A Dynamic Model for Sustainable Tourism Village Planning Based on Local Institutions

Widhianthini Widhianthini

Abstract


Regional development involves optimizing the utilization of the region’s resources in an integrated and harmonious way. This regional development is realized through a comprehensive approach that includes physical, economic, social, cultural, and environmental aspects. The integration of these aspects will lead to sustainable development in the region. However, development is currently often looked at only from a physical way so that the concept of sustainability only exists on paper and does not involve local institutions in the region, such as in the tourism village development program. The purpose of this study is to analyze the relationship between physical/environmental, economic, and social aspects and local institutions in Tabanan Regency, Bali Province in realizing sustainable tourism villages. Primary and secondary data were combined through questionnaires and interviews. This study uses dynamic system analysis. Including all three aspects results in a new model of system dynamics and it can show that the local institutional aspect is an aspect that must be taken into account in designing a model of sustainable development in a region or area. This is so that problems that arise can be eliminated as early as possible and alternative policies can be obtained that should be adopted by policy makers, strengthened by local rules (awig-awig) and local government laws.

Keywords. Regional development, local institutions, sustainable tourism villages, dynamic system, awig-awig.

Pengembangan wilayah merupakan optimasi pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki suatu wilayah secara terpadu dan serasi. Pengembangan wilayah ini diwujudkan melalui pendekatan yang bersifat komprehensif mencakup aspek fisik, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Keterpaduan aspek ini akan mengarah pada pembangunan berkelanjutan di suatu wilayah. Namun, ukuran pembangunan saat ini sering dilihat secara fisik saja sehingga konsep berkelanjutan hanya sebatas di atas kertas saja dan tidak melibatkan kelembagaan lokal di suatu kawasan, seperti pada program pengembangan kawasan desa wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan aspek-aspek fisik/lingkungan, ekonomi, sosial dengan kelembagaan lokal di Kabupaten Tabanan, Propinsi Bali dalam mewujudkan kawasan desa wisata yang berkelanjutan. Data primer dan sekunder dikombinasikan melalui kuesioner dan wawancara. Penelitian ini dianalisis dengan sistem dinamik. Dengan memasukkan ketiga aspek tersebut maka akan didapatkan model baru dalam sistem dinamik dan dapat terlihat bahwa aspek kelembagaan lokal merupakan aspek yang harus diperhitungkan dalam pembuatan model pembangunan berkelanjutan di suatu wilayah atau kawasan sehingga permasalahan-permasalahan yang timbul dapat dieliminir sedini mungkin dan diperoleh alternatif-alternatif kebijakan yang harus diambil oleh para pengambil kebijakan untuk masing-masing daerah yang diperkuat dengan aturan-aturan lokal (awig-awig) dan aturan pemerintah daerah.

Kata kunci. Pengembangan wilayah, kelembagaan lokal, kawasan desa wisata berkelanjutan, sistem dinamik, awig-awig.

Full Text:

PDF

References


Boettke, P., J. Christopher, and T.L. Peter. (2008) Institutional Stickiness and the New Development Economics. American Journal of Economics and Sociology 67(2), 331-358.

Daalen, V. and W.A.H. Thissen (2001) Dynamics Systems Modelling Continuous Models. Faculteit Techniek, Bestuur en Management (TBM). Technische Universiteit Delft.

Department of Agriculture Tabanan Regency (2014) Laporan Tahunan Pertanian. Tabanan, Propinsi Bali.

Eriyatno (2012) Ilmu Sistem Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. Surabaya: Penerbit Guna Widya.

Koentjaraningrat (2009) Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Jones, S. (2005) Community Based Tourism:The Significance of Social Capital. Annals of Tourism Research. 32(2):303–324.

Larsen, R.K., E. Calgaro, and F. Thomalla (2011) Governing Resilience Building in Thailand’s Tourism Dependent Communities: Conceptualising Stakeholder Agency in Social Ecological Systems. Global Environmental Change 21(2), 481-491.

Mudhina (2009) Strategi Pemberdayaan Subak di Daerah Pengaliran Sungai (DPS) Tukad Unda. Thesis, Universitas Udayana, Denpasar.

Munawar, I. (2009) Organisasi dan Lembaga Serta Perbedaannya. Can be downloaded from: http://bit.ly/M1SeBt on 13 Maret 2012.

Noer, M. (2008) Peran Kelembagaan Lokal dalam Perencanaan Wilayah Desentralistis (Kasus Studi: Perencanaan Berbasis Nagari di Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat). Dissertation, Engineering Sciences, Institut Teknologi Bandung.

Norken (2003) Pengembangan dan Pengelolaan Sumberdaya Air Secara Terpadu dan Berkelanjutan. Paper presented at Seminar Pengembangan Sumberdaya Air Secara Terpadu dan Berkelanjutan, Denpasar.

Nunuk (2010) Partisipasi Subak Dalam Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Mambal Di Kabupaten Badung, Postgraduate Thesis, Denpasar: Universitas Udayana.

Paraso, A. (2013) Efektivitas Badan Permusyawaratan Desa Dalam Penyelenggaraan Pengawasan Pemerintahan Di Desa Sereh (Suatu Studi Di Desa Sereh Kecamatan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Eksekutif. [Internet]. [13 Februari 2014]. Diunduh dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jurnaleksekutif/article/view/2693

Scheyvens, R. (2009) Ecotourism and The Empowerment of Local Communities. Tourism Management. Volume 20, Issue 2, April 2009, pages 245-249.

Shikida, A., Y. Mami, K. Akiko, and M. Masayuki (2010) Tourism Relationship Model and Intermediary for Sustainable Tourism Management. Hokkaido University, Japan.

Sterman, J., R. Henderson, E. Beinhocker, and L. Newman (2007) Getting big too fast: strategic dynamics with increasing returns and bounded rationally. Management Science 53(4), 683-696.

Sutoro (2012) Pengaturan tentang Desa. Policy Papers. Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD). Yogyakarta.

Syahyuti (2003) Bedah Konsep Kelembagaan: Strategi Pengembangan dan Penerapannya dalam Penelitian Pertanian. Printed by Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.

Widhianthini, I.W. Ginarsa, I.K. Suamba, and I.W. Sudartha (2006) Pembangunan Daerah dengan Pendekatan Perencanaan Partisipatif (Revisi). Rural Development Pioner Project (Provinsi Bali). Kerjasama antara Consulting Service for Small Scale Irrigation Management Project (III) dengan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Udayana.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjrcp.2017.28.1.1

Copyright © 2016 Journal of Regional and City Planning

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter