ANALISIS DESAIN KARTU TAROT “NUSANTARA” DAN CITRANYA DI MASYARAKAT INDONESIA
Keywords:
tarot, image, perception, colors, illustrationAbstract
Kajian makalah ini bertujuan untuk menganalisis citra Kartu Tarot “Nusantara” di masyarakat Indonesia. Kartu Tarot “Nusantara” adalah suatu variasi kartu tarot yang dikembangkan dengan menggabungkan simbol-simbol budaya dan tradisi Indonesia ke dalam interpretasi tarot. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi cara kartu tarot ini dipahami, diterima, dan diinterpretasikan oleh masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan kajian literatur. Data yang diperoleh dari wawancara tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan Sweta Kartika dan Hasyim A. Fachri yang merepresentasikan nusantara dalam kartu tarot. Namun, budaya yang digunakan didominasi budaya Jawa dari sisi visualnya (ilustrasi dan warna) sehingga kartu ini masih belum bisa mewakili “nusantara” secara keseluruhan.
kata kunci: tarot, citra, persepsi, warna, ilustrasi.
This literature review aims to analyze the image of the “Nusantara” Tarot Card in Indonesian society. The “Nusantara” Tarot Card is a variation of the Tarot Card that was developed by combining Indonesian cultural symbols and traditions into the Tarot interpretation. This research was conducted to explore how Tarot Cards are understood, accepted and interpreted by Indonesian society. The research method used was qualitative, with data collection techniques in the form of questionnaires and literature reviews. The data obtained from the interviews was then analyzed using content analysis. The results of this research show the success of Sweta Kartika and Hasyim A. Fachri who represent the archipelago in tarot cards. However, the culture is dominated by Javanese culture in terms of visuals (illustrations and colors), so this card still cannot represent the “archipelago” as a whole.
Keywords: tarot, image, perception, colors, illustration
References
Tabrani, P., 2000. Proses Kreasi, apresiasi, belajar. Penerbit ITB: Jawa Barat.
Fachri, Hisyam A. 2009. The Real Art of Tarot. Jakarta. Gagas Media.
Fachri, Hisyam A. 2021. Tarot untuk Diri Sendiri. Yogyakarta. Self Published.
Fasta, Feni & Lestari, Christina A. 2012. Mistisme Simbolik dari Kartu Tarot
The Devil (Studi Semiotik Tarot The Devil dari Buku Easy Tarot Lidia Pratiwi). Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial, 01(02), 149-165.
Langer, S. K. 1953. Feeling and form. Scribner’s: New York
Nash, John F. 2017. The Origins and Evolution of the Tarot. The Estoric Quarterly: Spring 2017, 04(04), 67-98.
Nuraini, Dewi. 2020. Kisah Pamela Colman Smith, Seniman Tarot yang Terlupakan. https://tirto.id/kisahpamela-colman-smith-senimanTarot-yang-terlupakan-fRbD (diakses 15 Maret 2023 pukul 17.11 WIB).
Satrian, Bima D & Aryanto, W. Hendro. 2019. Perancangan Ilustrasi Makna Arkana Mayor pada Kartu Tarot sebagai Pengenalan Cerita Calon Arang. Jurnal Seni Rupa, Volume 07 Nomor 1 Tahun 2019, 128-133.
Sosteric, M. 2014. A Sociology of Tarot. Canadian Journal of Sociology, 39(3), 357–392. https://doi.org/10.29173/cjs20000
Rohman, A. A, Fauziah, A. N., Monida, W. O. G. dan Hariyanti, N. 2020. Wayang Ukur sebagai Media Representasi Indonesia. Channel Jurnal Komunikasi, 08, 43-50.
Syarif R. A. 2018. Bahasa Warna: Konsep Warna dalam Budaya Jawa. Universitas Hasanuddin:Makassar.
Olesen, J. 2023. Color Meanings Indian Culture. https://www.colormeanings.com/color meaningsindian-culture/ (diakses pada 25 Mei 2023)
