https://journals.itb.ac.id/index.php/geoaplika/issue/feed Journal Geoaplika 2020-01-20T03:58:31+07:00 Suryantini suryantini@gc.itb.ac.id Open Journal Systems <p>Journal Geoaplika adalah jurnal ilmiah berjenis "impact neutral" yang dikelola oleh <a href="https://medium.com/eco-hydrology-of-cikapundung">KK Geologi Terapan</a>, <a href="https://fitb.itb.ac.id/">Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian</a>, Institut Teknologi Bandung. "Neutral impact" atau dampak netral di sini didefinisikan bahwa kami menerbit seluruh artikel riset pada berbagai tahapan tanpa melakukan penilaian terhadap proyeksi dampaknya kepada ilmu pengetahuan.</p><p>Menurut kami, keutamaan dari ilmu pengetahuan adalah saat disebarkan. Sementara berbagai riset di Indonesia ini banyak yang mengungkap potensi lokal, sehingga dampaknyapun (terkesan) bersifat lokal pula. Dengan alasan ini, banyak jurnal menolaknya. Banyak diantaranya dikirimkan ke jurnal LN (luar negeri) dan ditolak pada kesempatan pertama.</p><p>Riset tidak harus berdampak secara nasional, karena setiap riset akan memiliki keunikan yang diawali dengan keunikan daerah atau obyek riset yang ditelaah.</p><p>Walaupun bersifat "impact neutral", tapi kami sepakat bahwa makalah perlu menarik dan menonjolkan sisi kemanfaatannya. Jurnal ini akan menampilkan artikel-artikel yang memperlihatkan penerapan ilmu geosains dan interaksinya dengan bidang ilmu lainnya untuk mengatasi berbagai masalah di masyarakat.</p> https://journals.itb.ac.id/index.php/geoaplika/article/view/9292 Rancangan Geotrek Curug Malela 2020-01-20T03:58:31+07:00 Muhammad Malik Ar Rahiem malikarrahiem91@gmail.com <p>Curug Malela di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat adalah lokasi wisata paling penting di Kabupaten Bandung Barat bagian selatan. Air terjun dengan lebar lebih 70 meter dan tinggi 50 meter ini juga disebut sebagai <em>Niagara van Java</em>. Potensi geowisata di Curug Malela dikaji dan disurvey sehingga diketahui bahwa selain Curug Malela, di bagian hilir juga ditemukan air terjun lain yang tak kalah menarik seperti Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Sumpel, Curug Ngebul, dan Curug Palisir. Selama ini hanya ada satu jalur setapak di Curug Malela sehingga pengunjung akan datang dan pulang melalui jalur yang sama. Untuk mengembangkan geowisata di Curug Malela, satu jalur baru diusulkan, yaitu jalur melingkar melewati air terjun di hilir Curug Malela. Pembukaan akses jalur sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kampung yang dilewati oleh jalur ini.</p> 2019-08-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://journals.itb.ac.id/index.php/geoaplika/article/view/10494 Makalah Proposal Pengabdian Masyarakat: Penyelidikan dan Pemantauan Kualitas Airtanah sebagai Sumber Air Minum serta Pembinaan Masyarakat di Kawasan Air Panas Conggeang, Kab. Sumedang, Jawa Barat 2020-01-20T03:58:31+07:00 Arifin Arifin arifin993@gmail.com Dasapta Erwin Irawan erwin@fitb.itb.ac.id Arif Susanto arifs@gl.itb.ac.id <p>Air panas bumi memiliki peluang mengandung logam berat (misal Boron). Bila terjadi pencampuran antara air panas dan airtanah dangkal, maka logam berat ini dapat mencemari sumber air masyarakat.</p><p>Seperti umumnya warga Provinsi Jawa Barat yang tinggal di sekitar wilayah pegunungan, warga Desa Karanglayung dan Desa Cacaban di Kab. Sumedang, Jawa Barat, juga menggunakan mata air sebagai sumber air utamanya. Potensi masalah dapat timbul ketika sumber air tersebut lokasinya berdekatan dengan mata air panas Conggeang. Mata air ini juga terkenal sebagai objek wisata.</p><p>Selama ini, memang belum pernah dipelajari secara khusus mengenai kondisi kesehatan warga dihubungkan dengan kualitas sumber air. Jika ternyata sumber airnya tercemar, maka dalam periode yang lama, bila dibiarkan, masyarakat dapat terkena penyakit seperti penyakit kulit, diare, dan hepatitis A. Oleh sebab itu, pemantauan kualitas airtanah dan penelusuran riwayat kesehatan masyarakat di kedua wilayah desa tersebut sangat penting.</p><p>Selain dikaitkan dengan sistem panas bumi, dalam kegiatan PKM ini, kualitas air (di lapangan dan laboratorium), juga akan kami hubungkan dengan kandungan organiknya, yang biasa berasal dari pencemaran limbah domestik dan pertanian.</p><p>Kami akan melaksanakan kombinasi metode survei kuantitatif dengan mengumpulkan berbagai data kualitas air dan metode survei kualitatif melalui wawancara dengan penduduk desa. Hasilnya akan kami gunakan untuk membuat material sosialiasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan metode sederhana bagaimana cara mengetahui kualitas airtanah. Materi ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat yang tinggal di kawasan gunungapi.</p><p>Dari hasil kegiatan PKM, masyarakat dapat dibina, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran dan wawasan yang lebih baik tentang hubungan kualitas air dengan kualitas kesehatan.</p><p><strong>Kata kunci</strong>: air panas bumi, airtanah dangkal, kualitas airtanah, kesehatan</p> 2020-01-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://journals.itb.ac.id/index.php/geoaplika/article/view/10482 Anatomi makalah Jurnal Geoaplika dan hal unik lainnya 2020-01-20T03:58:31+07:00 Dasapta Erwin Irawan dasaptaerwin@outlook.co.id Makalah ini menjelaskan anatomi makalah dan beberapa hal baru terkait <strong>prinsip sains terbuka</strong> yang dianut oleh Jurnal Geoaplika, yaitu: <em>open access</em>, <em>open review</em>, dan <em>open data</em>. Ini tercermin dari anatomi makalah yang kami sampaikan dalam Undangan Pengiriman Makalah. 2019-03-06T00:00:00+07:00 Copyright (c)