Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (Studi Kasus: Bandung Barat)

Martua Hasiholan Bancin

Abstract


Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan merupakan program pembangunan yang mengedepankan pentingnya partisipasi masyarakat untuk ikut berperan langsung mulai tahap perencanaan sampai tahap evaluasi, dan pemeliharaan (bottom-up planning). Mekanisme pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan memperluas kesempatan kerja di perdesaan. Artikel bertujuan untuk mengevaluasi manfaat PNPM mandiri perdesaan dalam pemberdayaan masyarakat desa di Kabupaten Bandung Barat. Beberapa indikator yang digunakan dalam studi ini adalah sasaran penerima, partisipasi masyarakat, dan manfaat yang diterima masyarakat. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan pengolahan data diperoleh bahwa pertama, untuk indikator sasaran penerima, kelompok masyarakat desa yang paling mendapatkan keuntungan dari PNPM Mandiri Perdesaan adalah masyarakat pedagang. Kedua, untuk indikator partisipasi masyarakat, diperoleh bahwa partisipasi masyarakat masih dikategorikan dalam kategori partisipasi sedang. Ketiga, untuk indikator manfaat yang diterima, diperoleh bahwa manfaat di bidang keterampilan, pengetahuan, kesehatan, dan pendapatan yang diterima masyarakat desa masih dikategorikan dalam kategori sedang.

Kata Kunci: pemberdayaan, perdesaan, partisipasi, program

 

Self-National Program for Community Empowerment (PNPM) of Rural Areas is a development program that emphasizes the importance of community participation to participate directly from the planning stage until the stage of evaluation, and maintenance (bottom-up planning). Empowerment mechanism aims to accelerate poverty reduction and expanding employment opportunities in rural areas. Based on this, and then conducted a study to evaluate the benefits of self PNPM in empowerment of rural areas in the district of West Bandung. Some of the indicators used in this study are the target beneficiaries, community participation, and benefits received by the community. Based on field observations and processing the data obtained that the first indicator, the target beneficiaries, most rural communities benefit from the self PNPM of rural areas is the merchant. Secondly, the indicators of community participation found that public participation is still being considered in the category of modest participation. Thirdly, the indicators of benefits received, the benefits obtained in the areas of skills, knowledge, health, and income received by the villagers still being considered in the category of a modest increase.

Keywords: empowerment, rural areas, participation, program

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, Rahardjo. Pembangunan Perdesaan dan Perkotaaan. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.

Eko, Sutoro. 2004. Reformasi Politik dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: APMD Press.

Eko, Sutoro. 2006. Pembangunan Politik, Pemberdayaan Politik dan Transformasi Politik. Yogyakarta: APMD Press.

Hikmat, Harry. 2001. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.

Kartasasmita, Ginandjar. 1996. Pembangunan Untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan". Jakarta: PT Pusataka Cidesindo.

Nasution, Muslimin. 1999. Pemberdayaan Masyarakat: Tujuan Proses Pengembangan Masyarakat yang Dibangun di Atas Realitas. Bandung: Jurnal Studi Pembangunan Vol.2, Hal.11.

Suharto, Edi. 2005. Memberdayakan Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT Refika Aditama.

Schaefer, R.T. 1989. Sociology. New York: McGraw-Hill, Inc.

Sumodiningrat, Gunawan dan Riant Nugroho. 2005. Membangun Indonesia Emas. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Wrihatnolo, Randi. R. & Dwidjowijoto, Riant Nugroho, 2007. Manajemen Pemberdayaan. Jakarta: Elexmedia Komputindo.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning