Ragam Hias “Sepak Bola” pada Pakaian Batik: Antara Komodifikasi dan Estetika

Michael H.B. Raditya

Abstract


Dewasa ini, perkembangan batik semakin masif dalam keberadaannya. Di satu sisi eksistensinya semakin terjaga, di sisi lain terjadi perubahan pada batik. Dua tahun terakhir, Pakaian Batik dengan ragam hias sepak bola muncul, dan menjadi komoditas lain oleh para perajin batik. Kemunculan batik cetak dengan ragam hias sepak bola ini turut memancing pro dan kontra dalam keberadaannya. Persoalan estetika dan komodifikasi muncul terkait tujuan dari perubahan ini. Terlebih mempertanyakan esensi dan eksistensi dari batik tersebut. Pada artikel ini, pakaian batik dengan ragam hias sepak bola akan ditelaah berdasarkan esensi dan perubahan. Pembahasan esensi pada batik akan ditelaah dengan estetika dan komodifikasi. Hal ini dimaksudkan untuk melihat esensi dari ragam hias sepak bola pada batik tersebut. Telaah yang didapat, bahwasanya pada batik ragam hias sepak bola lebih mengedepankan komodifikasi dibanding estetika batik itu sendiri. Telaah ini menjadi refleksi terhadap masyarakat atas batik secara khusus, dan seni secara umum.

Kata kunci: batik; sepak bola; perubahan; komodifikasi; estetika.

“Football” Patterns on Batik Shirts: Between Commodification and Aesthetic

Nowadays batik is going through a massive development in its existence. On the one hand its position has become stronger, but on the other hand its character is changing. About two years ago, a batik football pattern gained popularity and was adopted as a commodity by batik artisans. The football pattern had positive and negative effects on batik. Issues of aesthetics and commodification emerged as a result of this development. Moreover, it put the essence and character of batik itself into question. In this research, the batik football pattern was investigated in relation to the essence of batik and the way it has been affected. The essence of batik was particularly analyzed from the perspective of its aesthetics and commodification, with the aim to find out how they were influenced by the football pattern. The conclusion of the research was that the batik football pattern has put more emphasis on the commodification of batik in stead of its aesthetics. This analysis shows how batik specifically and art in general are influenced by society.

Keywords: batik; football; changed; commodification; aesthetic.


Full Text:

PDF

References


Krevitsky, N., The Art of Batik Today. Art Education, 17(8) Nov. 1964, pp. 33-35, 1964.

Kuntowijoyo, Penjelasan Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2008.

Hidayat & Widjanarko, Reinventing Indonesia: Menemukan Kembali Masa Depan Bangsa, Jakarta: Mizan, 2008.

Honggopuro, K., Bathik sebagai Busana dalam Tantangan dan Tuntutan. Surakarta: Yayasan Peduli Karaton Surakarta Hadiningrat, 2002.

Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka, 1994.

Rouffaer, G.P. & Juynboll, H.H., De Batikkunst in Nederlandsch-Indie en Haar Geschiedenis, Jilid I-II, Utrecht: Oosthoek, 1914.

Haryono, T., Seni Pertunjukan dan Seni Rupa dalam Perspektif Arkeologi Seni, Surakarta: ISI Press Solo, 2008.

Shadily, H., Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1990.

Suyanto, A.N., Sejarah Batik Yogyakarta, Yogyakarta: Rumah Penerbitan Merapi, 2002.

Syafrina, F., Pemanfaatan Teknik dan Desain Batik dalam berbagai Media serta Pemanfaatannya, Jakarta: Fakultas Seni Rupa IKJ, 1996.

Sri Sultan Hamengku Buwana X, ‘Pengantar’ dalam Sekaring Jagad Ngayogyakarta Hadiningrat, Jakarta: Himpunan Pecinta Kain Batik dan Tenun Wastraprema, 1990.

Ismadi, Seni Kerajinan Batik Bayat Klaten Antara Tahun 1990-2010, Tesis, Program Pascasarjana Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada, 2010.

Laksmi, V.K.P., Bentuk Fungsi dan Makna Simbolis Motif Kain Batik Sidomukti Gaya Surakarta, Tesis, Program Pascasarjana Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada, 2008.

Gustami, S.P., Studi Komparatif Gaya Seni Yogya, Solo, Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia, 2000.

Sumardjo, J., Estetika Paradoks, Bandung: Sunan Ambu Press, 2010.

Kapferer, B. & Hobart, A., Aesthetic in Performance, New York: Berghagn Books, 2005.

Kant, I., Critique of the Aesthetical Judgment, dalam W.E. Kennict, Art and Philosophy Reading in Aesthetics, New York: St. Martins Press, 1979.

Eagleton, T., The Ideology of The Aesthetic, Cambridge: Basil Blackwell, 1990.

Hauskeller, M., Seni- Apa itu?, Yogyakarta: Kanisius, 2015.

Appadurai, A., Gastro-Politics in Hindu South Asia, dalam American Ethnologist, 8(3), pp. 494–511, 1981.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fj.vad.2016.7.2.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                       

 

 

View My Stats