Hubungan Perubahan Penggunaan Lahan dengan Limpasan Air Permukiman: Studi Kasus Kota Bogor

Nia Kurniasih Pontoh

Abstract


Bogor  City  is  one  of  cities  function ing   as  counter  magnet  forJakarta,  the capital  city  of  Indonesia .  There  is  a  rapid   land  use  change  in  Bogor  that reduce the capacity to absorp  water and increase the   surface run -off  water. Knowing  that  the  position  City  of  Bogor  is  located  in  center  part  of Ciliwung  riverbasin    and  giving  significant  contribution  to   increasing the rate of flow o f river water. Run-off controlling is very important to decrease the  flood  threat  for  Jakarta  and   to increase  the composit e   of   land  water for  City  of  Bogor  itself.  The  study  uses  shift -share  method  analyzes comparing types and area of land use in different time .  The result of study describe  that  the  change  of  land -use  will  be  influenced  much  by  the condition of environment.

Keywords: land-use change, run-off water, flood threat


Full Text:

PDF

References


Asdak, Chay. (2004). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press.

Aji, Ananto, (2000) Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Secara Berkelanjutan ( studi kasus kota Bandar Lampung. Disertasi Doktor Program Pasca Sarjana , Institut Pertanian Bogor,

Bappeda Kota Bogor. (1995). Rencana Umum Tata Ruang Kota Bogor 1995-2005. Badan Perencanaan Daerah Kota Bogor. Bogor.

Bappeda Kota Bogor. (1996). Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan di Kota Bogor. Badan Perencanaan Daerah Kota Bogor. Bogor.

Bappeda Kota Bogor. (2000). Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor 2000-2009. Badan Perencanaan Daerah Kota Bogor. Bogor.

Bappeda Kota Bogor. (2002). Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 6 Kecamatan di Kota Bogor. Badan Perencanaan Daerah Kota Bogor. Bogor. Barlowe, R. (1978). Land Resources Economic (Third Edition). Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, New Jersey. Bourne, Larry S. (ed.). (1971). Internal Structure of the City. Oxford University Press. New York.

BPN Kota Bogor. (1998-2002). Laporan Penggunaan Lahan Kota Bogor dalam Data Potensi Daerah Kota Bogor. Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor. Kota Bogor.

CSIRO. (2005). Hidrology Cycle. www.clw.csiro.au/education/groundwater/ facts.html. diakses tanggal 2 Juni 2005.

Doxiadis, Contantinos A. (1968). Ekistics: An Introduction to the Science of Human Setlelments, Hutchinson & Co, Ltd, London.

Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor, Puncak dan Cianjur (Bopuncur).

Lee, R. (1980) Forest Hidrology. Columbia University Press, New York/ Guildford/ survey.

Seyhan, E. (1977), Fundamental of Hyddology, Geografisch Institut der Rijksuniversitait te Utrecht.

Sinukaban, N. (2005). Menjinakkan Ciliwung untuk Mengamankan Jakarta. Kompas, 29 Januari 2005.

Suripin. (2002). Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. Penerbit Andi Yogyakata.

Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Penerbit Andi Yogyakarta.

Zulkaidi, D. (1999). Pemahaman Perubahan Penggunaan Lahan Kota sebagai Dasar bagi Kebijakan Penanganannya. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota ITB, Vol. 10 No. 2/Juni 1999, Bandung.




Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright © 2019 Journal of Regional and City Planning