Peramalan Sumber-Sumber Earmarking Penerimaan Daerah (Studi Kasus: Pembiayaan Pemeliharaan Jalan Kota di Kota Bandung)

Christine Carolina Surbakti

Abstract


Berlakunya kewajiban alokasi (earmarking) minimal 10% Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk dikembalikan kepada sektor jalan dan transportasi merupakan suatu potensi untuk meningkatkan anggaran pemeliharaan jalan. Namun, alokasi 10% PKB masih belum menutupi kebutuhan biaya pemeliharaan jalan. Maka penelitian ini bertujuan menggali sumber-sumber penerimaan daerah Kota Bandung yang layak di-earmark untuk membiayai pemeliharaan jalan kota. Untuk dapat mengidentifikasi sumber-sumber penerimaan daerah yang layak di-earmark, digunakan kriteria-kriteria tertentu. Sumber-sumber earmarking yang diperoleh dari hasil penyaringan berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, lalu diramalkan besarannya dalam waktu lima tahun ke depan. Proses peramalan menggunakan model yang dihasilkan dari analisis regresi sederhana Y terhadap waktu. Hasil peramalan sumber-sumber earmarking akan disesuaikan agar dapat mengimbangi hasil peramalan kebutuhan pemeliharaan jalan melalui metode peramalan serupa. Setelah didapatkan besaran alokasi dari masing-masing sumber, maka diperkirakan kebutuhan pemeliharaan jalan kota akan tertutupi hingga lima tahun mendatang.

Kata kunci: earmarking, sumber-sumber penerimaan daerah, pemeliharaan jalan

 

Earmarking applicability at least 10% of Motorized Vehicle Tax (PKB) to be allocated to road and transport sector is potential to increase the budget for road maintenance. However, the 10% of PKB allocation still cannot cover the cost of road maintenance needs. This study aims to explore the sources of Bandung municipality that are appropriate to be earmarked local revenue to finance the maintenance of city streets. To be able to identify those sources certain criteria. Filtering the earmarking sources using the criterion, we forcasted the amount foreseen within the next five years. Forecasting process applied a model generated from a simple regression analysis of Y with respect to time. Forecasting results of earmarking resources was adjusted to the prediction of road maintenance needs through a similar forecasting method. Having obtained the amount of the allocation of each source, it is estimated that the fund needed for city street maintenance will be covered up to five years.

Keywords: earmarking, revenue sources, road maintenance


Full Text:

PDF

References


Antameng, Max. 2008. Progres Reformasi Manajemen Pemeliharaan Jalan Melalui Road Maintenance Fund di Indonesia. Makalah Teknik KRTJ ke X (KRTJ 10), July 21, Jakarta, Indonesia

Asia Development Bank. 2003. Road Funds and Road Maintenanance, an Asian Perspective.

Davey, Kenneth J. 1983. Pembiayaan Pemerintahan Daerah. Trans Amanullah, dkk. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Heggie, Ian G. 1999. Commercially Managed Road Funds: Managing Roads Like A Business, Not Like A Bureaucracy. Transportation 26: 87-111.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Bandung Tahun 2000.

Oetomo, dkk. 2009. Proses Belajar Sosial dalam Perencanaan dan Pengangguran Daerah. Program Hibah Dikti Tahun Anggaran 2009, Bandung, Indonesia.

Potter, Barry H. 2005. Budgeting For Road Maintenance. Paper presented at the Report of The One Hundred and Thirty Fifth Round Table on Transport Economics.

Smith, Roger S. 1975. Financing Cities in Developing Countries. In Readings on Taxation in Developing Countries, ed. Richard M. Bird and Oliver Oldman, 439-451. Baltimore and London: The John Hopkins University Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjpwk.2011.22.3.3

© 2020 Institut Teknologi Bandung