalan Tampungan Waduk di Embung Tambak Pocok Bangkalan. Jurnal Teknik Sipil, 23(2), pp. 127-134.

Meylis Safriani, Alfiansyah Yulianur & Azmeri, 2016. Analisis Pengaruh Intersepsi Lahan Kelapa Sawit terhadap Ketersediaan Air di Kabupaten Nagan Raya (Studi Kasus pada Sub DAS Krueng Isep). Jurnal Teknik Sipil, 23(2), pp. 135-144.

Mock, F., 1973. Land Capability Appraisal and Water Availability Appraisal, Bogor, Indonesia: FAO.

Soemarto, C., 1987. Hidrologi Teknik. Surabaya: Usaha Nasional.

Sutapa, I. W., 2015. Studi Pemenuhan Air Baku di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Denpasar, Bali, s.n.

Sutapa, I. W., Saparuddin & Wicana, S., 2020. Sensitivity of methods for estimating potential evapotranspiration to climate change. Malang, Indonesia, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, pp. 1-9.

Tirta, D., 2016. Perencanaan Peningkatan Kapasitas Produksi Air Bersih Ibukota Kecamatan Nuangan. Jurnal Sipil Statik, 4(8), pp. 481-490.

Yahya, L. D. N., 2019. Studi Penyediaan Air Bersih di Desa Bulotalangi Timur Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Radial, 7(2), pp. 136-152.

Yermia Kumaat Tumanan, Alex Binilang & Isri R. Mangangka, 2017. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Uuwan Kecamatan Dumoga Barat Kab. Bolaang Mangondow. Jurnal Sipil Statik, 5(4), pp. 225-235.

Zulkipli, Widandi Soetopo & Hari Prasetijo, 2012. Analisis Neraca Air Permukaan DAS Renggung untuk memenuhi Kebutuhan Air Irigasi dan Domestik Penduduk Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Teknik Pengairan, 3(2), pp. 87-96.

Published

2021-09-03