Ideologi Jawa dalam Sampul Majalah ‘Djaka Lodang’

Authors

  • Gamaliel W. Budiharga
  • Widihardjo Widihardjo
  • Triyadi Guntur Wiratmo

Abstract

Majalah berbahasa Jawa adalah bagian dari wacana yang terpinggirkan. Majalah tersebut terbit dengan tiras yang tergolong pas-pasan, yaitu di bawah 10.000 eksemplar. Ketika masih ada majalah-majalah yang terbit dengan bahasa daerah, maka tentunya menjadi menarik untuk memberikan apresiasi atau kritik terhadap eksistensinya. Pertanyaan lebih lanjut, apa yang ingin dicapai majalah-majalah ini jika oplahnya minim? Salah satu argumentasi yang bisa dijelaskan adalah masalah ideologi majalah. Tulisan ini hendak menguraikan tanda-tanda visual yang muncul pada sampul majalah Djaka Lodang, sebagai salah satu majalah berbahasa Jawa, kemudian membongkar ideologi yang mengendap di balik tanda-tanda tersebut. Ideologi yang menggerakkan majalah juga menjadi ideologi yang dihadirkan dalam keseluruhan desain majalah. Objek penelitian adalah majalah ‘Djaka Lodang’, sebuah majalah berbahasa Jawa sebagai contoh kasus untuk mengurai permasalahan ideologi ditampilkan melalui tanda-tanda visual dalam sampulnya. Majalah Djaka Lodang adalah sebuah praktik atau manifestasi ideologi Jawa, karena di dalam majalah tersebut memuat nilai-nilai yang diyakini oleh kebudayaan Jawa sebagai konteks dari majalah itu, serta gagasan yang ingin dikomunikasikan kepada masyarakat Jawa (sasarannya). Sebagai sebuah praktik ideologis, maka tanda-tanda visual yang ada pada majalah berbahasa Jawa bisa diurai dan dimaknai dalam kerangka ideologi Jawa. Pada sampul majalah, tanda-tanda visual menjadi unsur pembangun yang paling dominan yang bisa diurai melalui analisis semiotik untuk melihat argumentasi ideologis yang ada di balik tanda-tanda tersebut.

Downloads

Published

2015-04-26

Issue

Section

Articles