Analisis Volume Sedimen yang Mengendap Setelah T-Tahun Waduk Beroperasi (Studi Kasus: Waduk Cirata)

Welstien Herma Tatipata, Indratmo Soekarno, Arwin Sabar, Sri Legowo

Abstract


Abstrak. Indonesia mempunyai dua musim dalam satu tahun yaitu musim hujan dan musim kemarau, Agar persediaan air dapat dimanfaatkan secara optimal baik di musim penghujan maupun di musim kemarau, dilakukan sistem pengoperasian waduk, Waduk dapat juga dimanfaatkan untuk pengairan, pembangkit tenaga listrik, pariwisata, pengendali sungai dan banjir, Dalam melestarikan waduk, masalah erosi dan sedimentasi yang akan memenuhinya, dikhawatirkan tidak akan mencapai umur waduk yang direncanakan.Penelitian dilakukan di Waduk Cirata yang berada pada dalam Wilayah Sungai Citarum, Provinsi Jawa Barat yang meliputi sebagian dari tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Purwakarta dan Cianjur. Metode pengumpulan data meliputi data Primer dan data sekunder yang dikumpulkan dari PT Pembangkitan Jawa Bali Badan Pengelola Waduk Cirata Cirata, Hasil Kesimpulan adalah dengan masuknya sedimentasi ke dalam waduk akan mengakibatkan pengendapan dan pendangkalan yang akan mempengaruhi kapasitas tampung waduk juga semakin lama waduk beroperasi, maka semakin banyak sedimen yang mengendap didalam waduk, perbandingan antara volume sedimen yang mengendap setelah 10 tahun dan setelah 200 tahun adalah 10215287,18 m3 dan 193953499,6 m3, setelah menganalisis volume sedimen yang mengendap setelah T-tahun pada waduk yang beroperasi maka akan dipikirkan rencana umur waduk
selanjutnya.

Abstract. Indonesia has two seasons of the year: the rainy season and the dry season, So that the water supply can be optimally used both in the rainy season and dry season, made the operating system of reservoirs. Reservoirs can also be used for irrigation, power generation, tourism, controllers rivers and floods, in preserving the reservoir, the problem of erosion and sedimentation will comply, it is feared will not reach the age of the planned reservoir. The study was conducted in Cirata located on the CRB, West Java Province that covers most of the three districts namely Regency Bandung, Purwakarta and Cianjur. Methods of data collection includes data Primary and secondary data collected from PT Generation Java Bali Cirata Cirata Basin Management Board, Results The conclusion is by the entry of sediment into the reservoir will result in sedimentation and silting that would affect the capacities of reservoirs also the longer the dam operates, the more sediment that settles in the reservoir, the ratio between the volume of sediment that settles after 10 years and after 200 years was 10215287,18 m3 and 193953499,6 m3, after analyzing the volume of sediment that settles after T years at the reservoir operating plan will be considered next dam age.

Keywords


Volume waduk; Waduk; Erosi; Sedimentasi; Umur waduk.

Full Text:

PDF

References


Asdak, C., 2004, Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai.

Mohammad, B., 2009, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Malang: Penerbit Percetakan CV. Asrori.

Soewarno, 2013, Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai (Hidrometri). Bandung: Nova.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjts.v22i3.2911

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


web
analytics

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License