Kain Songket Palembang dengan Penerapan Teknik Batik sebagai Produk Fesyen

Nadina Sukma Salim

Abstract


Minimnya perkembangan motif Songket Palembang dan menghadapi kemunculan ‘songket’ mesin yang harga jualnya jauh lebih murah membuat beberapa pengrajin tenun songket asli menggunakan material alternatif, seperti sutera campuran, benang emas campuran, dan lain-lain untuk tetap bertahan. Semaraknya tren batik di Indonesia sejak UNICEF menetapkan batik sebagai warisan tak benda asli Indonesia, namun banyak masyarakat dalam dan luar Palembang yang tidak kenal dengan Batik Palembang. Kenyataannya, karena ketidakpahaman ini dan karena sisi ekonomis menyebabkannya sebagian masyarakat terpaksa memilih tekstil hasil industri pabrik dibanding karya asli daerah. Akhirnya, kepentingan untuk mempopulerkan motif batik Palembang yang mulai terlupakan juga menjadi kepentingan penelitian ini, selain kebutuhan akan variasi baru kreasi kain Songket Palembang. Hubungan dengan Cina dan India memberikan pengaruh dalam beberapa ragam hias dan warna pada kain Songket Palembang. Kesultanan Palembang Darussalam membeli benang emas dari Cina untuk ditenun menghiasi Songket Palembang sebagai pakaian  mewah kalangan bangsawan wanita. Berdasarkan kuantitas benang dan motif yang diterapkan di dalamnya, kain songket berbeda bagi golongan penggunanya. Diketahui, sebagai komoditi dagang dari Jawa, batik juga dikenakan oleh masyarakat Palembang. Motif-motif tertentu digemari dan menjadi ciri khas motif Palembangan hingga kini. Batik Palembang tidak dibuat di Palembang melainkan di Pesisir Jawa. Oleh karena itu, motifnya merupakan paduan ragam hias flora fauna Palembang dan corak songket selain motif India dan daerah pembuatnya. Akhirnya, salah satu solusi yang ditawarkan untuk keragaman variasi ini adalah menerapkan teknik batik di atas permukaan kain Songket Palembang sebagai salah satu cara menghias permukaan kain. Penerapan ini dapat dilakukan karena kain terbuat dari benang sutera alam. Menggunakan mode kualitatif, data-data didapat melalui literatur, wawancara dan observasi non partisipatoris di tempat pengrajin songket dan batik. Menggunakan metode triangulasi data didukung pendekatan berbagai disiplin terkait untuk menghasilkan karya eksperimentatif, penelitian ini bertujuan untuk memberikan variasi baru pada kain Songket Palembang dengan penerapan teknik batik di atasnya, sebagaimana belum pernah ada yang pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya. Proses berkarya dimulai dari perancangan yang mengangkat motif-motif batik Palembang mengikuti estika karya Palembang yang repetitif dan geometris terukur. Hasilnya teknik batik dapat diterapkan di atas permukaan kain songket dengan memperhatikan jenis pewarna batik yang cocok untuk selanjutnya diterapkan sebagai produk fesyen.

Kata Kunci: Batik Palembang; penerapan; ragam hias; Songket Palembang; variasi.

Kain Songket Palembang with Batik Technique Implementation for Fashion Product

Less variation on motifs and facing the low cost production of machine woven Songket has make the Songket Palembang crafters are trying to use alternative materials, like synthetic silk, cheap threads et cetera. In the middle of the batik trend in since UNICEF announced Batik as intangible heritage from Indonesia, many people inside and outside Palembang do not know about what is Batik Palembang. Sadly, lack of knowledge about this, the community tends to choose machine woven textiles upon their own traditional folk art such as hand woven textiles. Therefore, reintroducing Palembang batik that is almost forgotten and the need for a new variation in kain Songket Palembang creation become one of the goals in this research. Songket has influences from China and India especially its color and motifs. A rich city as Palembang in the past has made its Kingdom can afford to buy gold threads from China to decorate Songket as the cloth for their royal women costume. The users are ranked divided to its quality and the motifs of the Songket. At the same time, batik is also used by Palembang citizens for it was known as trading matters. The Palembangan motifs had a lot of absorbance from not only floral and animals of Palembang, songket motifs, but also from Indian and places where they are made in Pesisir Jawa. One of the solutions offer is by implementing batik technique upon kain Songket Palembang. As an act of decorating cloth surface, this technique is surely can be done for this textille is made of silk thread. Using a qualitative mode, the data were collected through literatures, interviews and non-participate observation at Songket Palembang and Batik crafters’ studios. With multidiscipline approaches for inspiration in creating the artworks, the datas were united for their analysis. The artwork process began by researching the aesthetical matters from Palembang to the designs for developing Batik motifs. The result is Batik technique can be implemented to the Songket survace with the adequate batik dyeing technique into become a suitable fashion product. Aiming to give a new variation, this will give a new look on Songket Palembang which none has ever done it before.

Keywords: Batik Palembang; implementation; ornaments; Songket Palembang; variations.


Full Text:

PDF

References


Syarofie, Y., Songket Palembang, Nilai Filosofis, Jejak Sejarah dan Tradisi, Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, 2007.

Australian National Gallery, http://cs.nga.gov.au/Detail-LRG.cfm?IRN= 92289 (9 Febuari 2015).

Maxwell, R., Textiles of Southeast Asia. Periplus Editions (HK) Ltd. Australia, 2003.

Kartiwa, S., Kain Songket Indonesia = Songket Weaving in Indonesia, Djambatan, Jakarta, 1996.

Efrianto A., Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Songket Palembang di Sumatera Selatan, BPSNT Padang Press, Padang, 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fj.vad.2016.7.2.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                       

 

 

View My Stats