Efektivitas Penambahan Pin Terhadap Kuat Cabut Tulangan Bambu Apus pada Beton Normal Struktural

Yanuar Haryanto, Nanang Gunawan Wariyatno, Buntara Sthenly Gan

Abstract


Abstrak. Bambu merupakan material alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pengganti baja tulangan dikarenakan bambu memiliki kekuatan tarik yang dapat disejajarkan dengan baja. Namun demikian terdapat kendala dari sifat kembang susut bambu, dimana pada pemakaiannya sebagai tulangan, bambu akan mengembang akibat penyerapan air pada beton segar dan kemudian akan menyusut bersamaan dengan penguapan air pada proses pengeringan beton. Penyusutan bambu berakibat pada hilangnya lekatan bambu dan beton yang dapat menyebabkan terjadinya keruntuhan. Makalah ini membahas efektivitas penambahan pin terhadap kuat cabut tulangan bambu apus pada beton normal struktural. Pin yang ditambahkan terbuat dari kawat baja yang ditanamkan sebagai penahan saat terjadinya penyusutan tulangan bambu. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 20 cm dan diameter 12 cm, pendekatan analisis dilakukan untuk penyetaraan dimensi bambu dengan diameter tulangan baja 6 mm. Variasi jumlah pin yang digunakan adalah 0, 2, 3 dan 4. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasio kuat cabut tulangan bambu apus dengan penambahan 3 pin terhadap kuat cabut tulangan baja adalah
1,01. Penambahan pin menunjukkan efektivitas yang tinggi terhadap kuat cabut bambu apus dengan pengaruh sebesar 92,22%.

Abstract. Bamboo is an alternative material that has the potential to be developed as a replacement for steel bars because bamboo has a tensile strength comparable to steel. However, there are constraints on the properties of the expansion and shrinkage of bamboo, which in its use as reinforcement, bamboo will expand due to the absorption of water in fresh concrete and then will shrink along with the evaporation of water in the process of drying concrete. Shrinkage in a bamboo cause a loss of bonding in bamboo and concrete that may cause a collapse. This paper discusses the effectiveness of the addition of a pin to the pullout strength of apus bamboo reinforcement on the structural normal concrte. The pin that was added is a steel wire that is implanted as a retaining when the shrinkage of bamboo reinforcement occur. The specimen was a concrete cylinder with a height of 20 cm and a diameter of 12 cm, analytical approach taken to equalize the dimensions of the bamboo with a diameter of 6 mm steel reinforcement. Variation of the number of pins used were 0, 2, 3 and 4. The results show that the ratio of the pullout strength of bamboo reinforcement with the addition of 3 pins, to the pullout strength of steel reinforcement is 1.01. The Addition of pin showed a high effectiveness to the pullout strength of apus bamboo reinforcement with a 92.22% infulence.


Keywords


Beton, efektivitas, kuat cabut, pin, tulangan bambu

Full Text:

PDF

References


Arjiantoro, F., Budi, A.S., dan Supardi., 2014, Kajian Kuat Lentur Dan Kuat Lekat Balok Beton Bertulangan Bambu Petung Polos, e-Jurnal Matriks Teknik Sipil, Surakarta : Universitas Sebelas Maret.

Basri, E., dan Saefudin., 2004, Pengaruh Umur Dan Posisi Letak Ruas Pada Batang Terhadap Sifat Pengeringan Tiga Jenis Bambu, Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 22 No. 3, pp. 123-134, Bogor : Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan.

Budi, A.S., dan Sugiyarto., 2013, Kuat Lekat Tulangan Bambu Wulung dan Petung Takikan Pada Beton Normal, Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil 7, Surakarta : Universitas Sebelas Maret.

Fangchun, Z., 2000, Selected Eorks of Bamboo Research (translate Chinese into English by Chen Xinfang), The Bamboo Research Editorial Committee, Nanjing Forestry Universit y, Nanjing, China, Chapter XII-XIV: 95-125.

Frick, H., 2004, Ilmu Konstruksi Bangunan Bambu, Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Lestari, A.D., Dewi, S.M., dan Wisnumurti., 2015, Pengaruh Penambahan Kait Pada Tulangan Bambu Terhadap Respon Lentur Balok Beton Bertulangan Bambu, Jurnal Rekayasa Sipil, Vol. 9 No. 2, Malang : Universitas Brawijaya.

Liese, W., 1985, Anatomy and Properties of Bamboo, Proceeding of The International Bamboo Workshop, Hangzhou, China, pp. 196-208.

McCormac, J.C., dan Brown, R, H., 2014, Design of Reinforced Concrete, 9th Edition, John Wiley & Sons, Inc., USA.

Morisco, 1996, Rekayasa Bambu., Yogyakarta : Nafiti Offset.

Nindyawati, Dewi, S.M., dan Soehardjono, A., 2013, The Comparison Between Pull-Out Test And Beam Bending Test To The Bond Strength Of Bamboo Reinforcement In Light Weight Concrete, International Journal of Engineering Research and Applications (IJERA), Vol. 3, Issue 1, pp. 1497-1500.

Purnomo, M., 2001, Perilaku Mekanika Struktur Portal Bambu Untuk Rumah Susun Sederhana, Tesis, Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Standar Nasional Indonesia, 2002, SNI 03-2847-2002 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, Jakarta : Badan Standar Nasional.

Standar Nasional Indonesia, 2002, SNI 2847:2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung, Jakarta : Badan Standar Nasional.

Sugiartha, I.W., 2007, Kuat Lentur Balok Bambu Galah Tersusun Menyilang (Grid) Sederhana dengan Pengisi Mortar Terhadap Beban Statis, Jurnal Rekayasa, Vol. 3 No. 1, Mataram : Fakultas Teknik Universitas Mataram.

Suryadi, H., Agung, M.T., dan Bangun, E.B., 2013, Pengaruh Modifikasi Tulangan Bambu Gombong Terhadap Kuat Cabut Bambu Pada Beton. Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil 7, Surakarta : Universitas Sebelas Maret.

Tjokrodimuljo, K., 2009, Teknologi Beton, Biro Penerbit Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Yap, F., 1983, Bambu Sebagai Bahan Bangunan, Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Bandung : Jenderal Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjts.2016.23.3.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-TanpaTurunan 4.0 Internasional

View My Stats

hit
counter