Analisis Penerimaan Retribusi Sampah oleh Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Persampahan di Kota Bandung Bagian Timur

Iwan Susanto, Benno Rahardyan

Abstract


Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2018 merupakan dasar pada perencanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan Kota Bandung yang Bersih Makmur Taat dan Bersahabat, atau yang disingkat Bermartabat. Berdasarkan slogan “Bermartabat” tersebut, maka kebersihan dan sistem pengelolaan persampahan adalah hal yang harus dikelola dengan baik sehingga pembangunan Kota Bandung yang akan dicapai adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. Salah satu hal yang menjadi kendala dalam pengelolaan persampahan di Kota Bandung adalah partisipasi masyarakat yang rendah dalam aspek pembiayaan. Hal tersebut dibuktikan dengan masih besarnya beban subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Biaya Daerah (APBD) Kota Bandung yang mencapai 80% dari total biaya yang dibutuhkan, sementara penerimaan iuran sampah dari masyarakat Kota Bandung hanya mencapai 20% dari total biaya pengelolaan sampah. Besarnya beban subsidi APBD untuk pengelolaan sampah tersebut dapat mengganggu jalannya pelaksanaan pembangunan. Di sisi lain, rendahnya penerimaan iuran sampah dari masyarakat membuat PD Kebersihan selaku lembaga pengelola persampahan di Kota Bandung tidak dapat memberikan pelayanan optimal dan selalu bergantung kepada subsidi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandung. Untuk itu perlu dilakukan analisis terhadap hal-hal yang menyebabkan rendahnya penerimaan iuran sampah tingkat kota tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel apa saja yang mempengaruhi nilai kesediaan membayar (willingness to pay = WTP) dan tingkat kemampuan membayar (ability to pay = ATP). Penelitian ini menggunakan metode contingent valuation methode (CVM) dengan sistem bidding game (tawar menawar) dan analisis crosstab untuk mengetahui ketergantungan nilai kesediaan membayar masyarakat. Analisis cluster dan analisis diskriminan dilakukan untuk mengetahui pembagian responden ke dalam kelompok berdasarkan kedekatan variabel serta mengetahui perbedaan antar kelompok yang terbentuk. Untuk mengetahui karakteristik masyarakat, 400 kuesioner dibagikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata WTP responden berada di bawah nilai rata-rata ATP. Hal ini berarti bahwa masyarakat Kota Bandung Bagian Timur mampu untuk membayar iuran sampah kota. Pelayanan pengelolaan persampahan yang tidak memuaskan menjadi penyebab utama rendahnya penerimaan iuran sampah.

Kata kunci. ATP, bidding game, cluster, CVM, WTP.

 

The Regional Medium Term Development Plan of Bandung Municipality 2014 - 2018 is a basis for development planning in an effort to create Bandung Municipality: Clean, Prosperous, Obedient, and Friendly, which becomes the Bandung Municipality slogan “Bermartabat (Bersih Makmur Taat dan Bersahabat)”. Based on the slogan "Bermartabat", the cleanliness and solid waste management system is something that must be managed properly so that the development of Bandung to be achieved is environmentally sound. One of the obstacles in the management of solid waste in the city of Bandung is the low public participation in the financing aspects. This is evident from the large subsidy from the APBD of Bandung Municipality, which reached 80% of the total cost required, while the reception solid waste fees from people in Bandung only reached 20% of the total cost of solid waste management. The amount of the subsidy budget for solid waste management could disrupt its implementation. On the other hand, due to the low amount of solid waste fees from the PD Kebersihan as the waste management company of Bandung Municipality cannot provide optimal service and always depends on the subsidies to be granted by the Government. Therefore, it is needed to analyze what causes the city’s low solid waste fees collection. The purpose of this study was to determine the variables that influence the value of willingness to pay (WTP = willingness to pay) and the level of ability to pay (ability to pay = ATP). This study uses a contingent valuation method (CVM) with a bidding games system and crosstab analysis to determine the dependence of the value of the public's willingness to pay. Cluster analysis and discriminant analysis were conducted to determine the division of respondents into groups based on the proximity of variables and to know the differences between groups. To know the characteristics of the community, 400 questionnaires were distributed for data retrieval. The research showed that the average value of WTP from the respondents was below the average ATP value. This means that people in Eastern Bandung Municipality are able to pay solid waste fees. Low solid waste fees collection is primarily caused by unsatisfactory solid waste management service.

Keywords. ATP, bidding game, cluster, CVM, WTP.


Full Text:

PDF

References


Afroz, R. (2010) Using a Contingent Valuation Approach for Improved Solid Waste Management Facility, Journal Elsevier Waste Management, 31, 800-808.

Ahmadou, A. dan J. Mohammad (2008) An Application of Contingent Valuation in Collecting Household Waste in Dakkar. Journal CS BIGS, 2, 28-31.

Bappeda Kota Bandung. (2014) Kajian Penyesuaian Retribusi Sampah dan Manajemen Pengelolaan Sampah di Kota Bandung, Bandung-Indonesia.

Damanhunri, E. dan T. Padmi (2010) Diktat Kuliah TL-3104 Pengelolaan Sampah. Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.

Hartono, E. (2006) Analisa Willingness to Pay dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Sampah di Kota Brebes Melalui Peningkatan Kemampuan Pembiayaan. Tesis Program Magister, Universitas Diponegoro, 23-60.

Kusumaningrum. (2008) : Penentuan Willingness to Pay untuk Peningkatan Kualitas Sungai Kaligarang, Tesis Program Magister, Institut Teknologi Bandung, 28-44.

PD Kebersihan. (2013) Laporan Kinerja Tahun 2013. Kota Bandung-Indonesia.

Peraturan Walikota Bandung No. 316 Tahun 2013 Tentang Tarif Jasa Pengelolaan Sampah.

Peraturan Daerah Kota Bandung No. 9 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah.

Roy, A.T. (2013) An Application of Contingent Valuation Method in Cachar District of Assam. International Journal of Humanities and Social Science Invention, 2, 25-33.

RPJMD Kota Bandung, (2014) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bandung 2014-2018. Bandung-Indonesia.

Rahim, N.N.R.N.A., M.N. Shamsudin, A.N.A. Ghani, A. Randam, L.A. Manaf, S. Kaffashi, N. Mohamed (2012) Economic Valuation of Integrated Solid Waste Management in Kota Bahru Kelantan. Journal of Applied Sciences, 12(17), 1839-1845.

Saifullah, D dan Anam, N (2013) : Analisis Cluster Karakteristik Mahasiswa Staterkom Universitas Negeri Semarang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.

Santosa, S. (2014) : SPSS 22 from Essential to Expert Skills, Gramedia, Jakarta, 218-238.

Sizya, R.R. (2015) Household Willingness to Pay for Solid Waste Management in Mwanza City Tanzania. Journal of Resources Development and Management, 4, 57-67.

SK-SNI T-13-1990-F tentang Pengelolaan Persampahan.

SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan.

SNI-T-12-1991-03 tentang Tata Cara Pengelolaan Sampah di Pemukiman.

Sugiono (2006) Metodologi Penelitian Administratif. Alfabeta, Bandung, 36-59.

Trimansyah, A. dan Pradono. (2012) : Analisis Tarif Bus Rapid Trans (BRT) Bandar Lampung Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, Kemampuan Membayar dan Keinginan Membayar Penumpang, Tesis Program Magister, Institut Teknologi Bandung, 15-25.

Zakaria, R. (2013) Analisis Kemauan Membayar Masyarakat untuk Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sampah di Kota Makasar Menggunakan CVM. Tesis Program Magister, Institut Teknologi Bandung, 23-66.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjrcp.2016.27.3.4

Copyright © 2016 Journal of Regional and City Planning

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter