Rancangan Geotrek Curug Malela

Authors

  • Muhammad Malik Ar Rahiem TU Darmstadt

Abstract

Curug Malela di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat adalah lokasi wisata paling penting di Kabupaten Bandung Barat bagian selatan. Air terjun dengan lebar lebih 70 meter dan tinggi 50 meter ini juga disebut sebagai Niagara van Java. Potensi geowisata di Curug Malela dikaji dan disurvey sehingga diketahui bahwa selain Curug Malela, di bagian hilir juga ditemukan air terjun lain yang tak kalah menarik seperti Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Sumpel, Curug Ngebul, dan Curug Palisir. Selama ini hanya ada satu jalur setapak di Curug Malela sehingga pengunjung akan datang dan pulang melalui jalur yang sama. Untuk mengembangkan geowisata di Curug Malela, satu jalur baru diusulkan, yaitu jalur melingkar melewati air terjun di hilir Curug Malela. Pembukaan akses jalur sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kampung yang dilewati oleh jalur ini.

Author Biography

Muhammad Malik Ar Rahiem, TU Darmstadt

M.Sc Candidate Tropical Hydrogeology and Environmental Engineering (TropHEE)

References

Ar Rahiem, M. M. (2018): Apakah Curug Malela Bagian Dari Formasi Saguling? https://doi.org/doi:10.31227/osf.io/hb6cg.

Bachtiar, T. (11 September 2011): Curug Malela, Wow Keren!, Geomagz, diperoleh 6 November 2018melalui situs internet: http://geomagz.geologi.esdm.go.id/curug-malela/.

Bemmelen, R. W. van (1949): The geology of Indonesia, Govt. Printing Office The Hague, diperoleh melalui situs internet: https://nla.gov.au/nla.cat-vn2287853, 2.

Brahmantyo, B. (Agustus 2009): Curug Malela Lebih Dari Sekedar Wisata, Harian Umum Pikiran Rakyat, Bandung.

Brahmantyo, B. (2013): Geotourism in Indonesian Perspective, Proceedings HAGI-IAGI Joint Convention Medan 2013, diperoleh melalui situs internet: https://www.scribd.com/document/261804514/Geotourism-in-Ina-Perspective.

Brahmantyo, B. (2016): Curug Malela itu Formasi Saguling.

Brahmantyo, B., dan Bachtiar, T. (2009): Wisata Bumi Cekungan Bandung (1 ed.), Truedee Pusaka Sejati, Bandung, diperoleh melalui situs internet: https://catalogue.nla.gov.au/Record/4603322, 276.

Bronto, S., Koswara, A., dan Lumbanbatu, K. (2006): Stratigrafi gunung api di daerah Bandung Selatan, Jawa Barat, Jurnal Geologi Indonesia, 1(2), 89-101. http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no2.20064.

Hose, T. (1995): Selling the story of Britain's stone, Environmental Interpretation, 10(2), 16-17.

Hose, T. (2006): Geotourism and Interpretation, 221-241 dalam Geotourism Sustainability, Impacts, and Management, Elsevier Butterworth-Heinemann, Oxford.

Koesmono, M., Kusnama, dan Suwarna, N. (1996): Peta Geologi Lembar Sindangbarang dan Bandarwaru, Jawa, Puslitbang Geologi, Bandung. https://www.worldcat.org/title/peta-geologi-lembar-sindangbarang-dan-bandarwaru-jawa-geologic-map-of-the-sindangbarang-and-bandarwaru-quadrangles-java/oclc/63626840.

Kunto, H. (1984): Bandung Tempo Dulu (1 ed.), Grasindo, Bandung, 383.

Newsome, D., dan Dowling, R. (2006): The scope and nature of geotourism, 1-24 dalam Geotourism: Sustainability, Impacts, and Management, Elsevier Butterworth-Heinemann, Oxford.

Sunardi, E. (2014): Kontrol Struktur Terhadap Penyebaran Batuan Volkanik Kuarter dan Gunungapi Aktif di Jawa Barat, Bulletin of Scientific Contribution, 12(3), 119-123, http://jurnal.unpad.ac.id/bsc/article/view/8372.

Published

2019-08-28

Issue

Section

Articles