Dampak "Killing Time" Angkutan Kota Pada Waktu Peak Hour Kasus Beberapa Ruas Jalan di Kota Bandung

Iskandar Yusuf Maharoesman

Abstract


Kota Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki berbagai permasalahan transportasi yang begitu kompleks. Salah satu permasalahan yang sampai saat ini kurang mendapatkan tanggapan adalah permasalahan “killing time” angkutan kota. Akibat dari permasalahan “killing time” angkutan kota adalah penurunan tingkat pelayanan jalan sehingga dapat menimbulkan kemacetan. Teridentifikasinya “killing time” angkutan kota terjadi pada waktu jam-jam tidak sibuk, yaitu pada waktu off peak hour. Studi ini bertujuan mengidentifikasikan dampak yang dihasilkan oleh ”killing time” angkutan kota terhadap pengguna jalan. Hasil analisa menyatakan bahwa adanya penurunan kapasitas jalan, kecepatan perjalanan kendaraan dan tingkat pelayanan jalan. Studi ini juga menganalisa pola operator angkutan kota (supir angkot) dalam melakukan “killing time”. Hasil analisa pola tersebut adalah rata-rata supir angkutan kota melakukan ”killing time” dalam jangka waktu yang cukup lama, sekitar lebih dari 60 menit/kendaraan. Dampak dari penurunan tingkat pelayanan jalan yang dapat menyebabkan kemacetan adalah menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi pengguna jalan. Kerugian ini didapat dengan menganalisa dari pendekatan konsumsi bahan bakar.

Kata kunci: killing time, angkutan kota, tingkat pelayanan jalan

 

City of Bandung as one of the major cities in Indonesia has a variety of complex transportation problems. One of the problems which until now have not received a response is the problem of public transportation "killing time". The result of "killing time" problem is the reduction of public transportation services that can lead to traffic jam. Identification of "killing time" public transport occurs in the hours when not busy, ie at off peak hours. This study aims to identify the impact produced by the "killing time" public transportation to road users. The results of the analysis states that theres decreases in road capacity, travel speed of vehicles and road service levels. The study also analyzed the pattern of public transport operators (public transportation drivers) in doing the "killing time". Results of pattern analysis is average of public transport drivers to "killing time" in a long enough period of time, approximately more than 60 minutes / vehicle. The impacts of the decline in the level of service road that can lead to traffic jams are causing significant losses for road users. Loss is obtained by analyzing of the fuel consumption approach.

Keywords: killing time, public transportation, road service levels


Full Text:

PDF

References


Miro, Fidel. 1997. Sistem Transportasi Kota.

Bandung, Indonesia: Penerbit Tarsito. Morlok, Edward K. 1985. Pengantar Teknik dan

Perencanaan Transportasi. Jakarta, Indonesia: Erlangga.

Pignantaro, L. J. 1973Traffic Engineering: Theory and Practice, Prentice Hall Inc, New Jersey. Tamin, Ofyar Z. 1997.Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Bandung, Indonesia: Penerbit ITB

Vuchic, Vucan R. 1981. Urban Public Transportation System And Technology. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Warpani Suwarjoko P. 1990. Merencanakan Sistem Perangkutan. ITB. Bandung

Warpani, Suwardjoko. 2002. Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung, Indonesia: Penerbit ITB.

Adhitama, Suzie. 2003. Kajian Tingkat Pelayanan Terminal Cicaheum – Bandung. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Ambarita, Febri S. 2004. Kajian Penanganan Persoalan Lalu Lintas Pada Ruas Jalan yang Terpengaruhi Oleh Pusat Perbelanjaan ITC Kebon Kalapa. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Harmani, Herdian. 1990. Evaluasi Kinerja

Angkutan Umum Sudako. Tugas Akhir.

Departemen Teknik Planologi, ITB.

Bandung, Indonesia.

Harmila, Safta. 2004. Upaya Pemenuhan Biaya Operasional Kendaraan Berdasarkan Pengurangan Juml;ah Armada dan Peningkatan Tarif Angkutan Kota di Kota Bandung. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Muhammad, Nino. 1999. Identifikasi Tingkat Pelayanan Serta Usulan Pengelolaan Lalu Lintas di Jalan Setiabudi. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Murniasih, Ni Nyoman. 2005. Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Denpasar Ditinjau Dari Pihak Operator. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Nawangwulan, Gina. 1999. Kajian Penanganan Kemacetan di Jalan Setiabudi Dengan Pengelolaan Lalu Lintas. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Retnowati, Devi. 1989, Penentuan Lokasi Tempat Berhenti Kendaraan Umum Non Bis di Sepanjang Jalan Ir. H. Juanda. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi. ITB, Bandung, Indonesia.

Ronald, Kokoh. 2008. Studi Pengaruh Beroperasinya Pusat-Pusat Perbelanjaan Baru Terhadap Penurunan Tingkat Pelayanan Jalan Margonda Raya-Kota Depok.Tugas Akhir. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, ITB. Bandung, Indonesia.

Sriwijaya, Aniek Q. 1999. Simulasi Tundaan Pergerakan Mobil Pribadi Yang Terjadi Ketika Angkutan Umum Berhenti. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Yuliana, Rizky N. 2003. Prioritas Perbaikan Tingkat Pelayanan Angkutan Umum Kota Bandung Yang Dipengaruhi Oleh Faktor Pengemudi, Studi Kasus: Bis DAMRI dan Angkot. Tugas Akhir. Departemen Teknik Planologi, ITB. Bandung, Indonesia.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2004 Tentang Jalan.

Keputusan Walikota Bandung No. 551.2/kep.1575 HUK/2002 tentang Penetapan Trayek dan Jumlah Kendaraan Penumpang Umum dalam Setiap Trayek yang Beroperasi di Kota Bandung.

BPS Kota Bandung, 2006. Bandung, Indonesia

Bang, K.I..Highway Capacity Manual for Indonesian Conditions.Jurnal Teknik Sipil ITB Vol. 3 No. 3.Juli 1996.

Mogridge, M C. Impact of High ”Para-Transit” Flows on Road Capacity, 1983 Grava, Sigurd. Urban Transportation Systems, McGraw-Hill; 2002; 236-7

Direktorat Jenderal Bina Marga. Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM). Departemen Pekerjaan Umum. 1997. Kusbiantoro, B.S. 2004. Makalah Seminar

Nasional Transportasi, Semarang, Universitas Diponegoro Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, Vol. 6, pp. 262 - 277, 2005.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning