Identifikasi Pola Morfologi Kota (Studi Kasus : Kecamatan Klojen, Kota Malang)

Amandus Jong Tallo, Yulia Pratiwi, Indri Astutik

Abstract


Abstrak. Pertumbuhan dan perkembangan kota berbanding lurus dengan perkembangan kehidupan sosial-budaya, ekonomi dan politik yang melatar belakanginya. Perkembangan kota juga disertai pertambahan jumlah penduduk, baik oleh pertumbuhan alamiah maupun pertumbuhan non alamiah yang mengarah pada bentukan pola morfologi kota. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola morfologi kota di sebagian Kecamatan Klojen di Kota Malang. Dalam penelitian ini, morfologi kota didasarkan pada aspek struktural, aspek fungsional dan aspek visual. Untuk menganalisis suatu pola morfologi kota dapat dilakukan dengan tiga analisis perancangan kota yaitu, figure ground, linkage, dan place.

Kata kunci. Perancangan kota, pertumbuhan kota, morfologi kota

Abstract. Growth and development of a city is directly proportional to the socio-cultural, economic and political development. The development is also accompanied by population growth, either by natural or non-natural growth which leads to the formation of the morphological pattern of the city. The purpose of this study is to identify the morphological pattern in most part of the district Klojen in Malang City. In this study, the city morphology is based on the structural, functional and visual aspects. The morphological pattern is analyzed using three urban design criteria, which are figure ground, linkage, and place.

Keywords. Urban design, urban growth, urban morphology


Full Text:

PDF

References


Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang. (2010) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang Tahun 2010-2030. Malang: Bappeda.

Birkhamshaw, Alex J and J.W.R. Whitehand. (2012) Conzenian Urban Morphology and the Character Area of Planners And Residents. Urban Design International (17), 4–17.

Budiharjo, Eko. (1984) Arsitektur dan Kota di Indonesia, Bandung: Alumni

Danisworo, Muhammad. (1989) Urban Landscape Sebagai Komponen Penentu Kualitas Linkungan Kota. Makalah Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UK. Petra. Surabaya.

Handinoto, (1996) Perkembangan Kota Surabaya 1870-1940. Yogyakarta: Andi.

Lynch, Kevin. (1969) The Image of The City. Cambridge, Massachusetts: MIT Press.

Markus, Zahnd. (1999) Perancangan Kota Secara Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.

Mumford, Lewis. (1967). The Myth of The Machine (Vol. I): Technics and Human Development: New York City: Brace and Jovanovich

Nielsen, G., J. Nelson, C. Mulley, G. Tegner, G. Lind and T. Lange. (2005). Public Transport - Planning the Networks - HiTrans Best Practice Guide 2. Stavanger, Norway: European Union Interreg III and HiTrans.

Philip James and Daniel Bound. (2009) Urban Morphology Types and Open Space Distribution in Urban Core Areas. Urban Ecosystem 12:417:424 doi 10.1007/s11252-009-0083-1

Smailes, R.J. (1995) Some Reflection on the Geographical Description and Analysis of Townscape. In the Institute of British Geographer Transaction and Paper.

Wikantiyoso, Respati. (1995) Telaah Morfologi Kota Malang. Science (jurnal ilmu pengetahuan dan teknologi Unmer). Malang: Universitas Merdeka.

Yunus, Hadi Sabari. (2000) Struktur Tata Ruang Kota, Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjpwk.2015.25.3.3

Copyright © 2016 Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter