Tanah Gambut Melalui Uji Triaksial Consolidated Undrained dan Unconsolidated Undrained

Wiwik Rahayu, Puspita Lisdiyanti, Rendy Eka Pratama

Abstract


Abstrak. Semakin berkembangnya zaman, membuat pembangunan infrastruktur harus dapat dilakukan di berbagai tempat, begitu juga pada tanah gambut. Akan tetapi, tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki kekuatan yang buruk dan kurang baik sebagai dasar konstruksi sipil. Oleh karena itu, diperlukan sebuah usaha untuk stabilisasi atau meningkatkan daya dukung tanah gambut, yaitu pada penelitian ini akan dilakukan dengan penambahan mikroorganisme selulolitik pada tanah gambut. Tujuannya adalah untuk menguraikan atau mendekomposisi senyawa organik berupa serat dan selulosa menjadi senyawa anorganik yang lebih sederhana dan padat. Mikroorganisme yang digunakan adalah jenis bakteri, jamur, dan aktinomiset. Volume mikroorganisme yang ditambahkan adalah sebesar 10% dari volume tanah dalam wadah per tahap dari total 2 tahap injeksi dan masa fermentasi selama 65 hari. Pengujian kekuatan tanah yang dilakukan adalah uji triaksial Consolidated Undrained (CU) dan Unconsolidated Undrained (UU). Setelah dilakukan injeksi mikroorganisme dan fermentasi, didapatkan hasil peningkatan parameter kuat geser tanah gambut yaitu, nilai kohesi dan sudut geser.

Abstract. As the time goes by, developing of infrastructure must be able to do in various places, even on the peat soil area. However, peat soil is a type of soil that have a poor strength and not good enough to use as base of civil construction. According to that condition, it takes an effort to stabilize or increase the bearing capacity of peat soil, in this study will be use the addition of cellulolytic microorganisms in peat soil. That aims to decompose the fiber and cellulose into solid and simpler organic compounds. The kind of microorganism is bacteria, fungi, and  actinomycetes. Volume of microorganisms that are added is equal to 10% of the total volume of soil in the container per stage of total 2 stages and with fermentation period for 65 days. The soil strength test which is conducted in this experiment is Consolidated Undrained (CU) and Unconsolidated Undrained (UU) triaxial tests. After the injection of microorganisms and 65 days fermentation, the result showed an increasing in shear strength of peat soil parameters, the value of cohesion and friction angle.

Keywords


Dekomposisi; Fermentasi; Injeksi; Mikroorganisme selulolitik; Parameter kuat geser; Tanah gambut

Full Text:

PDF

References


ASTM, D1997-13, Standard Test Method for Laboratory Determination of the Fiber Content of Peat Samples by Dry Mass, Annual Book of ASTM Standard, Election 4, Volume 04.08, Easten MD, USA.

ASTM, D2850-03a, Standard Test for Unconsolidated-Undrained Triaxial Compression Test on Cohesive Soils, Annual Book of ASTM Standard, Election 4, Volume 04.08, Easten MD, USA.

ASTM, D2974-00, Standard Test Method for Moisture, Ash, and Organic Matter of Peat and Other Organic Soils, Annual Book of ASTM Standard, Election 4, Volume 04.08, Easten MD, USA.

ASTM, D2976-71, Standard Test Method for pH of Peat Materials, Annual Book of ASTM Standard, Election 4, Volume 04.08, Easten MD, USA.

ASTM, D4767-95, Standard Test for Consolidated Undrained Triaxial Compression Test for Cohesive Soils, Annual Book of ASTM Standard, Election 4, Volume 04.08, Easten MD, USA.

Karisma, A.P, 2012, Pengaruh Penggunaan Mikroorganisme Sebagai Bahan Stabilisasi Terhadap Kekuatan Tanah Gambut dengan Uji Triaksial CU dan CBR, Skripsi, Depok: Universitas Indonesia.

Lisdiyanti, P. et al., 2012, Mikroorganisme Selulolitik dari Tanah Gambut Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Makara Tekno.

Muslikah, S., 2011, Studi Degradasi Tanah Gambut oleh Mikroorganisme untuk Proses Konsolidasi Tanah, Tesis, Depok: Universitas Indonesia.

Nurkanto, A., 2007, Identifikasi Aktinomisetes Tanah Hutan Pasca Kebakaran Bukit Bangkirai Kalimantan Timur dan Potensinya sebagai Pendegradasi Selulosa dan Pelarut Posfat, BIODIVERSITAS ISSN: 1412-033X, 8, 314-319.

Rahayu, W. et al., 2008, Studi Perilaku Kekuatan Tanah Gambut Kalimantan yang Distabilisasi dengan Semen Portland, Jurnal Teknologi, Edisi No. 1 Tahun XXI, Maret 2008, 1-8 ISSN 0215-1685.

Rahayu, W. et al., 2014, Analisis Pengaruh Injeksi Mikroorganisme Potensial pada Parameter Kompresibilitas Tanah Gambut Kayu Agung Sumatera Selatan, Proceeding of 18th Annual National Conference on Geotechnical Engineering: 97-103, Indonesia: Jakarta.

Sanjaya, S, (2014), Pengaruh Penggunaan Bahan Stabilisasi Urea (EM4) pada Tanah Gambut dengan Uji CBR, Skripsi, Depok: Universitas Indonesia.

Sutedjo, M.M. et al., 1996, Mikrobiologi Tanah (cet. 2), Jakarta: Rineka Cipta.

Thaiutsa et al., 1979, Climate and The Decomposition Rate of Tropical Forest Litter, Unasylva.

Wetlands International Indonesia, 2003, Peta dan Atlas Distribusi Lahan Gambut.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjts.2015.22.3.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


web
analytics

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License