Signifikasi Pemahaman Masalah Sosial Dan Kemanusiaan Untuk Meningkatkan Peran Pakar Sains Dan Teknologi
Abstract
Di Indonesia, meningkatnya masalah sosial dan kemanusiaan mengakibatkan terjadinya penurunan peran pakar sains dan teknologi. Penyebab dari penurunan ini tidak saja berasal dari pakar sains dan teknologi, tetapi adanya perkembangan standar-standar sosial yang bergeser dari banyaknya pembatasan-pembatasan eksternal menuju pembatasan yang lebih internal, serta adanya : (a) tingkat kesadaran sebagian pakar sains dan teknologi masih rendah, dimana mereka dibatasi oleh struktur baku, sehingga keluaran analisisnya bersifat statis; (b) tidak memberi ruang, waktu, dan mendukung maksimalisasi jenis sosiabilitas tertentu. Manusia selaku objek dan subjek pembangunan, tidak dapat memahami dirinya sebagai dampak perkembangan teknlogi. Dalam kaitan inilah maka diperlukan pakar sains dan teknologi dengan perangkat analisis yang efektif dan perspektif, guna mengantisipasi perubahan itu yang tercermin pada ide etika masyarakat serta berperan sebagai kekuatan pendorong dan mempengaruhi perubahan dari suatu keadaan sosial.References
Besari, (1995) Institut Teknologi Bandung. Majelis Guru Besar ITB
Hadjasoemantri, K. (1996). Hukum Tata Lingkungan. Gajah Mada University. Prees: Yogyakarta.
Handoko, Hani T. (1996). manjemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. BPFE: Yogyakarta.
Milkovich, T. George & Wiliam F. Glueck. (1985) Personne ;Human Resouce manaagement: A Disgnostic Approach ,4th ed. Bussiness Publications Inc. Plano: Texas
Notoatmojo, Soekidjo (1998). Pengembangan Sumber Daya Manusia . PT. Rineka Cipta: jakarta
Papasi (1999). Perencanaan Sumber Daya Manusia.Program Pasca Sarjana UNPAD. 1999
Robert, H. Lauer (1993). Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Rineka Cipta: Jakarta.
Sculer, S. Rondall. (1987). Personal and Human Resourcer Management. 3nd. Ed. West Publishing Company: Minnesota.
Wehter, William, B. (1989). Human Resources and Personel Management . McGraw-Hill International: New York




