Pemanfaatan Semen Slag Sebagai Campuran Stabilisasi Tanah dan Pengaruhnya terhadap Nilai CBR Terendam (Soaked California Bearing Ratio) (Studi Kasus: Jalan Raya Munjul Desa Pasir Tenjo Kabupaten Pandeglang, Banten)

https://doi.org/10.5614/jts.2021.28.3.3

Authors

  • Enden Mina Sultan Ageng Tirtayasa University
  • Rama Indera Kusuma Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Zahirah Ismi Sausan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Keywords:

CBR, Semen Slag, Stabilisasi, Swelling, Tanah Lempung

Abstract

Abstrak

Stabilisasi tanah adalah suatu proses untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dengan menambahkan bahan aditif agar dapat menaikkan kekuatan tanah. Kondisi perkerasan Jalan Raya Munjul, Desa Pasir Tenjo, Kabupaten Pandeglang merupakan daerah yang mengalami kerusakan pada lapis perkerasanya dikarenakan memiliki daya dukung tanah sangat rendah dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) sebesar 2.8%,  oleh karena itu perlu  dilakukan stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen slag terhadap  nilai CBR terendam (soaked) dengan variasi prosentase  zat aditif sebesar 10 %, 20 %, dan 30 %  serta melihat pengaruh lama pemeraman terhadap kenaikan CBR. Sebelum pengujian tanah diklasifikasikan dahulu dengan menggunakan system klasifikasi Unified (USCS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sampel tanah dapat diklasifikasikan sebagai kelas OH, yaitu tanah lempung organik dengan plastisitas tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan semen slag pada tanah lempung dapat menurunkan nilai indeks plastisitas dari 20,11 % menjadi 12,79 % dan dapat meningkatkan nilai CBR soaked menjadi 10,867 % dengan persentase optimum pada  kadar semen slag 10 %. Penambahan Semen slag juga mampu menurunkan nilai swelling dari 1,937 % (pengembangan tinggi) menjadi 0,427 % (pengembangan rendah). Berdasarkan hasil tersebut  dapat  disimpulkan bahwa semen slag mampu menaikkan daya dukung  tanah lempung dan mengurangi potensi swelling  tanah.

Kata kunci: CBR, semen slag, stabilisasi, swelling, tanah lempung.

Abstract

Soil stabilization is a process to improve soil properties by adding additives to soil, in order to increase and maintain soil strength. Pavement conditions on Jalan Raya Munjul, Pasir Tenjo Village District of Pandeglang are areas that experience damage to pavement structure because it has a very low soil bearing capacity with  California Bearing Ratio (CBR) value of 2.8%, therefore  the soil need to be stabilized. This study aims to see the effect of adding cement slag to the CBR soaked value with additive mixture variation of 10%, 20%, and 30% and to see the effect of curing sample. Before CBR testing, soil was classified first use Unified classification system (USCS). Based on test result, the soil can be classified as OH type, organic clay soil with high plasticity. The addition of cement slag can decrease plasticity index from 20.11% to 12.79% and increase CBR soaked value to 10.867% with optimum proportion at 10%  cement slag content. The addition of cement slag was also able to reduce the swelling value from 1.937% (high swelling) to 0.427% (low swelling), Therefore it can be concluded that cement slag can increase bearing capacity of clay soil and reduce  soil swelling potential.

Keywords: CBR, cement slag, stabilization, swelling, clay soil.

 

References

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1742-2008 Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah. Kementerian Pekerjaan Umum.

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1964-2008 Cara Uji Berat Jenis Tanah. Kementerian Pekerjaan Umum.

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1965-2008 Cara Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di Laboratorium. Kementerian Pekerjaan Umum.

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1966-2008 Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah. Kementerian Pekerjaan Umum.

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1967-2008 Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah. Kementerian Pekerjaan Umum.

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 3423-2008 Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah. Kementerian Pekerjaan Umum.

Badan Standarisasi Nasional. (2012). SNI 1744-2012 Metode Uji CBR Laboratorium. Kementerian Pekerjaan Umum.

Das, Braja M., Endah Noor. (1995). Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis), jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Fathonah, W., Mina, E., & Ihsan, D. Y. (2019). Stabilisasi Tanah Menggunakan Semen Slag Serta Pengaruhnya terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR) (Studi Kasus: Jl. Munjul, Kp. Ciherang, Desa Pasir Tenjo, Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang).

Hardiyatmo, Hary Christady. (2002). Mekanika Tanah I, edisi 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hardiyatmo, Hary Christady. (2010). Stabilisasi Tanah untuk Perkerasan Jalan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

J., Dayalan. (2016). Comparative Study on Stabilization of Soil with Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBS) and Fly Ash. International Research Journal of Engineering and Technology (IRJET), Vol.: 3 Issue: 5.

Mina, E., Kusuma, R. I., & Subowo, I. S. L. (2016). Pengaruh Fly Ash Terhadap Nilai CBR dan Sifat-Sifat Propertis Tanah (Studi Kasus: Jalan Raya Bojonegara KM. 19 Serang, Banten). Jurnal Fondasi, 5 (2).

Padmaraj, D. (2017). Stabilisation of Soft Clay using Ground Granulated Blastfurnace Slag and Lime. Sixth Indian Young Geotechnical Engineers Conference (6IYGEC).

PT. Krakatau Semen Indonesia. (2018, 17 Oktober). Blast Furnace Slag / Ground Granulated Blast Furnace Slag : www.krakatausemenindonesia.com

Rasool, E. R. (2017). Comparative Study on Stabilization of Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBS). International Journal of Latest Research in Science and Technology, Vol.: 6 Issue: 3.

Published

2022-01-04