Urban Paranoia II

Rendy Pandita Bastari, Aminudin T.H. Siregar

Abstract


Abstrak. Kriminal adalah masalah yang sulit untuk dipecahkan, di negara yang paling aman pun masih terjadi kasus kriminal, inilah mengapa kriminal adalah kasus yang hampir mustahil untuk dipecahkan. Kriminal adalah sesuatu yang membahayakan kita karena mengancam kita secara materi dan juga secara mental. Ketika berita menenai kriminal tersebar memalui kecepatan informasi media massa, maka informasi tersebut secara tidak langsung menjadi sebuah teror. Teror disini tentu saja bersifat imajinatif, artinya apa yang kita takuti adalah ketakutan kita sendiri, singkatnya kriminal membuat kita semua paranoid secara tidak sadar. Untuk mengatasi masalah personal ini penulis menemukan seni sebagai sesuatu yang bersifat terapeutik, yakni pengalihan enerji alam bawah sadar kepada sesuatu yang lebih berguna. Sebagai salah satu yang mengalami teror berita kriminal tersebut. penulis ingin merepresentasikan fenomena tersebut, maka penulis akan membuat karya seni berdasarkan dari unsur piktorial konten media massa, yakni menggunakan foto-foto berita kriminal dari media massa (elektronik maupun cetak) yang representatif di kota Bandung. Dengan foto-foto tersebut penulis akan menambahkan figur simbolik dari kebudayaan Indonesia dengan metode yang juga bersifat imajinatif dan kompulsif yakni drawing secara digital.

Kata kunci: digital; drawing; kriminal, seni, terapeutik; teror.

Urban Paranoia II

Abstract. Crime is a difficult problem to solve. Even the safest countries experience crime, this is why crime is almost impossible to abolish. Crime is something that endangers us because it threatens us materially and mentally. When a crime story spreads with the speed of mass media's information, that information implicitly becomes a terror. The terror in this case, of course, is imaginative. In other words, what we fear is fear itself. In short, crime unconsciously makes us paranoid. To resolve this personal problem, the authors found art as something therapeutic, i.e. a diversion of our unconscious energy to something more beneficial socially and personally. As some of many experiencing the terror of the crime stories, the authors want to represent the phenomenon. The author, therefore, would like to create an artwork based on mass media's pictorial content, using published crime stories’ photos from representative mass media in Bandung. With these photos, the authors will add a symbolic figure from Indonesian's culture with an imaginative and compulsive method, namely digital drawing.

 Keywords: art; crime; digital; drawing; therapeutic; terror.


Keywords


digital; drawing; kriminal, seni, terapeutik; teror

Full Text:

(PDF)

References


Alwisol, Psikologi Kepribadian, Ummpress, Malang, 2009.

Brodie, R., Virus of The Mind, Hay House, 1996.

Dexter, E., Vitamin D: New Perpectives In Drawing, Phaidon Press Ltd. London, 2014.

Marx, Melvin. Introduction To Psychology : Problems, Procedures and Principles, Macmillan Publishing Co., Inc., New York, 1976.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fj.vad.2017.9.1.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                       

 

 

View My Stats