Hibriditas Medium pada Film Opera Jawa Karya Garin Nugroho sebagai Sebuah Dekonstruksi

Riksa Belasunda, Acep Iwan Saidi, Iman Sudjudi

Abstract


Di tengah penyeragaman ide, gagasan, pesan, dan estetika pada film-film nasional, menarik menjadikan film Opera Jawa karya Garin Nugroho sebagai obyek penelitian sekaligus menjadi alasan kenapa penelitian ini dilakukan. Penelitian ini sebagai upaya peningkatan peran aktif produktif penonton dalam memahami dan memaknai teks film. Dengan fokus bagaimana pesan dan makna tersebut dibaca melalui elemen-elemen visual teks film yang dikonstruksi oleh keragaman penggunaan medium. Penelitian dilakukan dengan pendekatan estetika posmodern melalui metode semiotika dengan teknik deskriptif interpretatif. Membongkar struktur kode bahasa film, melalui analisis struktur dramatik naratif dan unsur pembentuk film, yang berkaitan dengan aspek non-verbal berupa tanda-tanda elemen visual dan gerak pada shot film. Elemen-elemen tersebut dikonstruksi oleh pilihan medium ungkap yang menjadi gaya ungkap (ekspresi) sineas dalam menyampaikan pesannya. Ekspresi sineas dalam menyampaikan ide gagasan, dan konsep tersebut, berupa idiom estetik parodi, dengan pelencengan makna, eksplorasi medium (hibriditas medium), dan gaya ungkap, sebagai kritik atau sindiran atas bentuk yang dijadikan rujukan. Lewat film ini, Garin Nugroho melakukan dekonstruksi terhadap tokoh-tokoh, ruang, pesan dan makna, serta narasi dari epik Ramayana karya Walmiki yang menjadi rujukannya. Merefleksikan persoalan gender, feminisme, dominasi maskulinitas, dominasi kekuasaan, pertentangan kelas, dan kapitalisme.

Kata kunci: hibriditas medium; semiotika film postmodern; dekonstruksi.

In the midst of the ideas, concepts, messages, and aesthetics uniformity at national films, it is interesting to make Opera Jawa movie by Garin Nugroho the object of study. That is the reason why the study was conducted. The research was an effort to improve the audience's productive and active role in understanding and interpreting the subtitles by focusing on how to read the message and meaning through subtitles constructed by the diversity of the medium use. The study conducted with the postmodern aesthetic approach through semiotic method with descriptive interpretive technique dismantles the structure of the film code language through the analysis of narrative and dramatic structure-forming elements of the film. It deals with aspects such as non-verbal signs of visual elements and movement in the film shot. These elements are constructed by the medium expression choice of the filmmaker in delivering his message. The filmmaker delivers his criticism or satire through swerved meaning and medium exploration (medium hybridism). Through this film, Garin Nugroho deconstructed the figures, space, message and meaning, as well as the narrative of the epic Ramayana by Walmiki as a reference. It reflects gender issues, feminism, masculinity domination, class warfare, and capitalism.

Keywords: medium hybridity; postmodern films Semiotics; deconstruction.


Full Text:

PDF

References


Widaryanto, FX. 2005. Kritik Tari: Gaya, Struktur, dan Makna, Bandung: Penerbit Kelir.

Piliang, Y.A. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna, Yogyakarta: Jalasutra.

Ellya, Z. 2003. Kajian Desain Terhadap Hibriditas dalam Gaya Jilbab di Indonesia: Tesis Magister Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Walker, J.A. & Chaplin, S. 1997. Visual Culture: An Introduction, Manchester: Manchester University Press.

Barker, C. 2009. Cultural Studies, Teori dan Praktik, Penterjemah: Nurhadi, Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Danesi, M. 2004. Pesan, Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi, Penterjemah: Evi Setyarini dan Lusi Lian Piantari, Yogyakarta: Jalasutra.

Wija atau Bija, Yayasan Bali Galang, http://www.babadbali.com/ canangsari/bija.htm (20 February 2012).

Soeradiredja, D.M.A., A-Z Menyingkap Makna Simbol Kuno. http://sosbud.kompasiana.com/2011/03/30/a-z-menyingkap-makna-simbol-kuno-352783.html (20 February 2012).

Darmaprawira, S. 2002. Warna: Teori dan Kreativitas Penggunaannya, Edisi ke-2, Bandung: Penerbit ITB.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fitbj.vad.2014.6.2.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.