Rasio Ikatan Pembuluh sebagai Substitusi Rasio Modulus Elastisitas pada Analisa Layer System pada Bilah Bambu dan Bambu Laminasi

Effendi Tri Bahtiar, Naresworo Nugroho, Lina Karlinasari, Atmawi Darwis, Surjono Surjokusumo

Abstract


Abstrak. Anatomi bambu disusun oleh sel-sel yang heterogen. Komponen anatomi bambu yang memberikan sumbangan terbesar pada sifat mekanisnya adalah ikatan pembuluh, sehingga kerapatan ikatan pembuluh dapat digunakan sebagai variabel dasar untuk menganalisa sifat mekanis bambu. Kerapatan ikatan pembuluh bergradasi dari tepi hingga ke dalam bambu sehingga dapat diturunkan suatu fungsi linier ataupun non linier sebagai pendekatannya. Rasio modulus elastisitas (E) yang lazim digunakan pada metode transformed cross section, pada penelitian ini dicoba diganti dengan rasio ikatan pembuluh dengan asumsi bahwa keduanya adalah ekuivalen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat nilai korelasi Pearson yang tinggi antara hasil teoritis dan hasil empiris, sedangkan hasil uji t-student data berpasangan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya. Dengan demikian model transformasi yang diturunkan dapat digunakan untuk melakukan analisa layer system pada bilah bambu maupun bambu laminasi dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari ketiga model transformasi terpilih (linier, logaritmik, dan power) model power adalah model yang terbaik karena menghasilkan nilai yang paling mendekati data empiriknya.

Abstract. Bamboo anatomy is constructed from many types of cells. Vascular bundles are the cells which give the highest contribution to the bamboo strength, thus the density distribution of vascular bundles could be used as the main variable for analyzing the layer system of bamboo strip and laminated bamboo. The density of vascular bundles distribution degrade from outer to inner in a regular manner which could be fitted by linear and nonlinear function. Ratio of modulus of Elasticity (E) which widely used in transformed cross section method for analyzing the layered system was substituted by ratio of density distribution of vascular bundles within assumption that both are highly correlated. The data in this study proved that there was high Pearson’s correlation between the theoretical and empirical result, and the paired t-student test also showed both were not significantly different; thus the new method could be applied in very good result. There are three model applied in this study namely linear, logarithm, and power. Power model is the best among others since its theoretical results the nearest estimation to the empirical measurement.

Keywords


Bambu; Ikatan pembuluh; Model; Transformed cross section; Sifat mekanis.

Full Text:

PDF

References


Andre J.P., 1998, A Study of the Vascular Organization of Bamboos (Poaceae-Bambusae) Using Microcasting Method. IAWA Journal. Vol 19 (3):265-278.

[ASTM] American Society for Testing and Materials, 2000, Standard Test Methods for Small Clear Specimens of Timber. United States: ASTM D 143 – 94 (Reapproved 2000). West Conshohocken, PA.

Li, H.B., Shen, S.P., 2011, The Mechanical Properties of Bamboo and Vascular Bundles. Journal of Materials Research. Vol. 26 : pp 2749-2756.

Mustafa, M.T., Wahab, R.M., Sudin, Sulaiman, O., Kamal, N.A.M., Khalid, I., 2011, Anatomical and Microstructures Features of Tropical Bamboo Gigantochloa Brang, G. levis, G. scotechinii and G. wrayi, International Journal of Forest, Soil and Erosion, 1 (1):25-35.

Ray, A.K, Mondal, S., Das, S.K., Ramanchandrararo, P., 2005, Bamboo - A Functionally Graded Composite-correlation Between Microstructure and Mechanical Strength. Journal of Material Science. Vol. 40 (2005):5249-5253.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjts.2014.21.2.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


web
analytics

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License