Menentukan Besaran Dukungan Pemerintah dan Dampaknya Bagi Atraktivitas Proyek Infrastruktur Berbasis Kerja Sama Pemerintah-Swasta

Andreas Wibowo

Abstract


Abstrak

Untuk menarik pendanaan swasta bagi pembangunan infrastruktur, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan memberikan dukungan bagi proyek-proyek infrastruktur publik yang diselenggarakan menggunakan skema kerja sama pemerintah-swasta (KPS). Dukungan ini termasuk jaminan dan viability gap funding (VGF) yang masing-masing merepresentasikan kewajiban kontijen dan non-kontijen bagi Pemerintah. Isu yang belum pernah didiskusikan sebelumnya adalah tipe dukungan apa dan berapa besar yang dibutuhkan untuk membuat proyek KPS berisiko mampu menarik minat investor swasta. Tulisan ini mengisi kekosongan pengetahuan ini dengan menawarkan model matematis yang mengombinasikan simulasi Monte Carlo dan cumulative prospect theory (CPT) dan pemikiran mengenai keputusan bentuk dukungan. Model ini diaplikasikan pada suatu proyek jalan tol berbasis build-operate-transfer dengan berbagai skenario ekspektasi dan varian arus kas. Sebagaimana diperlihatkan, proyek yang secara pro-forma dianggap layak bisa tidak atraktif bila dievaluasi menggunakan CPT dan membutuhkan dukungan untuk membuatnya atraktif. Model memungkinkan jaminan dan VGF dapat dinilai, dievaluasi dan dibandingkan untuk mendapatkan dukungan yang paling sesuai. Disajikan pula dalam tulisan ini bahwa VGF yang dibutuhkan meningkat sementara nilai jaminan tidak harus meningkat dengan risiko proyek, sebagaimana diprediksikan oleh teori opsi.

Abstract

To encourage private financing for infrastructure development, the Government of Indonesia has embarked upon a policy to provide supports for public infrastructure projects implemented under public-private partnership (PPP) scheme. These supports include guarantee and viability gap funding (VGF) that each represents contingent and non-contingent liability for the Government. The issues of interest that have never been discussed elsewhere are types and quanta of support required to attract private sector interest for a risky PPP project. This paper attempts to fill this gap of knowledge by offering a mathematical model that combines Monte Carlo Simulation and cumulative prospect theory (CPT) and insights into government support decision problems. This model was tested on a build-operate-transfer toll road project under different scenarios of cash flow expectations and variances. As demonstrated, a pro-forma viable project can be found unattractive if evaluated under the CPT framework and requires some support to make it attractive. This model enables the guarantee and VGF to be assessed, evaluated, and compared and obtains the most feasible support. It has also been shown that the required VGF increases while the value of guarantee does not necessarily increase with the project risk as the option theory may predict.


Keywords


Kerja sama pemerintah-swasta, infrastruktur, jaminan, viability gap funding, cumulative prospect theory.

Full Text:

PDF

References


Bain, R., 2009, Error and optimism bias, Transportation, 36(5), 469–482.

Brealey, R.A., Myers, S.C., dan Allen, F., 2009, Principles of Corporate Finance, 10th. Ed. New York: McGraw-Hill Irwin.

Chavas, J-P., 2004, Risk Analysis in Theory and Practice. London: Elsevier.

Damodaran, A., 1994, Damodaran on Valuation: Security Analysis for Investment and Corporate Finance. New York: John Wiley&Sons.

Davis, G.B., dan Satchell, S.E., 2004, Continuous cumulative prospect theory and individual asset allocation. Tersedia di http://www.econ.cam.ac.uk/research/repec/cam/pdf/cwpe0467.pdf (diakses tanggal 17 Maret 2015).

Engel, E., Fischer, R., dan Galetovic, A., 2001, Least present value of revenue auctions and highway franchising, Journal of Political Economy, 109(5), 993–1020.

Flanagan, R., dan Norman, G., 1993, Risk Management and Construction. Oxford: Blackwell Science.

Flyvbjerg B., Holm, M.K.S., dan Buhl, S.L, 2006, Inacccuracy in traffic forecasts, Transport Reviews, 26(1), 1–24.

Flyvbjerg B., Holm, M.K.S., dan Buhl, S.L., 2005, How (in)accurate are demand forecasts in public work projects? Journal of the American Planning Association, 71(2), 131–146 .

Irwin, T., 2007, Government Guarantees: Allocating and Valuing Risk in Privately Financed Infrastructure Projects, Washington, D.C.: World Bank.

Kahneman, D., dan Tversky, A., 1979, Prospect theory: an analysis of decision under risk, Econometrica, 47(2), 263–292.

Levy, H., 2006, Stochastic Dominance: Investment Decision Making under Uncertainty, 2nd. Ed. New York: Springer.

Quiggins, J., 1993, Generalized Expected Utility Theory: The Rank Dependent Model. New York: Springer.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/PMK.011 Tahun 2013, Panduan Pemberian Dukungan Kelayakan atas Sebagian Biaya Konstruksi pada Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 170/PMK.08 Tahun 2015, Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No. 143/PMK.011/2013 tentang Panduan Pemberian Dukungan Kelayakan atas Sebagian Biaya Konstruksi pada Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.011 Tahun 2012, Pemberian Dukungan Kelayakan atas Sebagian Biaya Konstruksi pada Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 260/PMK.011 Tahun 2010, Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur dalam Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha, Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.01 Tahun 2006, Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian dan Pengelolaan Risiko atas Penyediaan Infrastruktur, Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005, Jalan Tol, Jakarta.

Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, Jakarta.

Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2010, Penjaminan Infrastruktur dalam Proyek Kerja Sama dengan Badan Usaha yang Dilakukan melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur, Jakarta.

Sharpe, W.F., 1964, Capital asset prices: a theory of market equilibrium under conditions of risk, Journal of Finance, 19(3), 425–442.

Tversky, A., 1975, A critique of expected utility theory: descriptive and normative considerations, Erkenntnis, 9(2), 163–173.

Tversky, A., dan Kahneman, D., 1992, Advances in prospect theory: cumulative representation of uncertainty, Journal of Risk and Uncertainty, 5(4), 297–323 .

Wakker, P.P., 2010, Prospect Theory for Risk and Ambiguity. New York: Cambridge University Press.

Wibowo, A., 2010, Mekanisme garansi pemerintah dalam meningkatkan atraktivitas proyek kemitraan pemerintah swasta (KPS) infrastruktur: garansi permintaan minimum, Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil VI, 27 Januari 2010, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, C11–C20.

Wibowo, A., 2016, Perkembangan terkini dalam pembiayaan infrastruktur yang melibatkan partisipasi badan usaha, Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil X, 26–27 Oktober 2016, Universitas Katolik Atmajaya Yogyakarta, Yogyakarta, 1–10.

Wibowo, A., dan Alfen, H.W., 2013, Fine-tuning the value and cost of capital of risky PPP infrastructure projects, Engineering, Construction and Architectural Management, 20(4), 406–419 .

Wibowo, A., dan Kochendoerfer, B., 2005, Financial risk analysis of project finance in the Indonesian toll roads, Journal of Construction Engineering and Management, 131(9), 963–973 .

Wibowo, A. et al., 2012, Modeling contingent liabilities arising from government guarantees in Indonesian BOT/PPP toll roads, Journal of Construction Engineering and Management, 138(12), 1403–1410.

Ye, S., dan Tiong, R.L.K., 2000, NPV-at-risk method in infrastructure project investment evaluation, Journal of Construction Engineering and Management, 126(3), 227–233 .




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjts.2017.24.2.10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


web
analytics

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License