Identifikasi Permintaan Kelompok Usia Lanjut Terhadap Kegiatan Rekreasi di Kota Bandung

Maulita Dwasti Isnutomo

Abstract


Kualitas kesehatan penduduk Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk Indonesia. Dengan meningkatnya AHH tersebut pertumbuhan jumlah penduduk usia lanjut juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Perspektif dan stereotype yang terbentuk di Indonesia mengenai lansia adalah lansia merupakan kelompok yang rentan, tergantung, lemah dan kurang mandiri, tidak produktif, dan menjadi beban tanggungan. Pada kenyataannya, masih banyak lansia yang aktif melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, baik di dalam lingkungan tempat tinggalnya maupun di luar lingkungan tempat tinggal mereka. Artikel ini bermaksud untuk mengidentifikasi karakteristik kegiatan yang dilakukan dan yang dibutuhkan oleh lansia, khususnya kegiatan rekreasi serta mengidentifikasi pula faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Diasumsikan bahwa tingkat kesejahteraan lansia dan lokasi tempat tinggal menjadi faktor yang mempengaruhi kegiatan rekreasi yang dilakukan dan yang dibutuhkan oleh lansia. Studi ini mengambil Kota Bandung sebagai lingkup wilayah studi serta dilakukan dengan metode pendekatan demand dan pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor tingkat kesejahteraan dan lokasi tempat tinggal tidak terlalu mempengaruhi lansia dalam melakukan kegiatan rekreasi.

Kata kunci: lansia, kebutuhan, rekreasi

 

Health quality of Indonesia's population has increased along with the increasing of Indonesia's population Angka Harapan Hidup (AHH). With the increasing growth of AHH the elderly also increased from year to year. Perspectives and stereotypes in Indonesia about the elderly are a group who are vulnerable, dependent, weak and less independent, unproductive, and burden. In fact, many elderly are active in certain activities, both within the neighborhood and outside of their neighborhood. This article intends to identify the characteristics of activities performed and needed by the elderly, especially recreational activities and also identify the factors influencing it. It is assumed that the level of elderly welfare and residence’s location into the factors that affect the recreational activities performed and needed by the elderly. This article takes Bandung City as the scope of the study area with demand approach method and sampling with particular consideration. The results obtained showed that welfare levels factor and residence’s location did not significantly affect the elderly recreational activities.

Keywords: elderly, needs, recreation

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kota Bandung: Bandung dalam Angka 2005- 2009

Badan Pusat Statistik Nasional. 2010

BBC News. 2010. London’s Hyde Park to get

Pensioner Playground. http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/england/ london/8506302.stm. diakses pada 29 Maret 2011.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 2010. Potensi Kepariwisataan Kota Bandung. Bandung: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil: Data Pemutakhiran Kecamatan Bandung Tahun 2008

Gaynor, Borade. Recfreational Activities for the Elderly. http://www.buzzle.com/articles/recreational-activities-for-the-elderly.html. diakses pada 29 Maret 2011.

Hamid, Almisar. 2007. Subsisi Langsung Tunai dalam Tinjauan Kesejahteraan Sosial. Diakses dari http://bp.depsos.go.id/modules.php?name=N ews&file= print&sid=456 pada 20 Februari 2011

Hays, Jeffery. 2008. Elderly People, Retirement and Graying of China. http://factsanddetails.com/china.php?itemid= 106&catid=4&subcatid=21. diakses pada 31 Juli 2011.

Komisi Nasional Lanjut Usia. 2010. Aksesibilitas dan Kemudahan dalam Penggunaan Sarana dan Prasarana. Jakarta: Komisi Nasional Lanjut Usia.

No Name. www.Travelpod.com. Diakses pada tanggal 20 Februari 2011.

Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia

Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2004- 2013

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia

Yoeti, Oka A. 1983. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning