FILM INDIE SEBAGAI MEDIA PENUNJANG KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.1

Authors

  • Rangga Saptya Mohamad Permana Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
  • Lilis Puspitasari Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
  • Sri Seti Indriani Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Keywords:

Aceh, film, indie, media

Abstract

Film merupakan media komunikasi yang amat lekat dengan kehidupan manusia. Dalam konteks manajemen produksi film, terdapat konsep major label (film yang mengutamakan aspek ekonomi) dan indie label (film yang mengutamakan idealisme). Di Nanggroe Aceh Darussalam, film indie menjadi salah satu media informasi dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tujuan riset ini adalah untuk mengungkap fenomena film indie yang berperan sebagai media penunjang kehidupan sosial-budaya di Nanggroe Aceh Darussalam. Riset ini menggunakan metode studi kasus bersifat deskriptif dengan data yang berjenis kualitatif. Hasil riset menunjukkan film indie dokumenter nonfiksi di Aceh digunakan sebagai media advokasi, literasi informasi, dan sosialisasi masyarakat Aceh, sedangkan film indie fiksi komersial di Aceh digunakan sebagai media hiburan dan pelepas stres masyarakat Aceh.

 

Film is a communication medium that is very closely related to human life. In the context of film production management, there is a concept of major labels (films that prioritize economic aspects) and indie labels (films that prioritize idealism). In Nanggroe Aceh Darussalam, indie films became one of the media of information and entertainment for all levels of society. The purpose of this research is to uncover the phenomenon of indie film that acts as a medium to support socio-cultural life in Nanggroe Aceh Darussalam. This research uses descriptive case study with qualitative data. The research results show that non-fiction documentary indie films in Aceh are used as a medium for advocacy, information literacy, and the socialization of Acehnese society, while commercial fiction indie films in Aceh are used as entertainment and stress relief media for Acehnese

References

Aceh Documentary: Profil. (2017). Retrieved January 21, 2019, from acehdocumentary.com website: http://acehdocumentary.com/profil/

Ayawaila, G. R. (2017). Dokumenter: Dari Ide Hingga Produksi (3rd ed.). Jakarta: FFTV-IKJ Press.

Bajari, A. (2015). Metode Penelitian Komunikasi: Prosedur, Tren, dan Etika. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Bungin, B. (2011). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya (2nd ed.). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Friedman, L. D., Desser, D., Kozlaff, S., Nochimson, M. P., & Prince,

S. (2014). An Introduction to Film Genres. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Ibrahim, I. S., & Iriantara, Y. (2017). Komunikasi yang Mengubah Dunia: Revolusi dari Aksara hingga Media Sosial (Ensiklopedia Teknologi Komunikasi). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Iskandar, R. Y., & Sumbi, D. (2012). Citra Perempuan Sunda di Dalam Karya Sastra dan Film. Jurnal Sosioteknologi, 26(11), 97–104.

Lyons, S. (2012). Indie Film Producing: The Craft of Low Budget Filmmaking. Waltham: Focal Press.

Montagu, I. (1964). Film World: A Guide to Cinema. Harmondsworth: Penguin Books.

Nasrullah, R. (2018). Riset Khalayak Digital: Perspektif Khalayak Media dan Realitas Virtual di Media Sosial. Jurnal Sosioteknologi, 17(2), 271–287.

Patz, D. (2010). Film Production Management 101: Management and Coordination in A Digital Age. Los Angeles: Michael Wiese Productions.

Pemerintah Aceh | Geografis Aceh. (2016). Retrieved January 21, 2019, from acehprov.go.id website: https://www.acehprov.go.id/profil/read/2014/01/30/11/geografis-aceh.html

Prasanti, D., & Indriani, S. S. (2018). Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Sistem e-Health alodokter.com. Jurnal Sosioteknologi, 17(1), 93–103.

Putri, I. P. (2013). Mendefinisikan Ulang Film Indie: Deskripsi Perkembangan Sinema Independen Indonesia. Jurnal Komunikasi Indonesia, 2(2), 119–128.

Siregar, H. A. A. (2011). Kontribusi Teori Interpretasi Psikoanalisis dan Hermeneutik terhadap Proses Analisis/ Pengkajian Film. Jurnal Sosioteknologi, 23(10), 1077–1092.

Watson, P. (2012a). Approaches to film genre – Taxonomy/Genericity/Metaphor. In B. Nicholls & J. Nelmes (Eds.), Introduction to Film Studies (Fifth edit, pp. 187–208). Oxon: Routledge.

Watson, P. (2012b). Star Studies: Text, Pleasure, Identity. In B. Nicholls & J. Nelmes (Eds.), Introduction to Film Studies (Fifth edit, pp. 167–185). Retrieved from http://www.qut.eblib.com.au/patron/Read.aspx-?p=958440&amp

Zein, D., & Wagiati. (2018). Bahasa Gaul Kaum Muda sebagai Kreativitas Linguistis Penuturnya pada Media Sosial di Era Teknologi Komunikasi dan Informasi. Jurnal Sosioteknologi, 17(2), 236–245.

Wawancara:

Azhari (Ayi) dan Jamaluddin Phonna (Jamal) (Yayasan Aceh Documentary/A-Doc; 16-19 April 2018).

Syekh Ghazali (Ghazali) (Kasga Record;17 April 2019)

Published

2019-10-16

Issue

Section

Articles