Evaluation of Street Vendor Relocation in Pasar Waru and Simpang Lima, Semarang

Ummi Hanifah, Mussadun .

Abstract


Abstrak: Di Kota Semarang jumlah PKL setiap tahunnya semakin meningkat dan mulai memberikan dampak negatif karena menempati ruang publik. Artikelini bertujuan untuk menilai tingkat keberhasilan implementasi penertiban PKL menurut pandangan pedagang dan pemerintah serta faktor penyebabnya. Kebijakan penertiban PKL yang menjadi fokus penelitian adalah program relokasi PKL Citarum dan Kartini ke Pasar Waru serta program penataan sarana aktivitas PKL Simpang Lima. Pelaksanaan relokasi PKL dinilai sulit dilaksanakan karena terjadi penolakan dan menganggap Pasar Waru tidak representatif untuk berdagang. Sedangkan pelaksanaan penataan PKL Simpang Lima tergolong cukup lancar. Namun setelah adanya penataan, pendapatan pedagang justru semakin menurun. Berdasarkan analisis diketahui bahwa menurut pedagang dan pemerintah relokasi telah berhasil pada aspek fisik namun tidak berhasil pada aspek ekonomi.

Kata kunci: Relokasi, pedagang kaki lima, Semarang

Abstract: The number of street vendors in the city of Semarang is increasing every year and starting to give a negative impact because they occupy public space. This study aims to assess whether the implementation is successful from the point of view of the government as well as its contributing factor. The focus of this research are the relocation of Citarum and Kartini street vendors to Waru Market and the facility planning for Simpang Lima street vendors. The street vendor relocation is considered difficult to implement due to the vendors’ rejection; whereas, the planning of street vendor facilities in Simpang Lima is considered as succesful. However, after the relocation, the revenue of the merchants decreased. The analysis shows that the relocation is successful in physical aspect only but unsuccessful in economic aspect.

Keywords:Relocation, street vendors, Semarang.


Full Text:

PDF

References


Dinas Pasar Kota Semarang. (2012) Data Jumlah PKL Kota Semarang Tahun 2012. Semarang: Dinas Pasar Kota Semarang.

Manning, Chris dan Tadjuddin Noer Effendi. (1996) Urbanisasi, Pengangguran dan Sektor Informal di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Jakarta.

McGee, T.G dan Y.M. Yeung. (1977) Hawkers in Southeast Asian Cities: Planning For The Bazaar Economy. Ottawa: International Development Research Centre (IDRC).

Mustafa, Ali Achsan. (2008) Transformasi Sosial Masyarakat Marginal: Mengukuhkan Eksistensi Pedagang Kaki Lima Dalam Pusaran Modernitas. Malang: Inspire.

Mustafa, Ali Achsan. (2008) Transformasi Sosial Sektor Informal: Sejarah, Teori Dan Praksis Pedagang Kaki Lima. Malang: Inspire.

Putri, Erleine Rastani Utami dan Bagio Muzakir. (2013) Dampak Penataan Kawasan Simpanglima Kota Semarang Terhadap Pendapatan Pedagang Makanan. Economics 2(3),

-11.

Rachbini, Didik J. dan Abdul Hamid. (1994) Ekonomi Informal Perkotaan: Gejala Involusi Gelombang Ke Dua. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Widodo, Ahmadi. (2000) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha PKL, Studi Kasus Kota Semarang. Tesis tidak diterbitkan, Program Pascasarjana, Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Semarang.

Wijayaningsih, Retno. (2007) Keterkaitan Pedagang Kaki Lima Terhadap Kualitas dan Citra Ruang Publik Di Koridor Kartini Semarang Pada Masa Pra-Pembongkaran (Studi Kasus: Penggal Jl.Dr.Cipto – Jl.Barito). Tesis tidak diterbitkan, Program Pascasarjana, Magister Teknik Arsitektur, Universitas Diponegoro, Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjpwk.2015.25.3.4

Copyright © 2016 Journal of Regional and City Planning

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter