Keputusan Siapa? Partisipasi Komunal pada Pelaksanaan Program Sanimas di Kelurahan Kadipiro, Kota Surakarta

Isti Andini

Abstract


Abstrak: Sanimas adalah program yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai respon terhadap masalah sanitasi di permukiman padat perkotaan. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, warga menjadi inisiator utama dalam penyusunan rencana tindak, pembangunan fisik, pengelolaan dan pengembangan sistem sanitasi yang lebih ramah lingkungan. Namun, konsep partisipasi komunitas sering dipahami hanya sebagai kehadiran dalam pertemuan atau sosialisasi, atau hanya kehadiran perwakilan masyarakat dalam proses pelaksanaan program. Padahal, partisipasi komunal harus dipandang sebagai keputusan komunal, baik dari asal-usul inisiatif, sumber daya atau kontrol dalam proses dan pemanfaatan. Artikel ini mencoba mengenali tingkat partisipasi dalam pelaksanaan Sanimas di Kadipiro, Surakarta sebagai partisipasi komunal, tidak semata-mata partisipasi individu dalam sebuah komunitas. Partisipasi komunal menjamin keberlanjutan yang lebih baik dalam pengembangan infrastruktur permukiman karena perubahan perspektif telah diinternalisasi sebagai bagian dari nilai serta norma dalam komunitas.

Kata Kunci: Sanimas, partisipasi komunal, pengambilan keputusan

Abstract: Sanimas is a program organized by the Department of Public Works as a response to the problem of sanitation in dense urban settlements. Using a participatory approach, people become a major initiator in the preparation of action plans, physical development, management and development of sanitation systems are more environmentally friendly. However, the concept of community participation is often understood as attendance at a meeting or socialization, or just the presence of community representatives in the process of implementing the program. In fact , communal participation should be viewed as a communal decision, both from the origin of the initiative, resources, or control in the process and utilization. This article attempts to identify the level of participation in the implementation of Sanimas in Kadipiro, Surakarta as a communal participation, not merely the individual’s participation in a community. Communal participation ensures better sustainability in the infrastructure development of the settlement, in which perspective changes have been internalized as part of the values and norms in the community.

Keywords: Sanimas, communal participation, decision making


Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan. (2007) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Andini, Isti. (2009) Perkembangan Kapasitas Komunitas sebagai Dampak Implementasi Program Sosial Perdesaan. Tesis Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung.

Bartle, Phil. (2007) What Is Community?. Community Empowerment Collective. Diperoleh dari http://cec.vcn.bc.ca/cmp/whatcom.htm pada tanggal 12 Januari 2012.

Brikke, F. dan Bredero M. (2003) Lingking Technology Choice with Operation and Maintenance in the Context of Community Water Supply and Sanitation. A Reference Document for Planner and Project Staff. World Health Organization dan IRC Water and Sanitation Centre. Geneva, Switzerland.

Bush, R., Mutch, A. dan Dower, J. (2002) Community Capacity Index Manual. Brisbane: Centre for Primary Health Care, University of Queensland.

Chaskin, R.J., Brown, P, Venkatesh, S., dan Vidal, A. (2001) Building Community Capacity. New York: Aldine De Gruyter.

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2003) Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Sebagai Alternatif Solusi Masalah Sanitasi Di Perkampungan Kumuh/Miskin/Padat Perkotaan. Jakarta: BORDA

Falk, Ian, John Field dan Sue Kilpatrick. (2003) Social Capital: An Analytical Tool for Exploring Lifelong Learning and Community Development dalam British Education Research Journal (29). Carfax Publishing.

Fraser, Evan DG, dkk. (2005) Bottom Up and Top Down: Analysis of Participatory Processes for Sustainability Indicator Identification as a Pathway to Community Empowerment and Sustainable Environmental Management. Journal of Environmental Management (78).

Friedmann, John. (1987) Planning in Public Domain: From Knowledge to Action. Princeton: Princeton University Press

Gunawan, Indra. (2006) Pengetahuan Masyarakat tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat. Tesis MTPWK Universitas Diponegoro.

Hamdi, Nabeel dan Reinhard Goethert. (1997) Action Planning for Cities :A Guide to community practice. John Wiley & Sons, Ltd.

McGuire, Michael, dkk. (1994) Building Development Capacity in Nonmetropolitan Communities dalam Public Administration Review 54. Diperoleh dari http://www.jstor.org/stable/976427.pdf. Diakses pada tanggal 10 November 2008

Prabawati, Dian N. (2011) Multiplier Effect Penanganan Permukiman terhadap Pemenuhan Kebutuhan Rumah Layak Huni bagi MBR. Tugas Akhir Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sebelas Maret.

Sahdan, Gregorius. (2005) Menanggulangi Kemiskinan Desa. Jurnal Ekonomi Rakyat, 29 November. Diperoleh dari http://hildanurul. wordpress. com/2011/05/24/peran-pendidikan-dalam-mensejahterakan-masyarakat-pedesaan.

Santoso, Jo. (2006) Menyiasati kota tanpa warga. Kepustakaan Populer Gramedia

Schubeler, Peter. (1996) Participation and Partnership in Urban Infrastructure Management. The World Bank.

Setiawan, Bakti. (2005) Hak Masyarakat Dalam Proses Penyusunan Dan Implementasi Kebijakan Tata Ruang. Forum Perencanaan Pembangunan edisi Januari 2005.

Surotinojo, Ibrahim. (2009) Evaluasi program Sanimas di Gorontalo. Tesis MTPWK Universitas Dinponegoro.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjpwk.2015.25.2.3

Copyright © 2016 Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter