Pembangunan Permukiman Menuju Keseimbangan Desa-Kota

Authors

  • Bondan Hermanislamet Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta

Abstract

Secara normatif, pembangunan pemmahan biasa diartikan sebagai pembangunan rumah dalam jumlah besar, pada suatu lokasi dan pada kurun waktu tertentu yang terbatas.

Jumlah besar dan waktu terbatas memberikan indikasi "persoalan perumahan" yang mendesak, seperti sangat kurangnya persediaan rumah (housing stock), atau sangat rendahnya mutu perumahan serta lingkungannya di suatu kawasan tertentu. Sedangkan faktor lokasi, terutama hanya dikaitkan dengan ketersediaan lahan saja. Singkatnya, pembangunan perumahan dilakukan untuk menjawab kebutuhan rumah atau rumah layak dalam jumlah besar, tanpa dibebani oleh misi lain, termasuk masalah lokasi.

Namun pada masa-masa terakhir, jarang sekali kasus pembangunan perumahan dilihat berdiri sendiri, umumnya dikaitkan dengan masalah lain, atau bahkan digunakan untuk memecahkan masalah lain, atau bahkan juga diberi beban ekstra dengan menanggung misi lain.

Program transmigrasi atau pembangunan kota satelit, adalah contoh-contoh yang aktual untuk hal tersebut.

Author Biography

Bondan Hermanislamet, Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta

Ketua Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta

Downloads

Issue

Section

Research Articles