Analisis Pengaruh Jumlah dan Sebaran Ground Control Point (GCP) dalam Proses Ortorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT)

Monica Maharani, Henri Kuncoro

Sari


Penggunaan citra satelit resolusi tinggi (CSRT), tidak terlepas dari
proses ortorektifikasi. Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai instansi yang
ditunjuk oleh pemerintah sebagai penanggung jawab penyediaan informasi
geospasial dasar sesuai dengan UU Informasi Geospasial nomor 4 Tahun 2011
memanfaatkan Citra Setelit Resolusi Tinggi (CSRT) untuk keperluan pembuatan
peta skala 1:5.000. Proses ortorektifikasi melibatkan CSRT, ground control point
(GCP) dan model elevasi digital (MED). Banyaknya proses ortorektifikasi yang
telah dilakukan dengan simulasi jumlah dan sebaran GCP namun tidak
memberikan kepastian besaran pengaruhnya, mendorong perlunya dilakukan
penelitian dan analisis lebih lanjut mengenai pengaruh jumlah dan sebaran GCP
pada hasil ortorektifikasi CSRT. Pengolahan data yang dilakukan adalah proses
ortorektifikasi citra dengan 7 (tujuh) kali menerapkan simulasi sebaran dan
jumlah GCP yang berbeda-beda, yaitu 5;9;12;22;32;42;dan 50 buah.
Pengurangan GCP dilakukan dengan memperhatikan geometri sebaran GCP agar
tetap mempertahankan sebaran yang merata, meskipun jumlahnya semakin
sedikit. Hasil analisis menunjukkan penambahan jumlah GCP sebanyak 45 GCP
dari 5 GCP menjadi 50 GCP ternyata tidak memberikan pengaruh yang besar
terhadap keelitian hasil ortomosaik citra. Kenaikan ketelitian hasil ortomosaik
citra yang diperoleh dari penambahan titik sejumlah 50 hanya sebesar 0,2 meter
saja.


Teks Lengkap:

PDF