Analisis Kinerja Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Publik Bidang Angkutan Kereta Api Penumpang Kelas Ekonomi

Yuli Nugrahini

Abstract


PT Kereta Api (Persero) sebagai suatu badan usaha, saat ini masih merupakan satu-satunya badan usaha yang mengoperasikan angkutan kereta api penumpang dan barang di Indonesia. Atas penugasan kewajiban publik bidang angkutan penumpang kereta api kelas ekonomi yang dilaksanakan oleh PT Kereta Api (Persero), pemerintah melakukan pengawasan, verifikasi, dan evaluasi kinerja pelaksanaan Public Service Obligation (PSO). Penilaian kinerja pelaksananaan kewajiban pelayanan publik yang selama ini dilakukan belum memberikan gambaran mengenai kinerja yang sesungguhnya karena hanya melihat dari sisi output yang dihasilkan tetapi tidak mempertimbangkan berapa input yang telah dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kewajiban pelayanan publik bidang angkutan kereta api penumpang kelas ekonomi pada masing-masing Daerah Operasi/Divisi Regional PT Kereta Api (Persero). Telaah studi ini adalah analisis kinerja angkutan kereta api kelas ekonomi yang mendapatkan kewajiban public service obligation (PSO) melalui analisis efisiensi. Analisis efisiensi dilakukan dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa input yang terdiri dari biaya operasional, besaran PSO dan jumlah sarana yang digunakan mempengaruhi kinerja. Demikian juga output yang dihasilkan yang terdiri dari kilometer-kereta dan kilometer penumpang memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap kinerja Daerah Operasi/Divisi Regional (Daop/Divre).

Kata Kunci: PT Kereta Api (Persero), Public Service Obligation (PSO), Data Envelopment Analysis (DEA)


PT Kereta Api (Persero) as an enterprise is currently the only entity that operates the railway transport of passengers and goods in Indonesia. Upon assignment of public duty passenger rail transport sector economy class conducted by PT Kereta Api (Persero), government oversight, verification, and performance evaluation of the implementation of the Public Service Obligation (PSO). Performance assessment pelaksananaan public service obligation has been done yet provides an overview of the actual performance because only the view of the output produced but did not consider how the input that has been issued. The purpose of this study is to analyze the efficiency and effectiveness of public service obligations in transport economy class passenger trains in each Regional Operations / Regional Division PT Kereta Api (Persero). The study of this study is the analysis of the performance of the economy class rail which has been tasked by the public service obligation (PSO) through the analysis of efficiency. Efficiency analysis is done by using the method of Data Envelopment Analysis (DEA). The results showed that the input consists of operating costs, the magnitude of the PSO and the number of facilities used affects performance. Similarly, the resulting output consists of kilometer-passenger and kilometer-trains have different effects on the performance of Daerah Operasi/Divisi Regional (Daop/Divre). 

Keywords: PT Kereta Api (Persero), Public Service Obligation (PSO), Data Envelopment Analysis (DEA)


Full Text:

PDF

References


Charnes A, Cooper WW dan Rhodes, 1978, Measuring the Efficiency of Decision Making Units, European Journal of Operation Research, vol 2

Coelli, 2005, An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis, 2nd edition, Springer.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Departemen

Perhubungan.

Dunn, William N, 1981, Public Policy analysis: an introduction, second ed. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall, inc.

Giannopolus, 1989, Bus Planning and Operation in Urban Areas, hal 82.

Lan, Lawrence W dan Lin, Erwin T.J., 2006, Performance Measurement For Railway Transport: Stochastic Distance Function

Inneficiency And Ineffectiveness Effects, Journal of Transport Economics and Policy, Volume 40, Part 3, September 2006, pp. 383-

Oum, Tae Hoon dan Yu, Chunyan, 1994, Economic Efficiency Of Railways And Implications For Public Policy, Journal of Transport Economics and Policy

Oum, Waters dan Yu, 1999, A Survey of Productivity and Efficiency Measurement in Rail Transport, Journal of Transport Economics and Policy, vol 33 part1.

Peraturan Pemerintah 81 Tahun 1998 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api.

Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara

Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 1998 tentang Prasarana dan Sarana Kereta Api.

SKB 3 DIRJEN No. SK. 95/HK.101/DRJD/1999, No. KEP-37/A/1999 dan No. 3998/D.VI/06/1999.

SKB 3 Menteri (Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Menteri Perencanaan Pembangunan/Ketua BAPPENAS) tentang Pembiayaan atas Pelayanan Umum Angkutan Kereta Api Penumpang Kelas Ekonomi, Pembiayaan atas Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Kereta Api serta Biaya atas Penggunaan Prasarana Kereta Api.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Anggaran dan Deputi Kepala BAPPENAS bidang Prasarana tentang Kriteria, Tolok Ukur dan Mekanisme Pembiayaan atas Pelayanan Umum Angkutan Kereta Api Penumpang Kelas Ekonomi, Pembiayaan atas Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Kereta Api serta Biaya atas Penggunaan Prasarana Kereta Api.

Suryaningtyas, Annisa Dewi, 2005, Kajian Hubungan PSO dan Variabel-variabel yang mempengaruhinya, studi kasus KRL Jabodebek,Tugas Akhir Departemen Teknik Planologi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Bandung

Undang-Undang no 19 tahun 2003 tentang BUMN pasal 66 ayat 1

Undang-Undang No. 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian.

Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian




Copyright © 2016 Journal of Regional and City Planning

Creative Commons License
This work licensed under CC-BY-NC, a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Counter