INSTRUMEN KECEPATAN TENDANGAN PENCAK SILAT BERBASIS TEKNOLOGI

Nurul Ihsan, Yulkifli Yulkifli, Yohandri Yohandri

Abstract


Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum tersedianya instrumen kecepatan tendangan pencak silat yang berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan instrument kecepatan tendangan berbasis teknologi. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang menghasilkan desain rancangan instrumen yang telah teruji secara empiris. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan mengadopsi model Borg and Gall. Hasil uji reliabilitas yang menggunakan teknik test and retest, yaitu 0.671 pada kelompok sampel kecil (sample 14 orang) dan 0.746 pada kelompok sampel besar (sampel 32 orang) diperoleh hasil memiliki kriteria yang “kuat”. Pengembangan norma instrumen melibatkan 382 orang sampel dengan kategori atlet dewasa. Kategori terdiri atas Baik Sekali (Putera < 0.31, Puteri < 0.36), Baik (Putera 0.32-0.39, Puteri 0.37-0.43), Sedang (Putra 0.40-0.48, Puteri 0.44-0.50) Kurang (putera 0.49-0.57, Puteri 0.51-0.57) Kurang Sekali (Putera > 0.57, Puteri > 0,57) Hasil analisis Ini menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi tinggi, dan layak dipergunakan sebagai instrumen kecepatan tendangan pencak silat.


Keywords


Instrumen, Kick, Pencak Silat

Full Text:

PDF

References


Ajay M. Gavkare. At all. (2013). Auditory Reaction Time, Visual Reaction Time and Whole Body Reaction Time in Athletes. Journal Of Indian Medical Gazete: Vol 1 Juni 2013

Bompa,.Tudor Periodization (1999). Theory and methodology of training 4th edition. New York: Kendal/hunt Publishing Company.

Corbin, Charles B. Ruth Lindsey. (2007). Fitnes For Life. United States of America Human Kinetics.

David G. Watts. At al. (2012). The efficacy of a four-week intervention of complex training on power Development in elite junior volleyball players. Australia: Journal of Australian Stranght dan Conditioning. Volume 20, Issue 2 June 2012

E. van der Kruk. Et all. (2016). Wireless instrumented klapskates for long-track speed skating. Sports Eng (2016) 19:273–281. DOI 10.1007/s12283-016-0208-8

Hamill,. Joseph, Knutzen K M (2009) Biomechanical Basiss of Human Movement Tridh Edition. Champaigh, IL: Human Kinetics.

Hariyono, Awan. (2017) Developing a Performance Assessment of Kicks in The Competition Category of Pencak Silat Martial Arts. The Journal of Educational Development. JED 5 (2) (2017) 224 -237. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jed

Knoop M et.al. (2013). Evaluation of a specific reaction and action speed test for the soccer goalkeeper. Journal Strength and Conditioning Research. 2013 Aug;27(8):2141-8. doi: 10.1519/JSC.0b013e31827942fa.

Macovei sabina, lambu elena-andreea, lambu ioana-sorina. (2013). Study about the reaction time relation to sports performance in karate do. Ovidius university annals, series physical education and sport / science, movement and health. Vol. Xiii, issue 2 supplement, 2013, Romania

Ihsan N, Yulkifli, Yohandri. (2017). Development of Speed Measurement System for Pencak Silat Kick Based on Sensor Technology. International Conference on Recent Trends in Physics 2016 (ICRTP2016) IOP Publishing. Journal of Physics: Conference Series 755(2016)011001 doi:10.1088/1742-6596/755/1/011001

Pavol Horička, at all. (2014). The relationship between speed factors and agility in sport games. Faculty of Education. University of Alicante: Journal Of Human Sport&Exercise Volume 9 Issue 1 2014

Syafruddin. (2012). Ilmu Kepelatihan Olahraga, Teori Dan Aplikasinya Dalam Pembinaan Olahraga. Padang: UNP Perss




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fsostek.itbj.2018.17.1.12








View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.