https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/issue/feed Journal of Regional and City Planning 2022-01-08T11:29:43+07:00 Kamal Khairudin Sukandar jpwk@lppm.itb.ac.id Open Journal Systems <p><img src="http://journals.itb.ac.id/public/site/images/budini/logo_web_2.jpg" alt="" /></p> <p><strong>Indexing: </strong><a href="https://www.scopus.com/sourceid/21100889410?origin=resultslist">SCOPUS</a>, Web of Science (ESCI), other </p> <p><strong>ISSN: </strong>2502-6429 (online)</p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Journal of Regional and City Planning</em></strong> or JRCP is a tri-annual open access journal mainly focusing on urban and regional studies and planning in transitional, developing and emerging economies. JRCP covers topics related to the sciences, analytics, development, intervention, and design of communities, cities, and regions including their physical, spatial, technological, economic, social and political environments. The journal is committed to create a multidisciplinary forum in the field by seeking original paper submissions from planners, architects, geographers, economists, sociologists, humanists, political scientists, environmentalists, engineers and other who are interested in the past, present, and future transformation of cities and regions in transitional, developing and emerging economies.</p> <p><a title="SCImago Journal &amp; Country Rank" href="https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=21100889410&amp;tip=sid&amp;exact=no"><img src="https://www.scimagojr.com/journal_img.php?id=21100889410" alt="SCImago Journal &amp; Country Rank" border="0" /></a></p> <p> </p> https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/17844 Contributors 2022-01-08T11:28:25+07:00 Journal of Regional and City Planning jpwk@lppm.itb.ac.id 2022-01-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/17846 Index 2022-01-08T11:29:43+07:00 Journal of Regional and City Planning jpwk@lppm.itb.ac.id 2022-01-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/11364 Mode Shifting Probability of Working People to Angkot: Is there Any Hope for Angkot to Survive in Bandung City? 2021-05-20T08:47:02+07:00 Lisna Rahayu lisnarahayu@sappk.itb.ac.id <p>Bandung is one of Indonesia’s major cities, holding a strategic position as the center of the Bandung Metropolitan Area. The most dominant paratransit with the widest coverage in Bandung City is the <em>angkot</em>, a small four-wheeled vehicle (minibus) that has been modified for use as public transportation. As it stands currently, however, this paratransit service is inadequate and unreliable, and it has pushed people to use private vehicles to support their daily commute, which causes traffic congestion to worsen. Workers are the biggest traffic-generating group in Bandung city. Their regular commute pattern as well as their large proportion in Bandung city’s population (47.78% of the total population in 2020) make this group an important determinant in Bandung City’s transportation. Shifting the workers’ mode of transportation from private to public transportation including the angkot is predicted to decrease traffic jams on some level. Through binary logistic regression, this study provides an analysis of mode shifting probability to the angkot, key factors that could be intervened to increase this shifting probability, as well as the extent to which intervention toward these factors will increase angkot usage so that it can provide a picture of future characteristics of the angkot in contrast to the current condition, should this transportation mode continue to run in the future. Based on the modeling result, the study identified four key variables that significantly influence mode shifting probability in Bandung City: 1) private vehicle ownership, 2) driving license ownership, 3) people’s perception of current transportation costs, and 4) people’s perception of the level of comfort provided by the mode of transportation. If in the future the angkot in Bandung City is improved with better comfort and affordability, approximately only 3.31% of workers will start using the angkot. This very low probability indicates that if in the future the government wants to shift working people from private vehicles to the angkot, then the angkot must be transformed.</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong>. Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki posisi strategis sebagai pusat kawasan metropolitan. Paratransit yang paling dominan dengan jangkauan terluas di Kota Bandung adalah angkot, kendaraan roda empat kecil (minibus) yang telah dimodifikasi untuk digunakan sebagai transportasi umum. Namun, layanan paratransit ini tidak memadai dan tidak dapat diandalkan sehingga mendorong orang untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam mendukung perjalanan sehari-hari, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas semakin parah. Pekerja merupakan kelompok penghasil lalu lintas terbesar di kota Bandung. Pola komuter yang teratur serta proporsi penduduk kota Bandung yang besar (47,78% dari total penduduk pada tahun 2020) menjadikan kelompok ini sebagai determinan penting dalam transportasi Kota Bandung. Pergeseran moda transportasi pekerja dari angkutan pribadi ke angkutan umum termasuk angkot diprediksi dapat mengurangi kemacetan di beberapa tingkatan. Melalui regresi logistik biner, penelitian ini memberikan analisis probabilitas perpindahan moda ke angkot, faktor-faktor kunci yang dapat diintervensi untuk meningkatkan probabilitas perpindahan tersebut, serta sejauh mana intervensi terhadap faktor-faktor tersebut akan meningkatkan penggunaan angkot sehingga dapat memberikan gambaran karakteristik angkot di masa depan yang kontras dengan kondisi saat ini, dalam kasus moda transportasi ini tetap berjalan di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil pemodelan, penelitian ini mengidentifikasi empat variabel kunci yang berpengaruh signifikan terhadap probabilitas perpindahan moda di Kota Bandung: 1) kepemilikan kendaraan pribadi, 2) kepemilikan SIM, 3) persepsi masyarakat terhadap biaya transportasi saat ini, dan 4) persepsi masyarakat terhadap tingkat kenyamanan yang diberikan oleh moda transportasi tersebut. Jika kedepannya angkot di Kota Bandung ditingkatkan dengan kenyamanan dan keterjangkauan yang lebih baik, kira-kira hanya 3,31% pekerja yang akan mulai menggunakan angkot. Probabilitas yang sangat rendah ini menunjukkan bahwa jika di masa depan pemerintah ingin memindahkan pekerja dari kendaraan pribadi ke angkot, maka angkot tersebut harus diubah.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>. Pergeseran moda, angkot, pekerja, logistik biner.</p> 2021-12-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/14625 Examining Small-Town Growth and Expansion in Peri-urban Areas of Small Cities: Evidence from Peripheries of Three Small Cities in Central Java 2021-06-04T15:32:43+07:00 Fadjar Hari Mardiansjah fadjarmardiansjah@lecturer.undip.ac.id Agung Sugiri fadjarmardiansjah@lecturer.undip.ac.id Samsul Ma'rif fadjarmardiansjah@lecturer.undip.ac.id <p>Urbanization in small and medium-sized cities in Java is marked by an urban expansion process to the surrounding areas, forming the growing small towns in their peripheries. Using the case of the extended urban areas of Tegal, Pekalongan and Magelang in Central Java, this study examined small-town growth and development in peri-urban areas of small and medium cities. It first looked at the growth of small towns in the peri-urban areas of these small cities and then identified various factors and mechanisms that contribute to the formation, growth and expansion of small towns. The study further looked into the challenges and implications of the trend toward policies for managing such processes more sustainably. The growth of urbanized villages in some kabupatens (non-urban districts or regencies) surrounding these small cities, as documented by the national statistical board from 1990 to 2017, was used as the basis for analyzing these factors. This paper concludes with a discussion on the challenges and policy implications for growing small towns. The findings of this study can be useful for formulating a better approach to managing urbanization processes in the future.</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak.</strong> Urbanisasi kota-kota kecil dan menengah di Jawa ditandai dengan proses perluasan kota ke wilayah sekitarnya, membentuk kota-kota kecil yang berkembang di pinggirannya. Dengan menggunakan kasus perluasan wilayah Tegal, Pekalongan dan Magelang di Jawa Tengah, penelitian ini mengkaji pertumbuhan dan perkembangan kota kecil di wilayah pinggiran kota kecil dan menengah. Ini pertama-tama melihat pertumbuhan kota-kota kecil di daerah pinggiran kota-kota kecil ini dan kemudian mengidentifikasi berbagai faktor dan mekanisme yang berkontribusi pada pembentukan, pertumbuhan, dan perluasan kota-kota kecil. Studi ini lebih jauh melihat tantangan dan implikasi dari tren terhadap kebijakan untuk mengelola proses tersebut secara lebih berkelanjutan. Pertumbuhan desa urban di beberapa kabupaten (kabupaten atau kabupaten non-urban) di sekitar kota-kota kecil tersebut, sebagaimana didokumentasikan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) dari tahun 1990 hingga 2017, digunakan sebagai dasar untuk menganalisis faktor-faktor tersebut. Makalah ini diakhiri dengan diskusi tentang tantangan dan implikasi kebijakan untuk pertumbuhan kota-kota kecil. Temuan studi ini dapat berguna untuk merumuskan pendekatan yang lebih baik untuk mengelola proses urbanisasi di masa depan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>. Jawa Tengah, kota kecil, urbanisasi, ekspansi kota.</p> 2021-12-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/14059 Creating New Rural Communitas: The Case of China Taiwan’s Rural Regeneration 2021-04-06T11:17:01+07:00 Li Wenqi leonzsh@tongji.edu.cn Li Zhang leonzsh@tongji.edu.cn <p>Traditional sociological theory explains that a rural community is an enclosed unit. China’s fast modernization and urbanization, however, display a rather different phenomenon, where rural communities are changing into open communities, which face the dual task of rebuilding internal relations and expanding external resources. Based on this background and practical cognition, the theoretical framework of the ‘new rural communitas’ is proposed, which expands the common enclosed relationships in traditional rural communities into new, open co-construction relationships with endogenous power as core, government power as support, and social power as coordination, emphasizing the full cooperation of these three types of power. On the basis of the theory, this article employs the practice of the rural regeneration policy in Taiwan as an empirical case, and analyzes how these three types of power affect and cooperate with each other. Furthermore, interviews have been conducted with local community members, government officers, and social participants in three communities in Taiwan to give examples of three different types of new rural communitas. Finally, several suggestions toward constructing new rural communitas are discussed.</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong>. Teori tradisional dalam sosiologi menjelaskan bahwa komunitas perdesaan adalah unit yang tertutup. Modernisasi dan urbanisasi cepat yang terjadi di China menampilkan fenomena yang sedikit berbeda, dimana komunitas perdesaan berubah menjadi komunitas yang terbuka yang menghadapi tugas ganda membangun kembali hubungan internal dan memperluas sumber daya eksternal. Berdasarkan latar belakang dan kognisi praktis ini, kerangka teoritis ‘komunitas perdesaan baru’ diusulkan, sehingga dapat memperluas hubungan tertutup bersama dalam komunitas perdesaan tradisional menjadi hubungan ko-kontruksi baru yang terbuka dengan kekuatan endogen sebagai inti, kekuatan pemerintah sebagai pendukung, dan kekuasaan social sebagai koordinasi serta menekankan kerjasama penuh dari ketiga jenis kekuasaan tersebut. Berdasarkan teori tersebut, artikel ini menggunakan praktik kebijakan regenerasi perdesaan di Taiwan sebagai kasus empiris, dan menganalisis bagaimana ketiga jenis kekuasaan ini saling mempengaruhi dan bekerja sama. Selanjutnya, wawancara telah dilakukan dengan anggota masyarakat setempat, pejabat pemerintah, dan peserta sosial di tiga komunitas di Taiwan untuk memberikan contoh tiga jenis komunitas perdesaan baru yang berbeda. Akhirnya, beberapa saran untuk membangun komunitas perdesaan baru juga dibahas.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>. Komunitas perdesaan, komunitas, regenerasi perdesaan, Cina, Taiwan.</p> 2021-12-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/14932 Ordinary Fragmentation: Network Secession of Urban Centers in Jakarta 2021-09-08T08:47:35+07:00 Wahyu Kusuma Astuti wahyua@ft.untar.ac.id Suryono Herlambang s.herlambang@gmail.com <p style="user-select: auto;">Drawing from the literature on ‘premium networked spaces’, introduced in Graham and Marvin’s seminal work <em style="user-select: auto;">Splintering Urbanism</em> in 2001, this paper argues that splintering or fragmentation of networks – and ultimately urban space – is constituted in so-called premium enclaves in Jakarta. Our study exemplifies that significant land acquisition and discretionary zoning policy contribute to the splintering of Jakarta’s urban space. This paper uses the TB Simatupang corridor in South Jakarta and Puri Indah CBD in West Jakarta to illustrate the interplay between urban planning and secessionary space production in high-profile economic districts. Lastly, this paper proposes the ‘ordinary fragmented network’ as the norm and expands the idea of the splintering of marginalized parts of the city to also incorporate areas within premium network spaces as part of splintering urbanism.</p> <p style="user-select: auto;"> </p> <p style="user-select: auto;"><strong style="user-select: auto;">Abstrak</strong>. Diambil dari literatur tentang 'ruang jaringan premium' yang diperkenalkan dalam karya mani Graham dan Marvin pada tahun 2001, Splintering Urbanism, makalah ini berpendapat bahwa splintering atau fragmentasi jaringan – dan akhirnya ruang perkotaan, dibentuk dalam apa yang disebut kantong-kantong premium di Jakarta. Studi kami menunjukkan bahwa pembebasan lahan dan kebijakan zonasi diskresioner yang signifikan berkontribusi pada pecahnya ruang kota Jakarta. Makalah ini menggunakan koridor TB Simatupang di Jakarta Selatan dan CBD Puri Indah di Jakarta Barat untuk menggambarkan interaksi antara perencanaan kota dan produksi jaringan pemisahan di distrik ekonomi kelas atas. Terakhir, makalah ini mengusulkan 'jaringan terfragmentasi biasa' sebagai norma dan menggeser ide-ide sempalan dari hanya bagian kota yang terpinggirkan untuk menggabungkan area dalam 'ruang jaringan premium' sebagai bagian dari urbanisme yang terpecah.</p> <p style="user-select: auto;"> </p> <p style="user-select: auto;"><strong style="user-select: auto;">Kata kunci</strong>. Pusat perkotaan, jaringan terfragmentasi, jaringan jalan, Jakarta.</p> 2021-12-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/15696 An Intelligent Method for Industrial Location Selection: Application to Markazi Province, Iran 2021-10-11T17:32:31+07:00 Hadi Aliverdilou hadialiverdiloo@yahoo.com Mehran Hajilou mehran_hajilou@modares.ac.ir Hasanali Faraji Sabokbar hfaraji@ut.ac.ir Amin Faraji A.faraji@ut.ac.ir <p style="user-select: auto;">Decision-making and selection are important and sensitive aspects of planning. An important part of land-use planning is the location of human activities. Locating activities in the right places determines the future space of a region. Selection and definition of natural and human indices and criteria for location always face uncertainty. Thus, this study aimed to develop an intelligent method for industrial location. In this study a developmental-applied approach was used along with a descriptive-analytical method for data analysis. Through the review of related literature and a Delphi survey, 18 criteria were extracted and 6 main components were categorized. The data were analyzed and modeled by GIS, MATLAB software, and the Fuzzy Inference System (FIS) and Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) methods. For each modeling three industrial domains were extracted, i.e. weak, medium, and premium. A total of 42,968 hectares of premium industrial location with a score higher than 0.7 resulted from combining the produced maps. Other important findings were related to the architecture and methodology applied in the research based on computational intelligence and knowledge-based systems to analyze and understand the processes that influence the score of locations. The novelty of this method lies in the use of high computing power and information evaluation based on artificial intelligence (AI), making it possible to analyze and understand the processes influencing industrial location.</p> <p style="user-select: auto;"> </p> <p><strong>Abstrak</strong>. Pengambilan keputusan dan seleksi adalah aspek-aspek penting dan sensitive dalam perencanaan. Bagian yang penting dalam sebuah perencaan penggunaan lahan adalah terkait lokasi kegiatan manusia. Alokasi kegiatan manusia pada tempat yang benar adalah penentu ruang masa depan dari suatu wilayah. Dalam hal seleksi dan definisi index, juga kriteria lokasi selalu menghadapi ketidakpastian. Sehingga, studi ini dilakukan untuk mengembangkan metode yang berguna dalam alokasi industri. Pada artikel ini, digunakan pendekatan terapan-terkembangkan dengan metode analisis deskriptif dalam hal analisis data. Berdasarkan tinjauan pada literatur terkait dan survey Delphi, 18 kritersia diekstraksi yang dikategorikan pada 6 komponen utama. Data dianalisis dan dimodelkan menggunakan GIS, MATLAB, Fuzzy Inference System (FIS), dan metode Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS). Untuk setiap model, tiga domain industry ditentukan, yakni: lemah, moderat, dan premium. Terdapat lokasi industry premium dengan total 42,968 ha dengan nilai lebih dari 0.7. Hasil penting lainnya berkaitan dengan arsitektur dan metode terapan dalam penelitian yang berdasar kepada ilmu komputasi untuk memahami proses yang memengaruhi nilai untuk suatu lokasi. Kebaruan dari metode ini ada pada penggunaan model komputasi tinggi dan evaluasi informasi berdasarkan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan untuk melakukan analisis dan memahami proses yang memengaruhi lokasi industri.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>. Fuzzy Inference System (FIS), Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS), Artificial Neural Network (ANN), lokasi industri, Provinsi Markazi.</p> 2021-12-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/16673 A Systematic Literature Review (SLR) on the Development of Sustainable Heritage Cities in Malaysia 2021-10-13T09:37:38+07:00 Yazid Saleh yazid@fsk.upsi.edu.my Hanifah Mahat hanifah.mahat@fsk.upsi.edu.my Mohmadisa Hashim mohmadisa@fsk.upsi.edu.my Nasir Nayan nasir@fsk.upsi.edu.my Samsudin Suhaily samsudin@fsk.upsi.edu.my Mohamad Khairul Anuar Ghazali kaiy22khairul@gmail.com Rahma Hayati rahmahayati72@mail.unnes.ac.id Rahma Kurnia Sri Utami rahma.kurnia@fkip.unila.ac.id <p class="Abstrak" style="user-select: auto;"><span lang="EN-US" style="user-select: auto;">This article highlights previous studies on the development of sustainable heritage cities using the Systematic Literature Review (SLR) method. Data obtained through various search methods, such as (1) a rigorous search of leading major journal databases (Scopus, Web of Science (WOS), Science Direct) and additional journal databases (Google Scholar and My Cite), and (2) handpicking/manual searching. Once the data was obtained, it was analysed through systematic searching strategies (SSS) to obtain accurate and precise material in the field studied. The obtained material was screened in three SSS steps, namely: (1) identification (2) screening, and (3) eligibility. As a result, a total of 42 materials and documents were successfully found and summarized for highlighting. Next, the findings of the analysis were broken down into: (1) the frequency of sustainable urban heritage development studies conducted by country, (2) sustainable urban heritage development constructs (economic prosperity, social well-being, environmental well-being, cultural heritage, government, and community), and (3) study areas (heritage cities, heritage buildings, and historical sites). The findings of this study can contribute to a new paradigm for studies that involve the sustainable development of heritage cities in Malaysia in achieving the 2030 Agenda.</span></p> <p class="Abstrak" style="user-select: auto;"> </p> <p style="user-select: auto;"><strong style="user-select: auto;">Abstrak</strong>. Artikel ini menyoroti studi sebelumnya terkait pengembangan kota warisan berkelanjutan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui berbagai metode pencarian, seperti (1) pencarian dari basis data jurnal terkemuka (Scopus, Web of Science (WOS), Science Direct) dan basis data jurnal tambahan (Google Scholar dan My Cite), dan (2) pencarian manual. Setelah itu, dilakukan analisis melalui strategi pencarian sistematis (SSS) untuk mendapatkan materi yang akurat dan tepat pada keilmuan yang diteliti. Materi yang diperoleh disaring dalam tiga langkah SSS, yaitu: (1) identifikasi, (2) penyaringan, dan (3) tingkat kelayakan. Hasilnya, terdapat total 42 materi dan dokumen yang berhasil ditemukan dan dirangkum untuk disorot. Selanjutnya, temuan analisis dibagi menjadi: (1) frekuensi studi pengembangan warisan kota berkelanjutan yang dilakukan oleh negara, (2) konstruksi pengembangan warisan kota berkelanjutan (kemakmuran ekonomi, kesejahteraan sosial, kesejahteraan lingkungan, budaya cagar budaya, pemerintah, dan masyarakat), dan (3) kawasan studi (kota cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan situs sejarah). Temuan penelitian ini dapat berkontribusi pada paradigma baru untuk studi yang melibatkan pembangunan berkelanjutan kota warisan di Malaysia dalam mencapai Agenda 2030.</p> <p style="user-select: auto;"> </p> <p style="user-select: auto;"><strong style="user-select: auto;">Kata kunci</strong>. Pembangunan berkelanjutan, kota warisan, Systematic Literature Review (SLR), Malaysia.</p> 2021-12-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Journal of Regional and City Planning