Pengaruh Pemanfaatan Abu Ampas Tebu dan Kawat Bendrat Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Ringan

https://doi.org/10.5614/jts.2022.29.2.11

Authors

  • Ely Mulyati Universitas Musi Rawas
  • Mery Anggriani Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik - Universitas Musi Rawas

Abstract

Abstrak

Ampas tebu banyak sekali ditemukan dibeberapa titik di wilayah kota Lubuklinggau. Tetapi ampas tebu hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan sehingga dapat mencemari udara. Pemanfaatan limbah ampas tebu jadi pokok utama dari pembahasan ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh limbah ampas tebu dengan tambahan serat kawat bendrat terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton ringan. Perencanaan campuran beton ringan berdasarkan SNI 03-3449-2002 dengan mengunakan campuran batu apung, semen Portland, pasir, air, abu ampas tebu, serat kawat bendrat, dan foaming agent. Penelitian ini menggunakan campuran foaming agent 10%, abu ampas tebu 12%, dan serat kawat bendrat 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan jumlah sampel yaitu 4 benda uji untuk kuat tekan dan 3 benda uji untuk kuat lentur. Hasil kuat tekan rata-rata yang diperoleh berturut-turut sebesar 98,57 kg/cm2, 99,14 kg/cm2, 99,71 kg/cm2, dan 101,59 kg/cm2. Sedangkan hasil kuat lentur rata-rata sebesar 88,3 kg/cm2, 92,7 kg/cm2, 128,0 kg/cm2, 110,3 kg/cm2. Dari nilai yang diperoleh bahwa semakin banyak jumlah serat kawat bendrat yang ditambahkan maka semakin tinggi nilai kuat tekan dan kuat lentur.

 

Kata Kunci : Ampas Tebu, Beton Ringan, Kuat Tekan, Kuat Lentur.

 

Abstract

Bagasse can be found at the area of Kota Lubuklinggau. In the mean time, bagasse as type of untapped waste so it impacts towards air pollution. Utilization bagasse is the main subject in this discussion. This research was conducted to determine the influence of bagasse with the addition of bendrat wire fibers towards compressive strength and flexural strength on lightweight concrete. Mixtured lightweight concrete plan based on SNI 03-3449-2002 with mixtured pumice, Portland cement, sands, water, bagasse ash, bendrat wire fiber, and foaming agent. This research used mixture foaming agent 10%, bagasse ash 12%, and bendrat wire fiber 0%, 0.5%, 1%, and 1.5% with number of samples namely 4 testing objects for compressive strength and 3 testing objects for flexural strength. The average of compressive strength successively resulted 98.57kg/cm², 99.14kg/cm², 99.71kg/cm², and 101.59kg/cm². Based on the result mentioned, it can be concluded that the larger number of bendrat wire fibers it will be greater the value of compressive strength.

Keywords : Bagasse, Lightweight concrete, compressive strength, Flexural strength.

Published

2022-08-18