Analisis Kadar Hepcidin Pada Obesitas Sentral dan Non Obesitas Sentral

https://doi.org/10.5614/jskk.2021.6.1.8

Authors

  • Ida Mawadda Rasyid Program Pasca Sarjana Ilmu Biomedik, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin

Abstract

Obesitas telah menjadi permasalahan dunia bahkan World Health Organization (WHO) mendeklarasikan obesitas sebagai masalah epidemik. Obesitas sentral adalah penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut yang dapat diukur dengan menggunakan indikator Lingkar Pinggang (LP). Salah satu dampak yang dapat terjadi akibat obesitas sentral adalah penurunan kadar besi dalam tubuh. Hepcidin merupakan pengatur utama homeostasis zat besi secara sistemik. Tujuan penelitian untuk menganalisis kadar hepcidin pada obesitas sentral dan non obesitas sentral. Telah dilakukan penelitian dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek merupakan laki-laki dan perempuan usia ≥18–40 tahun dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari kadar hepcidin kelompok obesitas sentral dan non obesitas sentral (p=0,142). Hasil uji korelasi Sperman menunjukkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara LP dengan hepcidin (r=0,076, p=0,643). Kesimpulan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hepcidin antara subjek obesitas sentral dibandingkan dengan subjek non obesitas sentral dan tidak terdapat korelasi bermakna antara LP dengan kadar hepcidin pada subjek dengan obesitas sentral.

Published

2021-08-16

Issue

Section

Articles