Simbol dan Makna Bentuk Naga (Studi Kasus: Vihara Satya Budhi Bandung)

Authors

  • Harry Pujianto Yoswara
  • Imam Santosa
  • Naomi Haswanto

Abstract

Vihara Satya Budhi merupakan salah satu peninggalan artefak budaya Cina yang memiliki bentuk arsitektur Cina . Sistem Hongshui dan konsep YinYang merupakan kunci dalam membangun tempat ibadat. Naga yang merupakan ornamen terpenting dalam klenteng memiliki kedudukan yang tinggi, bahkan posisi naga pada atap menjadi identitas bangunan Cina, karena memberikan makna bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan penting, seperti istana dan kuil peribadatan. Kedudukan dan posisi naga pada kuil peribadatan merupakan satu hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini mencoba melihat bentuk naga yang ada pada Vihara Satya Budhi, Bandung melalui telaah historis dan budaya untuk mencari dan untuk mengetahui kedudukan simbol dan makna bentuk naga yang ada pada Vihara Satya Budhi. Adanya migrasi masyarakat Cina ke Indonesia turut memberikan pengaruh dan perubahan pada visualisasi naga, namun hal ini tidak berdampak kepada bangunan klenteng yang tetap berpegang teguh pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh leluhur bangsa Cina. Naga merupakan simbol kekuasaan karena sejak dulu sudah disamakan dengan kedudukan kaisar. Selain kekuasaaan, naga juga merupakan simbol kebaikan dan keberuntungan. Temuan penelitian ini adalah kedudukan naga pada atap bangunan klenteng merupakan simbol identitas dari bangunan peribadatan Cina. Selain pada atap posisi naga pada tiang merupakan bentuk yang sering dijumpai. Hal ini merupakan gambaran bahwa masyarakat Cina diharapkan tidak melupakan kebudayaan leluhur. Dan posisi naga pada tempat dupa juga memiliki arti bahwa naga sebagai pemberi keberuntungan kepada umat manusia patut disembah.

Downloads

Published

2015-04-26

Issue

Section

Articles