Acta Pharmaceutica Indonesia https://journals.itb.ac.id/index.php/acta <a href="https://journals.itb.ac.id/index.php/acta"><img class="imgdesc" src="https://journals.itb.ac.id/public/site/images/admin_acta/cover_issn.jpg" alt="" /></a><p style="text-align: justify;">Acta Pharmaceutica Indonesia merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung. Jurnal ini mencakup seluruh aspek ilmu farmasi sebagai berikut (namun tidak terbatas pada): farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi, bioteknologi farmasi, serta farmakologi dan farmasi klinik.</p><p style="text-align: justify;">Acta Pharmaceutica Indonesia is the official journal published by School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung. The journal covers all aspects of pharmaceutical issues which includes these following topics (but not limited to): pharmaceutics, pharmaceutical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical biotechnology, pharmacology and clinical pharmacy.</p><p>ISSN: 0216-616X (printed); 2776-0219 (online)</p><p></p> School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung en-US Acta Pharmaceutica Indonesia 0216-616X PERKEMBANGAN TERAPI AKUPUNKTUR "GI" DI UPT LAYANAN KESEHATAN BUMI MEDIKA GANESA ITB https://journals.itb.ac.id/index.php/acta/article/view/14997 <p>Akupunktur “GI” merupakan salah satu teknik akupunktur yang dikembangkan berdasarkan teknik akupunktur klasik dan didasarkan pada penggabungan metode pengobatan tradisional Timur dan ilmu kedokteran Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien akupunktur GI di UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa ITB. Penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2018. Data diperoleh melalui metode wawancara, pengisian kuesioner dan data pasien atau rekam medis yang ada di UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa ITB dari tahun 2004 sampai tahun 2017. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pasien akupunktur di UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa ITB mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2004 hanya 53 pasien, pada tahun 2017 naik menjadi 1694 pasien. Responden yang datang untuk menjalani terapi akupunktur memiliki usia, jenis kelamin, latar belakang pekerjaan dan keluhan atau penyakit yang bervariasi. Dapat disimpulkan bahwa terapi akupunktur GI di UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa ITB terus berkembang serta dapat diterima dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.</p> Diah Lutfiana Dewi Andreanus Soemardji Pratiwi Wikaningtyas Felesia Fanty Copyright (c) 2022 Acta Pharmaceutica Indonesia 2022-07-31 2022-07-31 47 1 1 8 10.5614/api.v47i1.14997 HISTOCHEMICAL ANALYSIS OF THE LEAVES OF FOUR ERICALES MEDICINAL PLANTS https://journals.itb.ac.id/index.php/acta/article/view/16256 <p>Active chemical compounds from medicinal plants are mostly secondary metabolites that can be histochemically tested. <span style="font-family: 'Noto Sans', 'Noto Kufi Arabic', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">It enables the identification and localization of diverse secondary metabolites within the tissue, which is not possible with screening phytochemicals. </span>In this study, the histochemistry of the leaf blades of Ericales plants i.e., cantigi (<em>Vaccinium varingiaefolium</em> (Blume) Miq.), persimmon (<em>Diospyros kaki</em> Thunb.), sapodilla (<em>Manilkara zapota</em> (L.) van Royen), and star apple (<em>Chrysophyllum cainito </em>L.) were evaluated. These species have been reported as folk medicines that have secondary metabolites. Each leaf tissue was observed under a microscope, and phytochemical compounds presence and location were detected by using specific reagents. The results showed that those four leaves contained phenols, flavonoids, and terpenes, while quinones were only found in cantigi leaves. <span style="font-family: 'Noto Sans', 'Noto Kufi Arabic', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">The secondary metabolites were present in the idioblast of parenchymal and epidermal tissues. The persimmon and star apple leaves had secretory cavities in trichomes with </span><span style="font-family: 'Noto Sans', 'Noto Kufi Arabic', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">terpenes and phenolic compounds.</span></p> Nurma Sabila Siti Kusmardiyani Muhamad Insanu Copyright (c) 2022 Acta Pharmaceutica Indonesia 2022-07-31 2022-07-31 47 1 9 18 10.5614/api.v47i1.16256 THE EFFECT OF GREEN TEA AND BLACK TEA IN CHEESE TEA DRINKS ON BODY WEIGHT AND DIABETES MELLITUS RISK IN MALE SWISS WEBSTER MICE https://journals.itb.ac.id/index.php/acta/article/view/17043 <p>Cheese tea contains two main ingredients, tea, and dairy products. Green tea, black tea, and dairy products in the cheese tea have been shown to have beneficial effects on both body weight and blood glucose. However, there is no evidence that this benefit also applies to cheese tea. Moreover, cheese tea drinks which are sold in the market may be added with sugar to enhance flavor. This study aims to identify the effect of green tea and black tea in cheese tea on body weight and the risk of diabetes mellitus. The research was conducted with experiments on 32 male Swiss Webster mice which were divided into eight groups, namely the negative control (water), positive control (dextrose), and treatment group consisting of cheese green tea or cheese black tea groups with different compositions of sugar. The test drinks were administered once a day orally for 21 days. The results of this study showed that cheese green tea or cheese black tea affected blood glucose, but not body weight. Consumption of normal sugar cheese black tea and half sugar cheese black tea showed a significant increase in blood glucose compared to negative control, so there is a risk of developing diabetes mellitus. Meanwhile, consumption of unsweetened cheese tea and half-sugar cheese green tea did not increase blood glucose levels significantly compared to negative control. In conclusion, consumption of cheese tea with green tea shows a better effect on blood glucose.</p> Neng Fisheri Kurniati Rosyadi Amelia Try Yuliani Copyright (c) 2022 Acta Pharmaceutica Indonesia 2022-07-31 2022-07-31 47 1 43 47 10.5614/api.v47i1.17043 KAJIAN PUSTAKA TUMBUHAN INDONESIA SEBAGAI AGEN PROTEKSI KERUSAKAN GINJAL https://journals.itb.ac.id/index.php/acta/article/view/16957 <p>Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring zat sisa dari darah dengan baik. Penanganan gagal ginjal memerlukan biaya yang tidak seidkit. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengumpulkan tumbuhan Indonesia yang memiliki efek proteksi terhadap kerusakan ginjal sehingga dapat mencegah maupun menghambat progresivitas kerusakan ginjal. Tumbuhan Indonesia yang digunakan pada kondisi akut terdapat 11 tumbuhan, diantaranya akar manis, bawang putih, binahong, jinten hitam, kelor, ketumbar, mimba, pepermin, rosmery, salam koja, dan tomat, sedangkan yang digunakan pada kondisi kronis terdapat 6 tumbuhan, diantaranya cengkeh, daun gedi, kunyit, lada, meniran, dan srikaya. Tumbuhan Indonesia yang dapat digunakan pada kondisi akut dan kronis terdapat 6 tumbuhan, diantaranya anggur, delima, jahe, kelabet, kelembak, dan teh. Berdasarkan 23 tumbuhan yang diperoleh, terdapat 4 tumbuhan yang sesuai dengan penggunaan empiris untuk mengatasi penyakit ginjal, diantaranya meniran, akar manis, mimba, dan jinten hitam. Tumbuhan sebagai agen proteksi kerusakan ginjal yang potensial untuk kondisi kerusakan akut, diantaranya ekstrak etanol teh hijau, metabolit tomat yaitu likopen, jus bawang putih, minyak biji delima, dan serbuk biji kelabet, sedangkan untuk kondisi kronis, diantaranya ekstrak air teh hijau, ekstrak metanol daun delima, atau ekstrak etanol rizoma jahe, metabolit kunyit yaitu kurkumin, minyak biji delima, dan serbuk biji kelabet.</p> Attifah Zahra Shafira Elin Yulinah Sukandar Nova Suliska Copyright (c) 2022 Acta Pharmaceutica Indonesia 2022-07-31 2022-07-31 47 1 19 28 10.5614/api.v47i1.16957 STUDI LITERATUR TUMBUHAN INDONESIA DENGAN AKTIVITAS HIPNOTIK SEDATIF BERDASARKAN KHASIAT EMPIRIS DAN DATA UJI KLINIS https://journals.itb.ac.id/index.php/acta/article/view/16974 <p>Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum dialami oleh orang dewasa dan merupakan suatu faktor risiko penyebab melemahnya kesehatan baik secara fisik maupun mental. Pengobatan herbal yang memiliki aktivitas hipnotik sedatif dapat digunakan untuk mengobati insomnia. Studi literatur ini dilakukan untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan data tumbuhan Indonesia yang memiliki aktivitas hipnotik sedatif berdasarkan bukti khasiat empiris dan data uji klinis sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanganan insomnia. Studi dilaksanakan dengan menggunakan sumber informasi berupa buku (Cabe Puyang dan Materia Medika Indonesia) dan artikel ilmiah yang termuat pada mesin pencari Pubmed dan Google Scholar, diperoleh 34 pustaka yang menyebut empiris dan 6 pustaka uji klinis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 34 pustaka empiris tersebut, tumbuhan Indonesia yang secara turun-temurun digunakan untuk menangani sulit tidur, memiliki efek sedatif, dan memudahkan tidur nyenyak berjumlah 41 tumbuhan yang terdiri dari 28 famili. Famili tumbuhan dengan aktivitas hipnotik sedatif terbanyak yaitu Lamiaceae (16,67% dan Solanaceae (12,5%). Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (41,46%) dan kombinasi 2 bagian tumbuhan (12,19%). Sementara, berdasarkan kajian seluruh pustaka penelitian uji klinis, 4 tumbuhan Indonesia yang memiliki aktivitas hipnotik sedatif yaitu <em>Viola odorata </em>L., <em>Mimosa pudica </em>L., <em>Passiflora incarnata</em>, dan <em>Valeriana officinalis</em>. Konstituen utama yang terdapat pada tumbuhan tersebut adalah flavonoid dan alkaloid yang memiliki mekanisme sebagai agonis reseptor GABA sehingga dapat menghasilkan efek hipnotik sedatif.</p> Elin Yulinah Sukandar Bhekti Pratiwi Restu Anisa Putri Copyright (c) 2022 Acta Pharmaceutica Indonesia 2022-07-31 2022-07-31 47 1 29 42 10.5614/api.v47i1.16974 Front Matter Vol 47 No. 1 2022 https://journals.itb.ac.id/index.php/acta/article/view/19027 Acta Pharmaceutica Indonesia Copyright (c) 2022 Acta Pharmaceutica Indonesia 2022-07-31 2022-07-31 47 1 10.5614/api.v47i1.19027