Tingkat Ketahanan Api Batako Ban Bekas untuk Material Dinding Bangunan

Nastain -, Agus Maryoto

Abstract


Abstrak

Penggunaan batako ringan ban bekas sebagai material dinding telah menunjukan kontribusi yang cukup baik dalam usaha penghematan energi dalam bangunan, maupun untuk mengurangi berat sendiri struktur bangunan secara keseluruhan. Oleh karena itu batako ban bekas sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan material dinding bangunan. Tetapi, tingginya kasus-kasus kebakaran yang sering terjadi terhadap bangunan di Indonesia, maka menjadi penting untuk mengetahui tingkat ketahanan api batako ringan ban bekas sebagai material dinding terhadap kebakaran. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan api batako ringan ban bekas menggunakan metode uji modifikasi SNI 1741-2008. Perubahan suhu pembakaran diukur menggunakan alat thermometer infra red pada 15 titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu kebakaran sisi terekspose api akan meningkat seiring bertambahnya waktu pembakaran dan akan menurun seiring bertambahnya kadar ban bekas dalam batako. Bertambahnya kadar ban bekas dalam batako juga akan menyebabkan suhu kebakaran pada sisi tidak terekspose api menjadi lebih rendah dan akan menurunkan laju penyebaran suhu kebakaran.

Abstract

The use of lightweight brick tires as wall materials has shown a considerable contribution to energy conservation efforts in buildings, as well as to reduce the overall weight of the building structure. Therefore batako tires used very potential to be used as building material wall materials. However, the high number of fire cases that often occur in buildings in Indonesia, it becomes important to know the level of fire resistance of lightweight concrete tires as wall material against fire. Therefore, the purpose of this study is to determine the level of fire resistance of lightweight tire brick using the test method of modification of SNI 1741-2008. The change in combustion temperature was measured using an infra red thermometer at 15 point measurements. The results showed that the fire temperature of the fire exposed side will increase with the addition of burning time and will decrease with increasing the tire level in the brick. Increasing the level of tires used in bricks will also cause the fire temperature on the unexposed side of the fire to be lower and will decrease the rate of fire temperature spread.

 


Keywords


Batako, ban bekas, kebakaran dan ketahanan api.

Full Text:

PDF

References


Ahmad W., Imam S., Kardiyono T., 2008. Batako Styrofoam Komposit Mortart Semen. Jurnal Forum Teknik Sipil No. XVIII/2.

Ahmad, I and C.W. Lovell, 1993. Rubber-soils as Lightweight Geomaterial. Presented at the 72nd Annual Meeting of the Transportation Research Board, Washinton, DC.

Anonim. 2006. Afsel Tuduh Indonesia Dumping Produk Ban. Media Indonesia. Selasa, 5/12/2006, Jakarta.

Edeskar, T. 2006. Use of Tire Shreds in Civil Engineering Applications, Lulea University of Technology, Swedia.

ETRA. 2002. Post-consumer tire materials and applications-CWA 14243. CEN Workshop Agreement 14243, European Tyre Recycling Association, Brusells.

Mallisa, H. 2011. Studi Kelayakan Kualitas Batako Hasil Produksi Industri Kecil di kota Palu. Media Litbang Sulteng Volume IV (2): 75-82. Desember 2011.

Moo, Y.H., K. Sellasie, D. Zeroka, dan G. Sabnis. 2003. Physical and chemical properties of recycled tire shreds for use in construction. J.Environmental Engineering, 129(10), 921-929.

Nastain, dan Maryoto, A. 2010. Pemanfaatan Potongan Ban Bekas Untuk Campuran Beton Serat Perkerasan Kaku. Jurnal Dinamika Rekayasa, Volume 6 No. 1 Februari 2010.

Nastain, Maryoto, A., dan Sugiyanto, G. 2008.

Pengembangan Perkerasan Semi-Lentur (Tire Rigid Pavement) Menggunakan Limbah Ban Bekas. Laporan Penelitian Tahun Ke-1 Program Insentif Kementrian Ristek, Jakarta.

Nastain, Sugiyanto, G., dan Maryoto, A. 2009. Pengembangan Perkerasan Semi-Lentur (Tire Rigid Pavement) Menggunakan Limbah Ban Bekas. Laporan Penelitian Tahun Ke-2 Program Insentif Kementrian Ristek, Jakarta.

Nastain, Sugiyanto, G., Maryoto, A., Sumiyanto. 2010. Pengembangan Perkerasan Semi-Lentur (Tire Rigid Pavement) Menggunakan Limbah Ban Bekas. Laporan Penelitian Tahun Ke-3 Program Insentif Kementrian Ristek, Jakarta.

Nastain, Widiyanto,W., dan Waluyo, S. 2013. Pemanfaatan Limbah Ban Bekas Sebagai Agregat Kasar Untuk Pengembangan Bata Beton Ringan Hemat Energi Dan Ramah Lingkungan (Tahun Ke-1). Laporan kemajuan penelitian Hibah Bersaing Dikti, Jakarta.

Nastain, Yanuar, H, dan Waluyo, S. 2014. Pemanfaatan Limbah Ban Bekas Sebagai Agregat Kasar Untuk Pengembangan Bata Beton Ringan Hemat Energi Dan Ramah Lingkungan (Tahun Ke-2). Laporan kemajuan penelitian Hibah Bersaing Dikti, Jakarta.

Reddy, K.R. dan R.E. Saichek. 1998. Assesment of Damage to Geomembrane Liners by Shredded Scrap Tires, Geotechnical Testing Journal, Vol. 21, No 4, pp 307-316.

SNI 03-0348-1989. Bata Beton Pejal, Mutu dan Cara Uji. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

SNI 03-0349-1989. Bata Beton Untuk Pasangan Dinding. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta

SNI 03-2847-2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta

SNI 1741-2008. Cara Uji Ketahanan Api Komponen Struktur Bangunan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Sumaryanto, D, Satyarno, I dan Kardiyono, T. 2009. Batako Sekam Padi Komposit Mortar Semen. Jurnal Forum Teknik Sipil Vol XIX/1, UGM, Yogyakarta.

Wijanarko, W. 2008. Penelitian Jerami Padi Sebagai Bahan Pengisi Batako. USU, Medan.

Wisnumurti, 2004. Pengaruh Komposisi Mortar Terhadap Kuat Geser dan Hancur Tekan Searah Bidang Dinding Pasangan Bata Merah. Jurnal Ilmiah Rekayasa, Volume 1 Nomor 2 Desember 2004.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fjts.2018.25.2.10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


web
analytics

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License