Kajian Efektifitas Semen dan Fly Ash dalam Campuran Soil Cement Memakai Tanah Lempung dan Pasir Pulau Timor

Alfonsus Theodorus, Bambang Sugeng, Ilyas Suratman, Rudy Hermawan

Abstract


Abstrak. Campuran semen tanah atau Soil cement adalah hasil pencampuran tanah, semen dan air, yang dengan tingkat pemadatan tertentu akan menghasilkan suatu campuran material baru, soil cement, yang mana dikarenakan kekuatannya, karakteristik ketahanan terhadap oleh air, panas dan pengaruh cuaca lainnya adalah sangat baik sebagai suatu lapis pondasi bawah dari struktur perkerasan jalan. Penggunaan Fly Ash sebagai alternatif material untuk stabilisasi dapat digunakan sebagai bahan tambahan campuran Soil Cement. Penelitian ini dilakukan pada beberapa tahapan pengujian, dimana pada tahapan pertama dilakukan pengujian statis terhadap campuran tersebut, antara lain percobaan UCS (Unconfined Compressive Strength). Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah Oelmasi (Pulau Timor) dapat diklasifikasikan sebagai tanah lempung anorganik dengan plastisitas tinggi (CH), tipe tanah kelempungan (A-7-5), Nilai aktiviti (A)=1,30 (Aktif Clays) dan memiliki Swelling Potensial yang sangat tinggi (Very High) serta kandungan mineral Kuarsa (Quartz). Secara umum, 5% - 15% semen menunjukkan jumlah optimum pengurangan Plastisitas Index (PI). Sedangkan 3% - 7% fly ash dapat meningkatkan nilai Plastisitas Index (PI). Pengurangan dan penambahan Plastisitas Index (PI) adalah suatu indikator perubahan kekuatan dari tanah Lempung Anorganic (CH). Penambahan 13%semen pada pemeraman 28 hari nilai Unconfined Compressive Strength (UCS) yang optimal yaitu = 12,59 Kg/Cm2. Untuk Tanah Bolok (Pulau Timor) merupakan jenis Pasir bergradasi baik (SW), tipe tanah pasir (A-1-b) dengan kandungan Mineral Calcite. Penambahan semen 10 % dapat meningkatkan nilai UCS hingga mencapai nilai optimal 21,87 kg/cm2 pada umur pemeraman 28 hari.

Abstract. Soil cement is result of mixing soil, cements and water, that with level of certain compaction will make a new material mixture, soil cement, which because of it is strength, resistance characteristic to by water, hot and other weather influence is very good as a foundation layer under from road pavement structure. Usage of Fly Ash alternatively material for stabilization can mixture addition Soil Cement. This research done at some testing steps, where at step first is done static testing to the mixture, for example experiment UCS (Unconfined Compressive Strength). Result of testing indicates that Soil Oelmasi (Island Timor) can be classified as Inorganic Clay Soil with high plasticity (CH), Clay Soil Type (A-7-5), Value activity (A) = 1,30 (Aktif Clays) and has Swelling Potential Very High and mineral content Kuarsa (Quartz). In general, 5% - 15% cements shows number optimum of decrement Plastisitas Index (PI). While 3% - 7% fly ash can increase value Plastisitas Index(PI). Decrement and addition Plastisitas Index (PI) be an transformation indicator of strength from soil Clay Anorganic (CH). Addition of 13%semen curing of 28 days value Unconfined Compressive Strength (UCS) optimal that is = 12,59 Kg/Cm2. For Soil Bolok (Island Timor) be type Sand good gradation (SW), soil sands type (A-1-b) with content mineral calcite. Addition cement 10 % can increase value UCS so reaching optimal value 21,87 kg/cm2 at the curing of 28 days.

Keywords


Semen; Tanah; Stabilisasi; Unconfined compressive strength; Plasticity index.

Full Text:

PDF

References


Bell, F. G., 1975, Methods of Treatment of Unstable Ground, by Lilley AA.

Chu, S. C., and Kao, H. S., 1993, A Study of Engineering Properties of a Clay Modified by Fly Ash and Slag, Fly Ash for Soil Improvement-Geotechnical Special Publication, Vol. 36, pp 89-99.

Eades, J. E., Nichols, F. P., and Grim, R. E., 1963, Formation of New Minerals with Lime Stabilization as Proven by Field Experiments in Virginia, Highway Research Bulletin 335.

Fajarman, 1999, Stabilisasi Tanah dengan Campuran New Hard dan Semen, Magister Thesis, ITB.

Gorelyshev, N. V., and Konqnov, V. N., 1972, Properties of Materials Used for Surfacing and Stabilized Base Structures of Pavement for Heavy Trafficked Roads, 3th International Conference on the

Structural Design of Asphalt Pavement, Proc. Vol. 1, University of Michegan, An Arbor, Michegan.

Idrus, 1991, Stabilisasi pada Lempung Losari dengan Kapur dan Semen, Magister Thesis, ITB.

PCA, 1977, Soil Cement Laboratory Hand Book, Illinois, USA.

PCA, 2005, www.Cement.org/Pavements Nurul, W., 1997, Stabilisasi Semen dari Tanah Dasar dan Pengaruhnya pada Desain Tebal Perkerasan, Lentur, Magister Thesis, ITB.

Rahman, M. A., 1987, Effect of Cement-Rice Husk Ash Mixtures on Geotechnical Properties of Laterite Soils, Journal of Soils and Foundations, 27 (2): 61–65.

Rustamaji, R. M. 1998, Studi Analisis dan Ekperimentasi Perbaikan Tanah Gambut dengan Cleanset sebagai Alternatif Perbaikan Tanah Dasar untuk Konstruksi Timbunan Badan Jalan, Magister Thesis, ITB.

Sherwood, PT, 1993, Soil Stabilization with Cement and Lime, TRL Report, Cowthorne, Berkhire, UK.

Transportation Research Board (TRB) State-of-the-Art Report No. 5, 1987, Transportation Research Board, Washington, D.C.

Triawan, Robby, 2005, Karakteristik Campuran Beton Aspal dengan Limbah PLTU sebagai Pengganti Agregat Sebagian, Program Studi Teknik Sipil Bidang Khusus Rekayasa Transportasi, Program Pasca Sarjana, ITB.

TRRL, 1970, A guide to the Structural Design of Pavement for New Road, Road Note No. 29, 3th Edision. HMSO, Transport and Road Research Laboratory. London.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjts.2008.15.2.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


web
analytics

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License