PERAN PENTING TOKOH SRIKANDI SEBAGAI TOKOH TRANSEKSUAL DALAM MAHABARATA JAWA KARYA NANO RIANTIARNO
Keywords:
Mahabharata, Srikandi, structuralism, transgender, transexualAbstract
Penelitian ini mengupas keberadaan tokoh Srikandi, tokoh transseksual dalam kisah Mahabarata Jawa karya Nano Riantiarno. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah membedah bagaimana Srikandi ditampilkan dalam kisah Mahabarata sebagai wakil dari komunitas transgender dan transseksual serta posisinya dalam alur utama cerita. Penjabaran hasil pembacaan dekat mengenai Srikandi dalam teks Mahabarata Jawa karya Nano Riantiarno digunakan untuk menemukan posisi Srikandi. Hasil analisis menunjukkan tokoh Srikandi memiliki arti nama dan posisi penting dalam kisah Mahabarata. Ia menjadi kunci dari kemenangan Pandawa melawan pasukan Kurawa. Srikandi yang dididik layaknya anak laki-laki, berlaku dan berdandan seperti lelaki, dan bertukar kelamin dengan seorang raksasa ditampilkan sebagai kesatria yang gagah dan berani. Peran tokoh srikandi dalam kisah Mahabarata Jawa memperlihatkan pada pembaca, kelompok transgender dan transeksual serta transformasi mereka bisa menjadi kunci dari keberhasilan suatu perjuangan mencapai tujuan. Mereka juga pantas mendapatkan peran penting di tengah masyarakat.
References
Amsari, U., Cahyono, A. (2019). The Value Of Srikandi Mustakaweni Act In Wayang Wong Bocah Tjipta Boedaja Residence Magelang. Catharsis: Journal Of Arts Education. 8(1), 11–20. Anggreni, N. M., Sukayasa, W., Bagus, G., & Denpasar, S. (2020). The Implications Of The Teo-Feminism Education In The Epic Of Mahābhārata For Readers (Vol. 4, Issue 1).
Bagus, G. (2021). Panca Satya Tersirat Dalam Epos Mahabharata Sebagai Pendidikan Karakter Generasi Hindu. 8. Http://Ejournal. Ihdn.Ac.Id/Index.Php/Gw
Candra N. A., Cahyo H. W. N. (2016). Rekonstruksi Cerita Mahabharata Dalam Dakwah Walisongo. Islamic Communication Journal Vol (Vol. 01, Issue 01).
Caplan, P. (1987). Sex, sexuality and gender. The cultural construction of sexuality. London:Tavistock.
Ganguli, K. Mohan., Rāya, P. (1896). The Mahabharata. Calcutta: Bharata Press.
Hastuti, E. L. Hambatan Sosial Budaya dalam Pengarusutamaan Gender di Indonesia. Bogor: Pusat Penelitian dan Pegembangan Sosial Ekonomi Pertanian.
Nastikaputri, N. H., & Prawiroatmodjo, S. (2023). Transformasi Dimensi Kehidupan Srikandi Dalam Novel Kekasih Musim Gugur Karya Laksmi Pamuntjak. Susastra: Jurnal Ilmu Susastra Dan Budaya, 11(2), 76–86. Https://Doi.Org/10.51817/Susastra.V11i2.124
Pandey, V. (2019). India sudah akui hak-hak LGBT sejak zaman kuno, ‘bukan karena pengaruh Barat’. BBC News. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46719046. Diakses pada 14 Mei 2024 pukul 13.06 WIB.
Pendit, N. S. (2003). Mahabharata. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Pratiwi, C. P., Pratama, F. Y., Saddhono, K. (2022). Masculinity in Javanese People: How Does Arjuna Masculinity Describe in Javanese of Mahbharata. Jurnal Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya. 2-15, 123-130.
Raharjo, Y. (1997). “Seksualitas manusia dan masalah gender: dekonstruksi sosial dan reorientasi”. Populasi. 8 (1). 55-61.
Riantiarno, N. (2016). Mahabarata Jawa. Jakarta: Grasindo (Gramedia Widia Sarana Indonesia).
Sunardi D. M. (2007). Srikandi belajar Memanah. Jakarta: Balai Pustaka.
Setiadi, G., & Yuwita, N. (2019). Hypogram Sastra Teks Dan Interteks Dalam Karya Sastra Mahabharata Dan Bharatayuda. Jurnal Akademika Pusat Studi Manajemen Pendidikan Islam Iai Sunan Kalijogo Malang
Surawati, N. M, Winyana, I. N., Wiguna, I. P. P. A. (2022). “Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Mahabharata Karya Nyoman S. Pendit”. Vidya Wertta. 5(1). 1-8.
Wibowo, S. F. (2019). “Ketaksaan Identitas Gender dalam Cerpen “Saya di Mata Sebagian Orang”: Analsis Teori Queer”. LOA. 14(2).
