Analisis Kondisi Jalan Perkerasan Lentur Berdasarkan Prediksi Umur Sisa Menggunakan Metode AASHTO 1993 serta Analisis Kerusakan Lapis Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Horack (Studi Kasus: Ruas Jalan Bypass Kota Pariaman STA 52+100 s/d 57+100)

https://doi.org/10.5614/jts.2023.30.2.13

Authors

  • Fitri Oktavia Tanjung STJR ITB
  • Bambang Sugeng Subagio Program Studi Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung
  • Harmein Rahman Program Studi Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung,

Abstract

Abstrak

Jalan yang dibebani oleh lalu lintas kendaraan yang tinggi dan terus menerus dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jalan baik secara fungsional maupun struktural. Ruas jalan Bypass Kota Pariaman merupakan ruas jalan nasional yang diperuntukan bagi kendaraan-kendaraan berat yang akan melintasi Kota Pariaman menuju ke arah Kota Padang dan sebaliknya ke arah Kabupaten Agam. Dalam beberapa tahun terakhir ruas jalan ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga dapat mengganggu kenyamanan serta keamanan dalam berkendara. Prediksi umur sisa perkerasan jalan penting dilakukan untuk mengetahui apakah ruas jalan ini masih mampu menanggung beban lalu lintas atau tidak. Prediksi umur sisa dilakukan menggunakan metode AASHTO 1993 berdasarkan data lendutan jalan tahun 2020 yang di uji menggunakan alat FWD dengan analisis perhitungan Backcalculation untuk mendapatkan nilai CESAL pada saat kondisi failure. Hasil analisis menunjukan, jumlah repetisi beban yang masih mampu ditanggung oleh ruas jalan ini sebesar 2.337.881 ESAL ditahun 2023 dengan umur sisa = 0 tahun lagi. selanjutnya dilakukan analisis untuk mengetahui kondisi kerusakan tiap lapisan perkerasan menggunakan metode Horack dengan data lendutan sebagai parameter penilaian. Hasil analisis menunjukan rata-rata kondisi tiap lapis perkerasan jalan telah berada dalam kategori rusak berat dengan lapisan yang mengalami kerusakan paling parah yaitu di lapisan subbase.

Kata-kata Kunci: AASHTO 1993, CESAL, FWD, horack, umur sisa perkerasan jalan,

Abstract

Roads loaded with high vehicle traffic can cause road damage both functionally and structurally. The Pariaman City Bypass Road is a national road section intended for heavy vehicles that will cross Pariaman City to Padang City and vice versa to Agam Regency. In recent years, this road has been damaged quite severely which can interfere with driving comfort and safety. Prediction of the remaining life is important to know whether the road section is still able to carry the traffic load or not. Prediction of remaining life is by using the 1993 AASHTO method based on 2020 road deflection data tested using the FWD tool with Backcalculation analysis to obtain the CESAL value at the time of failure. The analysis results show that the number of load repetitions that can still be borne by this road section is 2,337,881 ESAL in 2023 with a remaining life of 0 year. Furthermore, an analysis is carried out to determine the damage condition of each pavement layer using the Horack method with deflection data as an assessment parameter. The analysis results show that the average condition of each pavement layer has been in the category of severe damage with the most severely damaged layer being the subbase layer.

Keywords:  AASHTO 1993, CESAL, FWD, horack, pavement remaining life   

Published

2023-08-26